MALANG POST – FTAB Universitas Brawijaya menggelar Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) IV 2026 secara daring dengan memaparkan 147 abstrak riset dan pengabdian demi memperkuat sinergi agroindustri dan biosistem berkelanjutan.
Fakultas Teknologi Agroindustri dan Biosistem (FTAB) Universitas Brawijaya (UB) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional Teknologi Pertanian Indonesia (STPI) IV 2026.
Acara yang dihelat secara daring pada Rabu (5/8/2026) ini mengusung tema “Sinergi Riset, Pengabdian, dan Teknologi Tepat Guna dalam Inovasi Agroindustri dan Biosistem untuk Mewujudkan Sistem Teknologi Pertanian Berkelanjutan Menuju SDGs dan Indonesia Maju.”
Bertindak sebagai narasumber adalah Dr. Ir. Anang Lastriyanto, M.Si. (Universitas Brawijaya), Prof. Bayu Taruna Widjaja Putra, S.T.P., M.Eng., Ph.D. (Universitas Jember), Ahmad Sirojuddin, S.T.P. (Direktur Operasional PT Tamma Robah Indonesia), serta Umi Hanifah, S.T.P., M.T. (Badan Riset dan Inovasi Nasional) sebagai invited speaker.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia STPI IV 2026 Dr. Dewi Maya Maharani, S.T.P., M.Sc. menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, peneliti, praktisi, dan industri untuk menjawab tantangan pertanian modern.
”Seminar ini menjadi ruang berbagi hasil penelitian dan pengabdian, sekaligus awal dari kolaborasi strategis lintas sektor dalam mendukung keberlanjutan agroindustri dan pertanian nasional,” paparnya.

Dekan FTAB UB, Prof. Yusuf Hendrawan, STP., M.App. Life.Sc., Ph.D.. (Foto: Istimewa)
Dekan FTAB UB Prof. Yusuf Hendrawan, S.T.P., M.App.Life.Sc., Ph.D. menambahkan bahwa STPI 2026 sangat relevan di tengah kompleksitas tantangan sektor pertanian saat ini.
”Kemajuan teknologi tidak cukup hanya menghasilkan inovasi, tetapi harus menjawab kebutuhan nyata masyarakat dan mendukung sistem pertanian yang berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Rektor UB Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D.Med.Sc. menyatakan komitmen Universitas Brawijaya dalam mengemban misi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kemanfaatan masyarakat luas.
”Mari kita jadikan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kekuatan utama untuk membangun pertanian Indonesia yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan,” ajak Prof. Widodo.
Seminar nasional ini diikuti sebanyak 147 pemaparan abstrak dari para peneliti dan akademisi berbagai daerah di Indonesia. Jumlah tersebut terdiri atas 81 judul penelitian dan 66 judul pengabdian kepada masyarakat dari kalangan akademisi, peneliti, hingga praktisi industri.
Melalui penyelenggaraan STPI IV 2026, FTAB UB berharap dapat memperkuat sinergi dan jejaring strategis antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, pemerintah, sektor industri, dan masyarakat. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




