MALANG POST – Universitas Negeri Malang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H melalui kegiatan Sinau Adab di Gedung Sasana Krida UM, Malang, Sabtu (5/9/2026), guna membekali civitas akademika dengan keteladanan akhlak Rasulullah dalam membangun generasi digital yang cerdas dan berkarakter.
Universitas Negeri Malang (UM) menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H melalui kegiatan Sinau Adab bertema “Meneladani Akhlak Nabi: Mewujudkan Generasi Digital yang Cerdas dan Berkarakter Aswaja” di Gedung Sasana Krida UM, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., sebagai pemateri, serta dihadiri oleh Wakil Rektor IV UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., dan civitas akademika UM. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan akademik dan menghadapi perkembangan era digital.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, S.Pd., M.Ag., menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi momentum bagi civitas akademika untuk kembali mengingat dan meneladani ajaran serta akhlak Rasulullah SAW. Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Nabi perlu diimplementasikan dalam kehidupan akademik, termasuk saat menghadapi perkembangan dunia digital.
“Jika seluruh civitas akademika bisa meneladani hal yang dicontohkan Rasulullah SAW, insyaallah kita sebagai bagian dari civitas akademika akan bisa memberikan kontribusi yang maksimal untuk kemajuan,” ujar Ahmad Munjin.

SIVITAS Akademika UM memeriahkan momentum sinau adab dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad 1448 Hijriah. (Foto: Istimewa)
Sementara itu, Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., dalam tausiyahnya mengajak peserta untuk memahami Maulid Nabi tidak hanya dari perspektif ritual, melainkan juga sebagai bagian dari budaya umat Islam yang menjadi ekspresi kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Prof. Imam menjelaskan bahwa kecintaan terhadap Nabi Muhammad SAW telah melahirkan berbagai bentuk ekspresi, salah satunya melalui karya sastra yang memuji dan menggambarkan keteladanan Rasulullah. Tradisi tersebut berkembang di berbagai wilayah dan menghasilkan beragam karya Maulid yang hingga kini dibaca oleh umat Islam.
“Karena Nabi Muhammad SAW adalah sosok besar, beliau sangat dicintai oleh umatnya. Ekspresi kecintaan kaum muslim terhadap Nabi salah satunya adalah dengan menulis karya sastra,” jelasnya.
Menurut Imam Ghazali, kajian tentang Nabi juga berkembang melalui berbagai pendekatan. Selain melalui karya sastra, kecintaan kepada Rasulullah dapat diwujudkan dengan mempelajari syamail, yakni gambaran mengenai karakteristik, sifat, perilaku, dan kehidupan Nabi secara lebih faktual.
Melalui kegiatan Sinau Adab, UM mendorong mahasiswa untuk menerapkan nilai-nilai akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam aktivitas akademik dan bermedia sosial. Upaya tersebut diharapkan dapat membangun generasi yang mampu memanfaatkan teknologi secara cerdas sekaligus menjunjung tinggi etika dan nilai keislaman.
Penguatan karakter melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan nilai tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Pendidikan tidak hanya diarahkan pada peningkatan kompetensi akademik, melainkan juga pada pembentukan karakter, integritas, dan kemampuan peserta didik menghadapi perubahan sosial dan teknologi.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H kemudian ditutup dengan doa dan ramah tamah. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh civitas akademika UM untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai inspirasi dalam belajar, berkarya, bermasyarakat, serta menghadapi tantangan era digital. (*/M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




