MALANG POST – Tepat pada peringatan Hari Pramuka ke-65, yang jatuh pada Jumat (14/8/2026) hari ini, taji kepanduan Indonesia kembali diuji di tengah arus deras modernisasi. Di era di mana ratusan juta pemuda Indonesia teradiksi oleh layar ponsel pintar, Gerakan Pramuka berdiri kokoh sebagai benteng pertahanan karakter dan wadah penggemblengan calon pemimpin masa depan.
Sengkarut tantangan era digital, sejarah kepanduan nasional, hingga transformasi nilai-nilai Dasa Darma dibedah tuntas dalam program talk show Idjen Talk yang disiarkan langsung oleh Radio City Guide 911 FM Malang pada Jumat (14/8/2026) hari ini.
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Malang, Amarta Faza, memaparkan bahwa Pramuka bukan sekadar organisasi ekstrakurikuler biasa, melainkan kawah candradimuka yang dirancang untuk melahirkan jiwa kepemimpinan yang tangguh, adaptif, dan berintegritas.
“Berbagai program pembinaan mulai dari tingkat Gugus Depan (Gudep), Kwartir Ranting (Kwarran), seleksi jenjang Pramuka Garuda (Siaga, Penggalang, Penegak), hingga pengiriman kontingen Jambore Nasional terus kami maksimalkan.”
“Cita-cita ini menyambung visi historis Presiden Soekarno dan Ketua Kwarnas pertama, Sri Sultan Hamengkubuwono IX, yang menyatukan seluruh organisasi kepanduan demi mencetak SDM unggul,” terang Amarta.
Menjawab Tantangan Ratusan Juta Pengguna Internet
Amarta menyoroti data bahwa mayoritas dari 212 hingga 230 juta penduduk Indonesia, yang terhubung ke jejaring internet adalah generasi muda. Penetrasi teknologi digital memunculkan ancaman paparan konten negatif jika tidak disaring dengan benteng moral yang kuat.
“Teknologi itu pisau bermata dua. Keunggulan Pramuka terletak pada metodologinya yang khas: tidak sekadar teori di dalam kelas, melainkan praktik langsung di lapangan, belajar kerja sama tim, serta meneladani nilai-nilai kebaikan dari para senior,” tambah Amarta.
Mengubah Citra ‘Sekadar Baris-Berbaris’ Lewat Media Sosial
Merespons gempuran gawai (gadget), perwakilan generasi muda yang menjabat sebagai Bendahara Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Malang, Reyhan Ainul Rochim, mengakui bahwa fenomena scrolling media sosial menjadi pesaing utama minat kegiatan luar ruangan (outdoor).
Untuk menjawab tantangan zaman, DKC Kabupaten Malang gencar memproduksi konten-konten kreatif di media sosial untuk meredefinisi citra Pramuka di mata Gen Z dan Gen Alpha.
“Banyak anak muda mengira Pramuka itu membosankan atau cuma soal baris-berbaris dan kemah bersenang-senang. Padahal lewat nilai Dasa Darma—seperti poin kesembilan tentang sikap bertanggung jawab—kami digembleng menjadi pribadi yang terampil dan tangguh menghadapi dinamika kehidupan nyata,” tegas Reyhan.
Di tengah riuh rendah dunia maya yang sering kali individualistis, Gerakan Pramuka di Kabupaten Malang membuktikan relevansinya yang tak lekang oleh waktu. Lewat kombinasi nilai tradisi Dasa Darma dan pendekatan komunikasi digital, Pramuka terus konsisten mencetak kader-kader pemimpin bangsa yang siap menjaga kehormatan NKRI. (Wulan Indriyani / Ra Indrata)




