MALANG POST – KONI Kota Batu, menggembleng 175 atlet dari 28 cabang olahraga, melalui Program Pemusatan Latihan Kota Ring 1 di Kota Batu, Minggu (13/9/2026), guna mematangkan kesiapan mental dan fisik kontingen dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Jawa Timur X 2027 di Surabaya.
KONI Kota Batu mulai memanaskan mesin menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) X Jawa Timur 2027 di Surabaya. Sebanyak 175 atlet dari 28 cabang olahraga (cabor) yang masuk Pemusatan Latihan Kota (Puslatkot) Ring 1 dipersiapkan sejak Agustus 2026.
Semangat tersebut ditegaskan dalam Apel Atlet Puslatkot KONI Kota Batu di halaman kantor KONI Kota Batu, Minggu (13/9/2026). Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026.
KONI Kota Batu mengusung jargon “Mental Baja” sebagai bekal menghadapi persaingan Porprov X. Para atlet yang masuk Puslatkot merupakan mereka yang memiliki catatan prestasi pada Porprov IX Malang Raya 2025.
Selain 175 atlet, Puslatkot Ring 1 diperkuat oleh 27 pelatih dan 4 asisten pelatih. Total terdapat 206 orang yang terlibat dalam program pemusatan latihan tersebut.
Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi, mengatakan bahwa Puslatkot tahap pertama telah berjalan sejak Agustus dan dijadwalkan berlangsung hingga Oktober 2026. Untuk cabor beregu, pemusatan latihan akan menyusul menjelang pelaksanaan Porprov.

Ketua Umum KONI Kota Batu, Sentot Ari Wahyudi. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Cabor beregu menyusul menjelang keberangkatan Porprov. Untuk Puslat tahap selanjutnya akan dilaksanakan awal 2027 menjelang keberangkatan Porprov X di Surabaya,” kata Sentot, Minggu (13/9/2026).
Menurutnya, program tersebut tidak sekadar menjaga kondisi fisik atlet. Puslatkot disiapkan untuk meningkatkan prestasi sekaligus mempertahankan capaian yang telah diraih oleh Kota Batu pada Porprov 2025. Pemantauan terhadap atlet juga akan dilakukan oleh tim Puslat, yang nantinya ditetapkan melalui surat keputusan Ketua Umum KONI Kota Batu bersama jajaran pengurus lainnya.
Sentot meminta para atlet tidak menjadikan Puslatkot sebagai satu-satunya momentum untuk berlatih. Disiplin dan latihan mandiri harus tetap dilakukan setiap hari. “Jangan hanya karena Puslat Anda berlatih, tetapi setiap hari harus berlatih. Kalian semua memiliki tanggung jawab bertanding di Porprov Jatim mendatang,” tegasnya.
Tantangan pada Porprov X diperkirakan lebih berat. Selain persaingan antardaerah yang semakin ketat, Kota Batu harus bertanding di Surabaya yang dikenal memiliki kekuatan atlet cukup besar. “Bagi kami, Porprov pada 2027 nanti tidak mudah dan tidak sederhana. Apalagi tempatnya di Surabaya, di mana mereka memiliki potensi atlet-atlet berprestasi,” ujarnya.
Sentot menyebut Surabaya tentu memiliki ambisi untuk menjadi juara umum. Begitu pula Kota Malang yang dipastikan membawa kekuatan besar. Namun, kondisi tersebut tidak boleh membuat atlet Kota Batu kehilangan rasa percaya diri.
Oleh karena itu, penguatan mental menjadi salah satu aspek yang terus ditekankan. Atlet diminta tidak berkecil hati (minder) ketika berhadapan dengan lawan yang memiliki kualitas maupun pengalaman lebih tinggi. “Jangan sampai mereka nanti melihat tempat dan lawan tanding memiliki suatu kualitas sehingga mentalnya turun. Namun, saya yakin mereka bisa hadir dalam pencapaian prestasi,” katanya.
Evaluasi selama sekitar satu bulan pelaksanaan Puslatkot juga menunjukkan respons positif dari pengurus cabor. Sentot menyebut latihan berjalan intensif di masing-masing pemusatan latihan (camp). “Tidak ada hari tanpa latihan. Walaupun sudah dijadwalkan oleh pelatih masing-masing, mereka juga memiliki konsekuensi untuk menjaga kebugaran diri sendiri,” paparnya.

PUSLATKOT: Koni Kota Batu mulai menggelar Puslatkot untuk 175 atlet ring 1 sebagai salah satu persiapan menuju Porprov X di Surabaya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurut Sentot, kesadaran tersebut menjadi bagian penting dari pembentukan atlet bermental baja. Atlet tidak hanya berlatih ketika diperintah oleh pelatih, melainkan memiliki kesadaran untuk menjaga kebugaran dan melakukan latihan mandiri.
Di sisi lain, KONI Kota Batu masih menunggu kepastian mengenai regulasi batas usia atlet untuk Porprov X. Hal itu berkaitan dengan sejumlah atlet yang pada aturan sebelumnya terkendala oleh faktor usia.
Sentot mengatakan bahwa KONI Jawa Timur telah melakukan sosialisasi terkait dengan batas usia pada sejumlah cabor. Ada kemungkinan beberapa cabor masih memberikan ruang bagi atlet dengan usia di atas ketentuan sebelumnya.
“Kami menunggu dulu instruksi dan hasil keputusan dari KONI Jatim. Sejauh mana Porprov nanti dan cabor apa saja yang usianya masih diperbolehkan di angka 23–24 tahun,” jelasnya.
Jika terdapat cabor yang memperbolehkan batas usia lebih tinggi, sejumlah atlet Kota Batu yang sebelumnya terkendala usia masih berpeluang kembali memperkuat kontingen. KONI Kota Batu berharap persiapan sejak jauh hari ini dapat menjadi modal untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan prestasi pada Porprov X 2027. (Ananto Wibowo)




