MALANG POST – Ditarik Kemensos RI untuk mendekatkan fasilitas zonasi asrama daerah asal, 18 siswa SRMP 14 Kota Batu resmi dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kediri mulai 8 Agustus 2026.
Komposisi siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) Kota Batu kembali berubah. Sebanyak 18 siswa asal Kediri resmi dipindahkan ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) Kediri. Pemindahan tersebut berlaku efektif sejak 8 Agustus 2026.
Kepala SRMP 14 Kota Batu Yulianah membenarkan adanya perpindahan tersebut. Dari 18 siswa yang dipindahkan, 17 di antaranya berasal dari Kota Kediri dan satu siswa dari Kabupaten Kediri.
“Ada 18 siswa asal Kediri yang resmi ditarik untuk berpindah lokasi studi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi Kediri,” kata Yulianah, Selasa (11/8/2026).
Pemindahan tersebut merupakan bagian dari penataan kembali zonasi pendidikan asrama oleh Kementerian Sosial (Kemensos) RI. Dengan beroperasinya fasilitas Sekolah Rakyat di daerah asal, siswa tidak lagi harus menempuh pendidikan jauh dari domisili keluarganya.
Ke-18 siswa tersebut sebelumnya tercatat sebagai bagian dari 149 siswa angkatan pertama SRMP 14 Kota Batu yang kini melanjutkan pendidikan di fasilitas SRT Kediri.
Yulianah menyebut proses perpindahan berlangsung relatif cepat dan tidak mengganggu kalender akademik. Administrasi pendidikan maupun hak operasional siswa juga telah dialihkan penuh kepada pengelola SRT Kediri.

KUNJUNGAN: Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat melakukan kunjungan ke SRMP14 Kota Batu, 18 siswa asal Kediri kini kembali ke daerah asalnya. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
“Pemindahan lokasi belajar bagi 18 siswa ini sudah berlaku efektif sejak 8 Agustus 2026,” bebernya.
Dengan perpindahan tersebut, jumlah siswa angkatan pertama yang masih tercatat di SRMP 14 Kota Batu berkurang dari sebelumnya 149 siswa menjadi tersisa 131 siswa.
Penataan ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah mendekatkan layanan Sekolah Rakyat dengan domisili peserta didik. Terlebih, fasilitas SRT Kediri telah tersedia sehingga anak-anak dari keluarga rentan miskin di wilayah Kediri Raya bisa mendapatkan layanan pendidikan di daerah sendiri.
Meski komposisi siswa berubah, kegiatan belajar mengajar di SRMP 14 Kota Batu tetap berjalan seperti biasa. Siswa angkatan pertama yang bertahan di Kota Batu tetap mengikuti pembelajaran sesuai kalender akademik.
Pihak sekolah memastikan perpindahan siswa tidak mengurangi hak-hak yang sebelumnya diterima. Kurikulum, pendampingan, hingga pemenuhan kebutuhan peserta didik tetap menjadi bagian utama dari layanan Sekolah Rakyat.
Penataan siswa tersebut merupakan dinamika program Sekolah Rakyat yang mulai bergerak menuju pola layanan lebih dekat dengan daerah asal peserta didik. Pemerintah melalui Kemensos secara bertahap menyiapkan fasilitas pendidikan di berbagai daerah agar layanan tidak terkonsentrasi pada satu lokasi rintisan saja.
Di Kota Batu sendiri, SRMP 14 Kota Batu terus mengawal proses pembelajaran bagi 131 siswa yang tersisa sembari menunggu kesiapan fasilitas permanen Sekolah Rakyat di Kota Batu.
Melalui pola ini, keberadaan Sekolah Rakyat diharapkan tidak hanya memberikan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan miskin, melainkan juga memungkinkan mereka memperoleh pendidikan berkualitas tanpa harus terpisah jauh dari keluarga. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




