MALANG POST – Semangat peringatan kemerdekaan tak melulu dirayakan lewat upacara dan seremoni formal. Di Kota Batu, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Plus merayakannya dengan cara yang lebih santai dan inklusif, yakni adu sportivitas di lapangan padel.
Turnamen Padel Merdeka antarinstansi tersebut sukses digelar di The Court Singhasari Resort pada Rabu (26/8/2026). Sebanyak 43 pasangan dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) serta instansi terkait ikut ambil bagian dalam turnamen yang menjadi bagian dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan bahwa turnamen ini menjadi momentum berharga untuk mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus mempererat tali kebersamaan antarinstansi. Menurutnya, olahraga bersama efektif menjadi sarana penyegar (refreshing) di tengah padatnya rutinitas menjalankan roda pemerintahan.
“Melalui event Padel Merdeka, kita merayakan dan mensyukuri nikmat kemerdekaan yang ke-81. Dengan menyelenggarakan Turnamen Padel Merdeka antarinstansi, kami bermain bersama dengan jajaran Forkopimda Plus,” ujar Cak Nur, sapaan akrab Nurochman.
Tak sekadar berburu gelar pemenang, ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan jiwa sportivitas yang terbawa hingga ke lingkungan kerja harian. Aktivitas fisik ini dinilai vital untuk menjaga kebugaran agar para pimpinan instansi tetap prima dalam menjalankan tugas-tugas pelayanan publik.

ADU SPORTIVITAS: Wali Kota Batu Nurochman bersama jajaran Forkopimda plus dan SKPD saat mengikuti event Padel Merdeka. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Harapannya supaya kita lebih sportif di dalam menjalankan tugas-tugas kita sehari-hari, lebih semangat, lebih fresh, dan kita berharap kesehatan kita betul-betul terjaga dengan kegiatan olahraga,” tuturnya.
Cak Nur menilai olahraga bersama menjadi metode ampuh untuk mencairkan suasana di antara pimpinan instansi. Kebersamaan di luar ruang kerja formal dapat memperkuat saluran komunikasi, sinergi, dan kolaborasi lintas sektor.
“Untuk hospitality saja, untuk keakraban di antara kami semuanya. Lebih menguatkan sinergisitas dan kolaborasi yang tentunya menjadi harapan kita bersama dalam menjalankan kewajiban-kewajiban kami di pemerintahan,” tambahnya.
Cak Nur yang juga gemar bertanding tenis lapangan mengaku tidak menemukan kesulitan berarti saat beradaptasi dengan cabang olahraga padel. Kesamaan teknis penggunaan raket membuatnya lebih cepat menyesuaikan ritme permainan.
“Saya insyaallah bisa beradaptasi dengan padel karena prinsipnya sama-sama olahraga raket. Saya kira penyesuaiannya bagi saya jauh lebih mudah,” kata Cak Nur.
Animo Peserta Membludak dan Persiapan Porprov Jatim 2027
Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Padel Merdeka, Wendy Prianta, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar justru melampaui estimasi awal panitia. Pada mulanya, turnamen ini hanya ditargetkan diikuti oleh sekitar 30 pasangan. Namun, hingga batas akhir pendaftaran, tercatat sebanyak 43 pasangan resmi berlaga.
“Ini luar biasa, animo teman-teman dari SKPD di luar ekspektasi kami. Dari target peserta awal sekitar 30-an, ternyata yang mendaftar mencapai 43 pasang,” ujar Wendy.
Antusiasme tinggi ini menjadi sinyal positif bahwa cabang olahraga padel mulai digemari di Kota Batu. Tak hanya diminati masyarakat di kawasan perkotaan, peminat padel juga bermunculan dari kawasan pedesaan seperti Desa Sumber Brantas, Bulukerto, dan Sumbergondo.

Wendy berharap geliat positif ini terus membesar sehingga padel tidak hanya berhenti sebagai olahraga rekreasi (sport tourism), tetapi mampu mencetak atlet-atlet lokal berprestasi. Terlebih, padel dijadwalkan resmi dipertandingkan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2027 mendatang.
“Harapannya ke depan, olahraga padel di Kota Batu lebih merakyat dan semakin diterima masyarakat luas, karena tahun depan sudah dipertandingkan di Porprov Jawa Timur 2027,” tegasnya.
Total Hadiah dan Rencana Piala Wali Kota
Pada kejuaraan kali ini, panitia menyediakan total hadiah pembinaan sebesar Rp5 juta. Rinciannya:
- Juara Pertama: Menerima uang pembinaan sebesar Rp3 juta plus trofi.
- Juara Kedua: Menerima uang pembinaan sebesar Rp1 juta plus trofi.
- Juara Ketiga Bersama: Masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp500 ribu plus trofi.
Tak berhenti di tingkat instansi, ajang serupa siap digulirkan untuk jangkauan yang lebih luas. Wendy membocorkan bahwa Turnamen Padel Piala Wali Kota direncanakan bergulir pada Oktober mendatang dengan kategori yang dibuka untuk masyarakat umum.
“Di bulan Oktober nanti akan ada Piala Wali Kota. Rencananya dibuka untuk masyarakat umum,” tambahnya.
Menurut Wendy, pesatnya tren olahraga padel di Kota Batu mulai terbukti dari makin tingginya tingkat reservasi penyewaan lapangan oleh warga lokal. Hal ini menandakan bahwa olahraga yang relatif baru tersebut mulai tumbuh subur di Kota Batu. (Ananto Wibowo)




