MALANG POST – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu memastikan operasional tiga titik gate parkir di kawasan Alun-Alun Wisata Kota Batu telah berjalan optimal sekaligus bersiap menerapkan skema pembayaran non-tunai berbasis QRIS, Jumat (4/9/2026).
Penataan perparkiran di kawasan pusat keramaian, selalu menjadi ujian pelik bagi pemerintah daerah. Jika tidak dikelola dengan sistem yang presisi, potensi kebocoran retribusi bakal terus menguap begitu saja.
Langkah pembenahan itulah yang kini digenjot oleh Dishub Kota Batu.
Kepala Bidang Perparkiran Dishub Kota Batu, Chilman Suaidi, membeberkan operasional gate parkir di kawasan Alun-Alun Kota Batu, dalam Talkshow di program Idjen Talk, Radio City Guide FM, Jumat (4/9/2026).
Terdapat tiga titik gate parkir yang dipasang langsung di ruas jalan. Yakni di Jalan Munif, Jalan Sudiro Selatan, serta Jalan Sudiro Utara di depan Masjid Jami’ An-Nur.
Jalan Munif dan Sudiro Selatan diperuntukkan bagi kendaraan roda dua (R2) dan roda empat (R4). Sementara Jalan Sudiro Utara khusus menampung R2.
“Pengendara mencetak karcis di mesin lalu membayar tunai di awal. Tarif R2 sebesar Rp2 ribu, sedangkan R4 dipatok Rp3 ribu saat weekday dan Rp5 ribu pada weekend,” terang Chilman, Jumat (4/9/2026).
Chilman menjelaskan gate parkir telah diuji coba sejak Desember 2025 dan beroperasi penuh pada Januari 2026. Kendala teknis maupun non-teknis berhasil diselesaikan total pada Agustus 2026.
Guna menjaga integritas petugas, transaksi harian langsung diverifikasi oleh sistem. Aplikasi yang dibangun dipastikan mampu mencegah manipulasi data maupun pencetakan karcis ganda.
“Ke depan kami siapkan skema pemungutan non-tunai via QRIS. Sarana prasarana tinggal disinkronkan dengan Bank Jatim dalam waktu dekat,” tambahnya.
Rencana pembayaran non-tunai mendapat dukungan dari akademisi. Dosen FIA Unisma, Retno Wulan, menilai pembayaran tunai masih menjadi celah utama kebocoran retribusi.
Apalagi gate parkir hanya beroperasi dari pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Selebihnya, pengelolaan kembali ditangani juru parkir konvensional.
“Selagi masih ada pembayaran tunai, celah kebocoran tetap ada. Lebih baik cukuplah mengandalkan mesin gate dengan pembayaran cashless QRIS tanpa penarik karcis,” kata Retno.
Retno menyarankan Kota Batu meniru Kabupaten Sidoarjo yang telah menerapkan cashless penuh, bahkan melengkapi rompi jukir dengan kode QRIS. (Wulan Indriyani/Ra Indrata)




