KALUNGKAN SAL: Ketua KPSTI Jatim, A Rachmad Fudail, mengagungkan sal kepada Ketua Umum Pusat KPSTI, Walikota Malang dan Wakil Ketua DPRD Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Jajaran pengurus Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Provinsi Jawa Timur periode baru resmi dilantik oleh Ketua Umum Pusat KPSTI, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos., di Gedung DPRD Kota Malang pada Rabu (26/8/2026).
Acara pelantikan bergengsi tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, Wakil Ketua DPRD Kota Malang, Trio Agus Purwono, S.TP., jajaran kepala perangkat daerah (PD) Kota Malang, serta perwakilan pemerintah daerah dari Kota Batu dan Kabupaten Malang.
Ketua KPSTI Jatim terpilih, Irjen. Pol. (Purn.) Drs. A. Rachmad Fudail, M.H., menegaskan kesiapannya mengemban amanah untuk melestarikan dan mengembangkan seni pencak silat tradisi. Pascapelantikan, langkah cepat yang akan diambil adalah membentuk kepengurusan KPSTI di tingkat kota dan kabupaten.
Rachmad Fudail menargetkan setidaknya ada empat kepengurusan KPSTI daerah yang terbentuk hingga akhir tahun ini.
”Setelah ini kami akan segera turun ke daerah-daerah untuk mengembangkan dengan membentuk para pengurus KPSTI daerah. Hingga Desember 2026 nanti, sudah harus berdiri empat KPSTI kota dan kabupaten. Salah satunya Surabaya,” jelas Rachmad Fudail.

ATRAKSI: Atraksi kolosal pencak silat tradisi di acara pelantikan pengurus KSPTI Jatim, Rabu (26/8/2026). (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Ia menambahkan, pembentukan kepengurusan daerah tidak akan berhenti di empat wilayah awal tersebut, melainkan menyasar seluruh 39 kota dan kabupaten yang ada di Jawa Timur.
Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, mengapresiasi pelantikan jajaran pengurus KPSTI Jatim dan menegaskan komitmen Pemerintah Kota Malang untuk mendukung, berkolaborasi, serta bersinergi dalam merawat warisan budaya bangsa.
Wahyu menyarankan agar KPSTI menjadikan generasi muda sebagai sasaran utama pengembangan pencak silat tradisi, mengingat maraknya penetrasi budaya asing saat ini.
“Kami harapkan KPSTI mengembangkan budaya pencak silat kepada anak-anak muda juga melalui platform-platform media sosial kekinian. Bikinlah konten-konten menarik hingga anak muda tertarik dengan budaya pencak silat itu,” ujar Wahyu.
Saran tersebut disambut baik oleh Ketua Umum Pusat KPSTI, KH. Mahfudz Abdurrahman, S.Sos. Menurutnya, pemanfaatan media sosial dan ruang digital sangat krusial untuk menjangkau anak muda yang rentan terpengaruh fenomena budaya luar, seperti populer tren drama Korea.
Selain penataan organisasi, Mahfudz menegaskan komitmennya untuk mendorong peningkatan alokasi anggaran perawatan, pelestarian, dan pengembangan budaya, baik dalam APBN maupun APBD.
“Kami akan mendorong agar anggaran kebudayaan untuk ditingkatkan,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Anggota Komisi I DPR RI tersebut.
Terkait rencana perhelatan Festival Internasional Pencak Silat Tradisi Indonesia, Mahfudz membocorkan bahwa ajang berskala global tersebut direncanakan bergulir di Jawa Timur, dengan Kota Malang sebagai tuan rumah utama. Ia berkomitmen memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kebudayaan RI.
Rangkaian acara pelantikan Pengurus KPSTI Jatim diakhiri dengan penampilan pertunjukan seni pencak silat kolosal bertajuk “Gumregah Sang Pemersatu”. Pertunjukan ini mengisahkan dinamika rivalitas perguruan silat yang berujung pada persatuan dan persaudaraan di bawah naungan KPSTI. (Eka Nurcahyo)




