ARSITEK GOL: Careca yang terus mendapat kawalan ketat pemain Tampines Rovers. Meski tidak mencetak gol, tetapi Careca sukses memberikan asis atas gol Gustavo Henrique. (Foto: Arema Official)
MALANG POST – Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Vinicius dos Santos Goncalves dan penyerang Gustavo Henrique, menegaskan pentingnya pembenahan mentalitas dan proses adaptasi fisik, usai Singo Edan menundukkan Tampines Rovers 2-1 pada laga kedua Grup A Piala Presiden 2026, di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung.
Kemenangan 2-1 atas Tampines Rovers di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung, tidak didapat dengan mudah oleh Arema FC. Di balik raihan tiga poin perdana di Grup A Piala Presiden 2026 tersebut, Singo Edan dipaksa memeras keringat hingga menit akhir.
Pelatih Kepala Arema FC, Marcos Santos, secara terbuka mengakui ketangguhan wakil Singapura itu. Dalam sesi jumpa pers usai laga, Marcos memuji organisasi permainan Tampines Rovers yang dinilainya sangat rapi dan memiliki intensitas kecepatan tinggi.
“Pertandingan yang sulit. Tim lawan sangat kuat, punya kecepatan tinggi, dan tidak pernah menyerah sepanjang laga. Mereka terlatih dengan sangat baik,” kata Marcos Santos.
Kondisi Arema FC sendiri sejatinya belum sepenuhnya ideal. Skuad Singo Edan musim ini dihuni banyak wajah baru. Masalah fisik dan keselarasan antar-pemain di lapangan masih menjadi pekerjaan rumah yang terus dibenahi.
Namun, Marcos angkat topi terhadap respons cepat para pemainnya di lapangan. Skema serangan berjalan sesuai rencana, terutamanya koneksi antar-pemain depan.
“Kondisi fisik pemain baru belum ideal. Namun, mereka memberikan respons positif. Lihat bagaimana Gustavo: dapat dua umpan matang dari Careca dan Achmad Maulana, langsung dikonversi menjadi dua gol. Skuad Arema makin kuat dan tim ini terus berkembang dari waktu ke waktu,” tegas sang racikan taktik asal Brasil itu.
Kekalahan di laga perdana lalu rupanya menjadi penawar manjur. Menurut Marcos, perubahan besar yang paling terasa dalam laga melawan Tampines Rovers terletak pada fondasi mentalitas bertanding anak asuhnya.
Di awal musim dengan tumpukan pemain anyar, pasang-surut performa dianggap sebagai hal lumrah. Fokus utama staf pelatih kini adalah menggenjot ketahanan fisik, mematangkan teknik, serta mempertajam taktik saban pertandingan demi mengarungi kompetisi secara sukses.
Sementara itu, bintang lapangan sore itu yang dinobatkan sebagai Player of the Match, Gustavo Henrique, tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya. Dwigol alias brace yang dicetaknya pada menit ke-27 dan 34 menjadi pembukti kualitasnya di lini depan.
Gustavo mengaku proses adaptasinya di Malang baru seumur jagung. Ia baru bergabung dengan tim sekitar dua pekan lalu.
“Saya sangat bahagia atas dua gol ini, tetapi selamat untuk seluruh tim. Saya baru tiba sekitar 12 sampai 14 hari yang lalu. Saya masih beradaptasi dan membangun chemistry dengan skuad,” ungkap Gustavo.
Kesempatan tampil sebagai starter dibayarnya tuntas. Gustavo enggan menepuk dada sendiri atas dua gol spektakuler tersebut. Ia justru mendedikasikan gelar pemain terbaiknya kepada rekan-rekan setim yang menyuplai umpan-umpan manja ke dalam kotak penalti.
Disinggung mengenai target pribadi di ajang Piala Presiden 2026—termasuk ambisi mencetak gol lagi di laga berikutnya—Gustavo memilih bersikap membumi. Baginya, kepentingan tim jauh di atas panggung individu.
“Kami tidak hanya memikirkan diri sendiri, melainkan institusi ini, yaitu Arema. Saya akan berusaha semaksimal mungkin untuk membantu tim dalam bentuk apa pun di dalam lapangan,” pungkasnya. (Ra Indrata)




