KALUNGKAN MEDALI: Wali Kota Batu, Nurochman didampingi Ketua TP PKK Kota Batu, Siti Faujiyah saat mengalungkan medali kepada para jawara BISTF tahun lalu. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
MALANG POST – Langit Songgomaruto di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, dipastikan kembali dihiasi warna-warni parasut akhir pekan ini. Sedikitnya 60 atlet paralayang dari dalam dan luar negeri, bersiap ambil bagian dalam kejuaraan bergengsi Batu International Sport Tourism Festival (BISTF), yang dirangkai dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026 di Gunung Banyak pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Langit Songgomaruto di Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, bakal kembali dipenuhi warna-warni parasut akhir pekan ini. Sedikitnya 60 atlet paralayang dari dalam dan luar negeri dipastikan ambil bagian dalam Batu International Sport Tourism Festival (BISTF).
Event tersebut dirangkai dengan International Paragliding Accuracy Championship (IPAC) 2026. Ajang bergengsi ini akan berlangsung di kawasan Gunung Banyak pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026.
Para pilot akan diuji menaklukkan karakteristik lintasan udara Gunung Banyak yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik (spot) paralayang terbaik di Indonesia. Titik take-off berada di ketinggian sekitar 1.350 meter di atas permukaan laut (mdpl), sedangkan area landing berada di elevasi 950 mdpl dengan bentang vertikal mencapai sekitar 1.200 meter.
Kepala Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Onny Ardianto, mengatakan bahwa selain didominasi atlet Indonesia, sejumlah negara Asia juga dipastikan mengirimkan delegasinya.
“Mayoritas memang dari Indonesia, tetapi tahun ini dipastikan ada peserta dari beberapa negara Asia seperti Mongolia, India, dan Malaysia,” ujarnya, Minggu (26/7/2026).

BERI HADIAH: Kepala Disparta Kota Batu, Onny Ardianto saat menyerahkan hadiah kepada pemenang festival paralayang tahun lalu. (Foto: Ananto Wibowo / Malang Post)
Menurut Onny, keikutsertaan atlet mancanegara menunjukkan bahwa Gunung Banyak semakin diakui sebagai salah satu destinasi olahraga dirgantara berkelas internasional. Reputasi tersebut terus menguat seiring konsistensi Kota Batu menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang dalam beberapa tahun terakhir.
Apalagi, IPAC 2026 Seri ke-3 merupakan kompetisi resmi berkategori Category 2 dalam World Paragliding Ranking System (WPRS). Artinya, hasil pertandingan akan berpengaruh langsung terhadap peringkat atlet dunia sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para pilot internasional.
Penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan kolaborasi antara Disparta Kota Batu dengan Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) Jawa Timur, Persatuan Olahraga Dirgantara Gantolle dan Paralayang Indonesia (PGPI), serta panitia IPAC.
Tak sekadar menghadirkan kompetisi olahraga, ajang tersebut juga diharapkan menjadi mesin penggerak sektor pariwisata. Berkaca dari pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, kejuaraan paralayang mampu mendongkrak aktivitas ekonomi masyarakat.
Pelaku UMKM di sekitar lokasi pertandingan menikmati peningkatan omzet, sementara hotel, jasa perjalanan, hingga pelaku usaha kuliner ikut merasakan lonjakan permintaan.
Onny menilai dampak ekonomi yang dihasilkan cukup besar karena sebagian besar atlet datang bersama keluarga maupun tim pendukung dan menghabiskan waktu beberapa hari di Kota Batu.
“Kami rasa dampaknya sangat signifikan terhadap kunjungan wisata. Belum lagi masyarakat dan wisatawan yang datang khusus untuk menyaksikan pertandingan,” katanya.

Ia menambahkan bahwa kawasan wisata paralayang Gunung Banyak selama ini memang menjadi salah satu ikon wisata unggulan Kota Batu. Selain menawarkan fasilitas olahraga, lokasi tersebut menyuguhkan panorama pegunungan yang memikat wisatawan.
Wali Kota Batu Sambut Antusias BISTF-IPAC 2026
Sementara itu, Wali Kota Batu, Nurochman, menyambut positif tingginya antusiasme para peserta yang akan berlaga. Menurutnya, kepercayaan atlet internasional mengikuti BISTF-IPAC menjadi bukti bahwa kualitas lokasi (venue) dan penyelenggaraan event di Kota Batu telah mendapat pengakuan internasional.
Ia berharap kejuaraan tersebut tidak hanya melahirkan prestasi olahraga, tetapi juga memperluas jaringan internasional serta memperkuat promosi wisata dirgantara Kota Batu.
“Hubungan antarnegara peserta juga bisa semakin erat. Kami berharap event ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat Kota Batu,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




