MALANG POST – Tim peneliti Universitas Negeri Malang meluncurkan inovasi platform digital LENS-TKA di Malang, Kamis (24/9/2026), untuk meningkatkan capaian Tes Kompetensi Akademik siswa SMA/MA se-Jawa Timur melalui pendekatan Higher Order Thinking Skills dan pembelajaran ekonomi berbasis data.
Universitas Negeri Malang (UM) melalui kegiatan penelitian mengembangkan inovasi LENS-TKA (Learning Enhancement Strategy for Tes Kompetensi Akademik) pada Juli hingga Agustus 2026. Inovasi ini dirancang untuk mendukung peningkatan capaian Tes Kompetensi Akademik (TKA), khususnya dalam mata pelajaran ekonomi di tingkat SMA/MA se-Jawa Timur.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui penguatan literasi ekonomi, kemampuan berpikir kritis, pembelajaran berbasis data, dan evaluasi berbasis kompetensi guna membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi asesmen akademik secara lebih terarah.
Pengembangan LENS-TKA dilatarbelakangi oleh pentingnya kesiapan peserta didik dalam menghadapi asesmen akademik terstandar. Dalam pembelajaran ekonomi, TKA tidak hanya menuntut penguasaan konsep semata, melainkan juga kemampuan menganalisis informasi, memahami kebijakan ekonomi, menginterpretasikan data, serta menerapkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Kondisi tersebut mendorong tim peneliti UM mengembangkan model pembelajaran yang sistematis, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik. Pengembangan inovasi LENS-TKA menggunakan pendekatan riset dan pengembangan (Research and Development/R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahapan Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation.
Pada tahap analisis (Analysis), tim mengidentifikasi permasalahan pembelajaran ekonomi, kebutuhan peningkatan capaian TKA, karakteristik guru dan siswa, serta kompetensi yang perlu dikembangkan. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam perancangan model dan pengembangan platform LENS-TKA.
Materi yang dipetakan dalam pengembangan LENS-TKA mencakup berbagai kompetensi ekonomi, mulai dari konsep dasar seperti kelangkaan, biaya peluang, dan skala prioritas; ekonomi mikro dan makro seperti permintaan, penawaran, elastisitas, keseimbangan pasar, inflasi, pengangguran, kebijakan fiskal, dan kebijakan moneter; ekonomi internasional; hingga akuntansi keuangan dasar. Pengembangan aktivitas dan latihan soal juga diarahkan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills/HOTS) serta berpikir kritis (critical thinking) sebagai bagian dari kesiapan menghadapi TKA.
Tahap berikutnya berupa perancangan model (Design) pembelajaran LENS-TKA yang terdiri atas lima komponen utama, yakni Input, Process, Output, Outcome, dan Feedback. Alur pembelajaran dirancang melalui tahapan orientasi, eksplorasi konsep, latihan berbasis HOTS, simulasi TKA, refleksi, dan evaluasi hasil belajar. Tim juga menyusun perangkat pendukung berupa modul digital, modul ajar, media pembelajaran berbasis web, Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD), serta bank soal TKA Ekonomi.
Pada tahap pengembangan (Development), rancangan tersebut diwujudkan menjadi prototipe LENS-TKA berbasis web. Platform ini mengintegrasikan materi interaktif, video pembelajaran, latihan soal adaptif, simulasi TKA, umpan balik otomatis, dan laporan hasil belajar. Pengembangan prototipe juga mencakup penyempurnaan materi, navigasi sistem, desain antarmuka, kualitas soal HOTS, serta kejelasan petunjuk penggunaan. Hasil dari tahap ini berupa prototipe LENS-TKA versi layak uji (beta version).

Pada tahap implementasi (Implementation), LENS-TKA telah diuji coba di Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar dengan melibatkan guru-guru ekonomi yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Ekonomi MA Kabupaten Kediri dan MGMP Ekonomi MA Blitar. Kolaborasi tersebut menjadi bagian krusial untuk mempertemukan inovasi yang dikembangkan dengan kebutuhan nyata pembelajaran di sekolah.
Melalui pengujian tersebut, para guru memperoleh kesempatan untuk mengenal, mencoba, dan memberikan masukan terhadap penggunaan LENS-TKA. Keterlibatan guru dari kedua forum MGMP tersebut juga menjadi ruang untuk mendiskusikan kebutuhan pembelajaran, kesiapan peserta didik menghadapi TKA, serta berbagai tantangan dalam pembelajaran ekonomi di lapangan.
Ke depan, pengembangan LENS-TKA diarahkan pada tahap evaluasi (Evaluation) untuk menilai kualitas model secara menyeluruh berdasarkan aspek validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui sejauh mana LENS-TKA dapat digunakan secara optimal dalam mendukung pembelajaran ekonomi dan persiapan TKA.
Data dan temuan dari proses evaluasi selanjutnya menjadi dasar revisi dan penyempurnaan model agar makin sesuai dengan kebutuhan pembelajaran ekonomi di tingkat SMA/MA. Melalui proses berkelanjutan ini, LENS-TKA diharapkan tidak hanya menjadi media digital untuk latihan soal, melainkan berkembang sebagai model pembelajaran ekonomi berbasis web yang terintegrasi secara utuh.
Pengembangan LENS-TKA sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas, khususnya melalui upaya mendukung pembelajaran yang inklusif, efektif, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi peserta didik. Inovasi berbasis teknologi ini juga berkaitan dengan SDGs poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi digital dalam pengembangan ekosistem pembelajaran.
Dengan demikian, LENS-TKA diharapkan dapat menjadi inovasi pembelajaran yang adaptif dan implementatif serta berpotensi direplikasi secara lebih luas di berbagai sekolah di Jawa Timur. (M. Abd. Rachman Rozzi-Januar Triwahyudi)




