Dandim 0818 Malang dan staf foto bersama rombongan Direksi Malang Post. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Komandan Kodim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P., menerima kunjungan silaturahmi Direktur Utama Malang Post, Sugeng Irawan, beserta jajaran redaksi di Makodim 0818, Kepanjen, Rabu (2/9/2026). Pertemuan ini memperkuat sinergi publikasi program TNI sekaligus meredam hoaks di era digital.
Di era globalisasi ini, media memiliki posisi penting dalam membangun komunikasi dan menjaga kondusivitas wilayah.
Media adalah mitra semua lembaga, bukan sekadar penyampai berita. “Kami ingin bersinergi dengan media untuk membantu TNI dalam menyampaikan informasi positif, sekaligus mengedukasi masyarakat,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P.
Harapan Dandim 0818 itu disampaikan saat menerima kunjungan Direktur Utama Malang Post Sugeng Irawan bersama staf dan wartawan Malang Post di Makodim 0818 di Kepanjen, Rabu (2/9/2026).
Letkol Bayu—sapaan akrabnya—mengatakan, kemitraan yang baik dengan media akan membuka ruang kolaborasi dalam berbagai hal. Di antaranya mendukung program pemerintah pusat maupun daerah, serta bisa meluruskan informasi negatif yang berkembang di media sosial (medsos) yang begitu pesat.
“Kami berharap hubungan ini terus terjalin harmonis, bersama-sama kita bisa membawa informasi berita yang menyejukkan bagi masyarakat,” harap Bayu.
Pertemuan berlangsung penuh kehangatan dan suasana kekeluargaan. Dandim 0818 Letkol Czi Bayu Nugroho didampingi Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Czi Sultoni serta Perwira Seksi Intelijen (Pasi Intel) Kapten Arh Roni Haries Gunawan.

SILATURAHMI: Komandan Kodim 0818/Malang-Batu, Letkol Czi Bayu Nugroho, S.Hub.Int., M.I.P. saat menerima kunjungan Dirut Malang Post, Sugeng Irawan, di Makodim Kepanjen. (Bagus Yudistira/Malang Post)
Harapan Dandim disambut baik oleh Sugeng Irawan. Disebutkan, sinergitas TNI dan media bisa membuka ruang kerja sama sebagai mitra informasi dalam membantu TNI menyampaikan program dan kebijakan kepada masyarakat.
Media arus utama (mainstream) dikatakan masih dibutuhkan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan berita terverifikasi. “Peran kami akan menangkal berita-berita hoaks yang bebas melayang di era digital ini,” tutur Sugeng Irawan.
Karena itu, Irawan memberi ruang kolaborasi informasi TNI sampai komando tingkat bawah. “Di mana kegiatan maupun kinerja Babinsa di masing-masing Koramil bisa kita publish, agar masyarakat mengetahui program dan tugas di tiap-tiap wilayah Koramil se-Kabupaten Malang,” harapnya.
Hal ini disambut baik oleh Dandim 0818 dan akan memfilter semua informasi berita dari Babinsa yang ada di wilayah Koramil melalui Seksi Penerangan Kodim 0818. Nantinya informasi berita akan disampaikan ke media massa.
“Kami akan mengalokasikan, biar nanti wartawannya berkomunikasi dengan seksi penerangan Kodim,” ujar Bayu.
Suasana semakin akrab saat Sugeng Irawan menceritakan perbedaan sikap prajurit TNI masa lalu dan sekarang dalam menghadapi peran dan tugas wartawan.
Irawan mengatakan jika sikap TNI saat ini lebih humanis. “Dulu jika salah tulis, kami (wartawan) dijemput di kantor, dimarahi berjam-jam. Produksi koran ditunggui sampai naik cetak,” cerita Irawan saat menjadi wartawan Hankam era tahun ’80-an.
Mendengar cerita Irawan, direspons Dandim 0818 dan staf dengan tertawa hangat. “Dulu itu disebut tentara kuno. Sekarang zaman sudah berubah. Tentara semakin profesional,” sela Roni Haries Gunawan. (Bagus Yudistira/Sugeng Irawan)




