MALANG POST – Cuaca Malang Raya pada Kamis (24/9/2026) diprakirakan lebih banyak berawan. Namun, kondisi udara berbeda muncul di kawasan dataran tinggi. Kabut berpotensi menyelimuti sejumlah pegunungan, sementara angin menguat pada siang hingga sore hari. Di pesisir selatan, masyarakat juga perlu mewaspadai gelombang laut hingga 2,3 meter.
Cuaca Malang Raya pada Kamis (24/9/2026) diprakirakan lebih banyak berawan. Namun, kondisi udara berbeda muncul di kawasan dataran tinggi.
Kabut berpotensi menyelimuti sejumlah pegunungan, sementara angin menguat pada siang hingga sore hari. Di pesisir selatan, masyarakat juga perlu mewaspadai gelombang laut hingga 2,3 meter.
Berdasarkan data resmi BMKG, kondisi cuaca, suhu, dan angin di tiga wilayah Malang Raya menunjukkan karakter yang cukup beragam. Perbedaan topografi membuat suhu di kawasan perkotaan, dataran rendah, dan pegunungan terpaut cukup jauh.
Kota Malang Berawan Seharian
Di Kota Malang, kondisi berawan diprakirakan mendominasi lima kecamatan sepanjang hari.
Suhu udara berada pada kisaran 20 hingga 32 derajat Celsius. Kedungkandang dan Sukun menjadi wilayah dengan suhu maksimum tertinggi, mencapai 32°C.
Sementara Blimbing, Klojen, dan Lowokwaru cenderung lebih adem. Suhu minimum di tiga wilayah tersebut diprakirakan berada di angka 20°C.
Selain suhu, warga yang beraktivitas di luar ruangan perlu memperhatikan pergerakan angin. Hembusan angin dapat mencapai sekitar 20 kilometer per jam pada siang menuju sore hari.
Kondisi tersebut terutama perlu diperhatikan bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di ruang terbuka.
Batu Mulai Berkabut
Kondisi berbeda terlihat di Kota Batu. Udara kabur hingga kabut berpotensi muncul di sejumlah wilayah.
Kecamatan Batu dan Bumiaji diprakirakan didominasi udara kabur dengan tingkat kelembapan yang tinggi. Di Bumiaji, kelembapan bahkan dapat mencapai 98 persen.
Suhu udara juga relatif lebih sejuk. Kisaran suhu berada pada 16 hingga 29°C. Junrejo menjadi wilayah yang diprakirakan paling hangat, sedangkan Batu dan Bumiaji memiliki suhu minimum sekitar 16°C.
Pada dataran yang lebih tinggi maupun saat dini hari, suhu dapat terasa lebih dingin dan dilaporkan berpotensi turun hingga 14°C.
Angin di Kota Batu juga cukup dinamis. Kecepatannya dapat meningkat hingga sekitar 20 kilometer per jam pada sore hari.
Kombinasi suhu rendah dan kelembapan tinggi tersebut membuat potensi udara kabur hingga kabut perlu menjadi perhatian, terutama bagi pengendara yang melintas di kawasan dataran tinggi.
Pegunungan Kabupaten Malang Diselimuti Kabut
Kabupaten Malang memiliki variasi cuaca paling lebar karena wilayahnya memiliki bentang topografi yang luas.
Secara umum, kondisi berawan dan udara kabur berpotensi muncul di sejumlah titik. Kawasan pegunungan, mulai dari sekitar Bromo-Semeru hingga Gunung Kawi, diprakirakan berpotensi diselimuti kabut tebal.
Rentang suhu juga sangat mencolok. Suhu udara diprakirakan berada pada kisaran 15 hingga 33°C.
Poncokusumo menjadi salah satu wilayah yang paling dingin, dengan suhu minimum sekitar 15°C. Di area puncak pegunungan, suhu bahkan berpotensi anjlok hingga 8°C.
Sebaliknya, sejumlah wilayah dataran rendah diprakirakan terasa lebih terik. Turen, Gondanglegi, Kepanjen, Bululawang, Kalipare, Pagak, dan Pagelaran berpotensi mencapai suhu maksimum 33°C.
Perbedaan suhu yang cukup ekstrem tersebut menjadi gambaran kuatnya pengaruh ketinggian terhadap kondisi cuaca di Kabupaten Malang.
Pantai Selatan Waspada Gelombang 2,3 Meter
Perhatian juga perlu diberikan kepada masyarakat yang beraktivitas di pesisir selatan Kabupaten Malang.
Hembusan angin di wilayah pesisir diprakirakan cukup kencang, dengan kecepatan sekitar 25–30 kilometer per jam.
Kondisi laut juga perlu diperhatikan. Tinggi gelombang diprakirakan mencapai 2,3 meter.
Wisatawan yang hendak berkunjung ke pantai selatan maupun masyarakat yang beraktivitas di sekitar pesisir diimbau memperhatikan kondisi cuaca dan laut sebelum melakukan kegiatan.
Secara umum, Kamis (24/9/2026) menjadi hari dengan karakter cuaca yang cukup beragam di Malang Raya. Kota Malang cenderung berawan, Kota Batu berpotensi mengalami udara kabur hingga kabut, sementara kawasan pegunungan Kabupaten Malang menghadapi potensi kabut dan suhu yang jauh lebih rendah.
Di sisi lain, wilayah dataran rendah dapat mengalami suhu hingga 33°C dan kawasan pesisir selatan menghadapi angin 25–30 km/jam serta gelombang hingga 2,3 meter. (Ra Indrata)




