MALANG POST – Lebih dari 5.600 mahasiswa baru Generasi 26 UMM, menggelar aksi flashlight mob kolosal di kawasan Helipad Universitas Muhammadiyah Malang, Senin (7/9/2026) malam, guna memeriahkan pembukaan PESMABA UMM 2026, sekaligus mengusung pesan kepedulian sosial, kemanusiaan, serta lingkungan.
Langit malam di kawasan Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dipenuhi kilauan cahaya, dari ribuan telepon seluler milik mahasiswa baru Generasi 26 (Gen 26), Senin (7/9/2026) malam.
Lebih dari 5.600 mahasiswa baru, turut ambil bagian dalam flashlight mob kolosal, yang menjadi salah satu momen paling menarik, pada hari pertama Pengenalan Studi Mahasiswa Baru (PESMABA) UMM 2026.
Mengandalkan cahaya lampu kilat (senter) telepon seluler yang dinyalakan secara serempak, ribuan mahasiswa membentuk formasi visual semianimasi yang bergerak dinamis.
Kekompakan tersebut menciptakan pertunjukan cahaya yang tidak hanya menghadirkan kemeriahan, melainkan juga membawa pesan sosial dan kemanusiaan.
Bagi mahasiswa baru, kemeriahan tersebut sekaligus menjadi pengalaman baru dalam menjalani hari pertama sebagai bagian dari keluarga besar UMM.
Niken Ayu Nur Aini, mahasiswa Program Studi Teknik Industri, mengaku sangat antusias mengikuti flashlight mob yang digelar di kawasan Helipad UMM tersebut.
“Flash mob-nya sangat seru dan menambah pengalaman baru. Selain itu, saya juga mendapatkan banyak teman baru,” ujar Niken.
Di balik gemerlap cahaya tersebut, terselip pesan solidaritas bagi masyarakat di berbagai wilayah Indonesia, yang tengah menghadapi bencana alam. Para mahasiswa menyuarakan doa dan kepedulian melalui rangkaian seruan Pray for NTT, Pray for Sade, Pray for Sumatra, hingga Pray for Kalimantan.
Pesan tersebut menjadikan flashlight mob bukan sekadar atraksi pembuka PESMABA. Ribuan cahaya yang menyala bersamaan, menjadi simbol kepedulian mahasiswa baru UMM terhadap sesama. Sekaligus menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dapat diwujudkan melalui aksi sederhana, tetapi bermakna.
Semangat yang sama juga terlihat dalam komitmen UMM, untuk menghadirkan PESMABA yang lebih ramah lingkungan melalui konsep Green and Clean.
Konsep tersebut diterapkan dalam penyelenggaraan kegiatan, dengan mengurangi penggunaan berbagai material sekali pakai. Panitia tidak menggunakan kertas, caping, maupun atribut berbahan plastik sekali pakai, sebagai bagian dari upaya menekan timbulan sampah selama rangkaian PESMABA berlangsung.
Langkah tersebut memperlihatkan, kemeriahan penyambutan mahasiswa baru dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Para mahasiswa tetap dapat berekspresi dan menikmati rangkaian kegiatan tanpa meninggalkan pesan penting tentang keberlanjutan (sustainability).
Kemeriahan hari pertama PESMABA UMM 2026 sendiri, telah terasa sejak kedatangan mahasiswa baru di kampus. Rangkaian kegiatan berlanjut dengan pembagian kelompok, latihan yel-yel dan jargon keteknikan, hingga geladi kotor pembukaan bersama.
Suasana semakin semarak dengan hadirnya berbagai atraksi seni pendukung. Pertunjukan tari api (fire dance) di area jembatan dan atraksi tari air di kawasan Helipad, turut memberikan warna tersendiri dalam rangkaian penyambutan mahasiswa baru.
Perpaduan antara kreativitas, kebersamaan, kepedulian sosial, dan komitmen terhadap lingkungan menjadikan hari pertama PESMABA UMM 2026 sebagai ruang untuk menanamkan nilai-nilai yang akan mewarnai perjalanan mereka sebagai bagian dari keluarga besar UMM.
PESMABA UMM 2026 dijadwalkan berlangsung selama lima hari, mulai 7 hingga 11 September 2026, dengan berbagai rangkaian kegiatan yang dirancang untuk menyambut dan memperkenalkan kehidupan akademik maupun lingkungan kampus kepada mahasiswa baru. (***)
Penulis: Ganes Danastri Pratista Aura Afra, mahasiswa Fakultas Teknik UMM




