MALANG POST – Mengantisipasi kemacetan jelang PKKMB Raja Brawijaya 2026 yang diikuti 17 ribu mahasiswa baru, UB membuka seluruh gerbang kampus, menerapkan sistem hybrid (luring-daring), serta menggandeng kepolisian.
Menjelang pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) atau Raja Brawijaya 2026, Universitas Brawijaya (UB) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di area kampus.
Wakil Rektor III UB Dr. Setiawan Noerdajasakti, S.H., M.H. mengungkapkan bahwa seluruh akses masuk dan keluar kampus akan dibuka secara penuh. Hal ini dilakukan untuk mengurangi potensi kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk kedatangan dan kepulangan calon mahasiswa baru (camaba).
”Nanti akses akan kita buka semua, baik pintu masuk maupun keluar,” jelasnya.
Sejumlah gerbang yang akan dioperasikan penuh meliputi Gerbang UB Coffee, Betek, Jalan Veteran, Jalan Watugong, serta gerbang pendukung lainnya. Setiawan menambahkan, pihaknya kembali menggandeng aparat kepolisian dan satuan pengamanan (satpam) kampus untuk membantu kelancaran arus lalu lintas.
”Kami selalu bekerja sama dengan satpam dan pihak kepolisian setiap tahunnya guna mengantisipasi kemacetan lalu lintas,” ungkap Setiawan.
Pada tahun ini, UB menerima sekitar 17 ribu mahasiswa baru. Namun demikian, tidak seluruh camaba akan mengikuti PKKMB secara luring di dalam kampus secara bersamaan. Kegiatan dibagi ke dalam beberapa shift, sementara sebagian lainnya mengikuti kegiatan secara daring.
Sebagai contoh, camaba yang mengikuti kegiatan luring pada hari pertama akan beralih ke sesi daring pada hari berikutnya.
”Nanti mahasiswa tidak semuanya luring selama tiga hari, ada yang daring supaya mengurangi potensi kemacetan. Sementara untuk venue luring berpusat di Gedung Samantha Krida, GOR Pertamina, dan Gedung Auditorium,” tambahnya.
Ia juga mengimbau para camaba agar memperhatikan waktu kedatangan. Meski acara resmi dimulai pada pagi hari, potensi kepadatan kendaraan justru bisa terjadi lebih awal karena sebagian mahasiswa baru biasanya sudah tiba sejak dini hari.
”Mulainya sebenarnya pagi, cuma kadang mahasiswa baru datang sejak subuh. Jadi kami mengantisipasi kemungkinan macet sejak jam segitu,” imbaunya.
Selain pengaturan lalu lintas, jadwal kegiatan PKKMB juga dirancang dengan mempertimbangkan waktu ibadah. Pembagian durasi acara disesuaikan agar tidak mengganggu jadwal ibadah Asar para peserta.
”Untuk kepulangan nanti, yang penting tidak mengganggu waktu Asar camaba,” ucapnya.
Di samping skema rekayasa lalu lintas dan penataan jadwal, UB juga telah menyiapkan tim kesehatan yang siaga penuh selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung. (*/M. Abd. Rachman Rozzi/Januar Triwahyudi)




