MALANG POST – Shalahudi Iskandar, mahasiswa program studi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Universitas Negeri Malang (UM), sukses meluncurkan aplikasi edukasi interaktif bernama Kaliwungu Digi_Lore pada Minggu (28/6/2026). Peluncuran aplikasi digital yang dirancang gratis sebagai media pembelajaran Tari Topeng Kaliwungu khas Kabupaten Lumajang ini digelar di tengah perhelatan tahunan Segoro Topeng Kaliwungu yang masuk dalam kalender Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata RI.
Universitas Negeri Malang (UM) kembali menorehkan prestasi yang membanggakan lewat karya kreatif dan inovatif mahasiswanya.
Shalahudi Iskandar, mahasiswa program studi S1 Pendidikan Seni Pertunjukan Departemen Seni dan Desain Fakultas Sastra UM, sukses meluncurkan aplikasi Kaliwungu Digi_Lore.
Peluncuran aplikasi pengembang seni budaya tersebut dilaksanakan pada Minggu (28/6/2026) dalam pagelaran Segoro Topeng Kaliwungu. Pergelaran tahunan yang mengusung tema “The Land of Glory” ini merupakan bagian dari Karisma Event Nusantara (KEN), program unggulan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Peluncuran aplikasi inovatif ini disaksikan langsung oleh sejumlah tokoh penting nasional dan daerah, di antaranya Asisten Deputi Event Daerah Kementerian Pariwisata RI dan Bupati Lumajang beserta jajarannya.
Aplikasi Kaliwungu Digi_Lore merupakan platform interaktif dan inovatif untuk media pembelajaran serta edukasi mengenai kesenian dari Kabupaten Lumajang, yaitu Tari Topeng Kaliwungu.

Pembuatan aplikasi ini telah dirancang oleh Shalahudi Iskandar sejak semester tiga pada mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran Seni Pertunjukan.
“Awalnya aplikasi ini hanya memiliki 6 menu saja. Namun, karena banyak sekali pihak yang mendukung, ide ini terus saya kembangkan hingga menjadi tugas akhir dengan total 15 menu,” ujar mahasiswa akhir pendidikan seni pertunjukan tersebut.
Aplikasi Kaliwungu Digi_Lore sudah dilengkapi dengan capaian dan tujuan pembelajaran agar penggunaan aplikasi dapat semakin komprehensif.
Di dalamnya terdapat submateri seperti sejarah, tata busana, properti, instrumen, ragam gerak, tutorial, dan sajian Tari Topeng Kaliwungu mulai dari generasi pertama hingga kedua.
Selain itu, terdapat menu-menu penunjang seperti evaluasi, refleksi, dan glosarium. Semua fitur yang ada di dalam aplikasi merupakan hasil kerja keras Shalahudi Iskandar serta dukungan dari dosen maupun mitra kebudayaan.
Perjalanan Shalahudi Iskandar dalam mengemas kesenian klasik ke dalam platform digital tentunya memiliki tantangan yang cukup menguras tenaga dan emosi.
Shalahudi mengaku dirinya sempat dinyatakan tidak lolos beasiswa tugas akhir dan mengalami kesulitan saat penyusunan materi hingga proses coding. Namun, tantangan tersebut kini berhasil terlewati karena rasa dedikasi yang tinggi terhadap kebudayaan daerah.
“Saya memilih Tari Topeng Kaliwungu karena tarian ini memiliki cerita historis yang menarik dari seorang bapak dengan kehidupan yang sederhana. Selain telah ditetapkan menjadi Warisan Budaya Takbenda (WBTB), saya juga ingin menjaga pakem klasik tarian ini agar tidak hilang dimakan zaman, sekaligus bisa dijadikan arsip negara atau dokumenter dari historis Tari Topeng Kaliwungu ini,” pungkasnya.
Sebagai bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat, Shalahudi Iskandar berkomitmen untuk memberikan seluruh dedikasinya kepada masyarakat Kabupaten Lumajang dengan memberikan akses aplikasi Kaliwungu Digi_Lore secara gratis tanpa biaya.
“Karya ini saya dedikasikan penuh untuk masyarakat Kabupaten Lumajang agar semua lapisan masyarakat dapat mengaksesnya secara gratis dan mempermudah mereka mempelajari budaya lokalnya sendiri. Semoga ke depannya dapat digunakan dengan baik dan pengembangan seni terus dilakukan,” harap Shalahudi.
Lahirnya inovasi-inovasi baru yang menyentuh seni budaya lokal Indonesia menunjukkan adanya komitmen nyata dari UM untuk terus melestarikan budaya sebagai ikon bangsa.
Kampus ini membuktikan tidak hanya dapat mencetak mahasiswa berprestasi saja, melainkan juga melahirkan generasi yang peduli, bertanggung jawab, dan siap mengabdi kepada masyarakat. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




