MALANG POST – Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) berkontribusi nyata dalam program pengurangan risiko bencana tingkat nasional lewat penerjunan dua guru besarnya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Dalam program multidisiplin yang dipimpin oleh Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD., K-Ger tersebut, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng., selaku pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) bersama Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, S.T., M.T., pakar perencanaan wilayah, berkolaborasi merancang pemetaan berbasis geospasial hingga regulasi desa berupa qanun gampong untuk membangun kesiapsiagaan bencana yang berkelanjutan.
Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT UB) berkontribusi nyata dalam mendukung pengurangan risiko bencana. Langkah ini diwujudkan melalui keterlibatan dua guru besarnya pada Program Mitigasi Bencana Tingkat Desa yang diselenggarakan oleh Universitas Brawijaya di Gampong Pantan Kemuning, Kabupaten Bener Meriah, Aceh.
Program multidisiplin yang dipimpin oleh Dr. dr. Sri Soenarti, Sp.PD., K-Ger ini melibatkan para pakar dari berbagai bidang ilmu untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi potensi bencana secara komprehensif.
Kontribusi FT UB dalam program ini diperkuat melalui kehadiran Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, Amd.Hyp., S.T., M.Kes., IPU., ASEAN Eng., sebagai pakar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta Prof. Dr. Eng. Fadly Usman, S.T., M.T., dari bidang Teknik Perencanaan Wilayah dan Mitigasi Bencana. Keduanya membawa pendekatan berbasis rekayasa teknik untuk mendukung terwujudnya desa yang tangguh terhadap bencana melalui penguatan aspek keselamatan, perencanaan wilayah, dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), Prof. Qomariyatus Sholihah menegaskan bahwa mitigasi bencana tidak dapat dipisahkan dari penerapan budaya K3 di tengah masyarakat. Menurutnya, kesiapsiagaan menghadapi bencana harus dimulai dari kemampuan masyarakat mengenali potensi bahaya, melakukan penilaian risiko, hingga menyusun langkah-langkah pengendalian yang tepat sebelum bencana terjadi.

“Mitigasi bencana merupakan bagian integral dari penerapan budaya K3 di masyarakat. Pendekatan K3 menitikberatkan pada identifikasi bahaya, penilaian risiko, pengendalian risiko, penyusunan jalur evakuasi, kesiapsiagaan, serta perlindungan masyarakat dan relawan dalam menghadapi kondisi darurat. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun budaya sadar risiko hingga tingkat desa,” kata Prof. Qomariyatus saat diwawancarai wartawan.
Sementara itu, dari perspektif rekayasa teknik, Prof. Dr. Eng. Fadly Usman berperan dalam memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis perencanaan wilayah. Kontribusinya difokuskan pada penyusunan pemetaan risiko berbasis data geospasial, identifikasi kawasan rawan bencana, penentuan jalur evakuasi, penetapan titik kumpul aman, hingga pendampingan penyusunan Qanun Gampong sebagai landasan regulasi desa dalam pengurangan risiko bencana. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menghasilkan sistem mitigasi yang sesuai dengan karakteristik wilayah dan kebutuhan nyata masyarakat setempat.
Melalui kolaborasi lintas disiplin, program ini tidak hanya mengedepankan aspek teknis, melainkan juga memperkuat kapasitas masyarakat melalui berbagai kegiatan penunjang. Kegiatan tersebut meliputi sosialisasi mitigasi bencana, pelatihan kesiapsiagaan, simulasi evakuasi, pelatihan pertolongan pertama, pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Bencana (Pokdarna), hingga pendampingan penyusunan regulasi desa. Sinergi antara bidang kesehatan, keperawatan, K3, teknik sipil, dan perencanaan wilayah menjadi fondasi utama dalam membangun sistem mitigasi bencana yang terpadu serta berkelanjutan.
Program pengabdian masyarakat ini juga menjadi implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam penerapan hasil riset dan keahlian akademisi untuk menjawab persoalan nyata di tengah masyarakat. Kehadiran dosen-dosen FT UB dalam tim multidisiplin Universitas Brawijaya diharapkan mampu menjadi model kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang lebih aman, tangguh, dan berdaya menghadapi bencana.
Melalui program ini, Universitas Brawijaya menargetkan Gampong Pantan Kemuning dapat berkembang menjadi Desa Tangguh Bencana yang mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), rekayasa teknik, serta partisipasi aktif masyarakat. Kontribusi Prof. Qomariyatus Sholihah dan Prof. Fadly Usman menjadi bukti bahwa FT UB terus mengambil peran strategis dalam menghadirkan inovasi dan keahlian teknik untuk mendukung pembangunan masyarakat yang berkelanjutan. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




