KORIDOR 1: Peluncuran bus Trans Jatim koridor 1 Malang Raya pada November 2025 silam. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POS – Melintasi wilayah Malang Selatan menuju Kota Malang, operasional bus Trans Jatim Koridor 2 disiapkan meluncur pada 12 Oktober 2026, dengan anggaran P-APBD Rp10 miliar, meski rute pasti dan penolakan sopir angkot masih terus dimatangkan.
Rute bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya hingga kini masih belum dipastikan. Terdapat wacana rute dimulai dari Terminal Arjosari, sementara opsi lain menyebut rute berawal dari Terminal Hamid Rusdi, Kota Malang, menuju Kepanjen melalui Bululawang hingga Gondanglegi.
“Trans Jatim itu program Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, Dishub Kota Malang hanya sebagai fasilitator,” ujar Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra saat dikonfirmasi Malang Post di Mini Block Office.
Menurut Widjaja, Rute bus Trans Jatim terus dimatangkan karena transportasi massal tersebut direncanakan beroperasi mulai Oktober 2026.
Melansir dari situs resmi DPRD Jatim (dprd.jatimprov.go.id), DPRD Jatim bersama Dishub Jatim sedang mematangkan operasional bus Trans Jatim Koridor 2 Malang Raya. Peluncurannya dijadwalkan pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur, guna memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Malang Selatan.
Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Jawa Timur Abdul Halim usai menggelar rapat koordinasi bersama Dishub Jatim dan sejumah organisasi perangkat daerah (OPD) mitra kerja di Ruang Komisi D DPRD Jatim, Kamis (2/7/2026). Rapat tersebut membahas Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Jatim Tahun Anggaran 2025.
“Trans Jatim Malang Raya Koridor 2 meliputi wilayah Malang Selatan. Insyaallah akan diluncurkan bersamaan dengan peringatan Hari Jadi Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 12 Oktober mendatang. Persiapannya terus dimatangkan,” ujar politikus Partai Gerindra tersebut.

Widjaja Saleh Putra, Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Abdul Halim menambahkan, Trans Jatim Koridor 2 diharapkan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi masyarakat Malang Selatan. Sebab, rute yang dilalui mencakup berbagai objek wisata, pelabuhan perikanan, hingga tempat pelelangan ikan milik Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jatim.
“Khusus untuk mendukung operasional Trans Jatim Malang Raya Koridor 2, dialokasikan anggaran melalui Perubahan APBD Jawa Timur Tahun 2026 sebesar Rp10 miliar, karena operasionalnya berlangsung selama tiga bulan, yakni Oktober hingga Desember,” jelasnya.
Jaringan Trans Jatim di wilayah Malang Raya sendiri dirancang memiliki tiga koridor. Koridor 1 dengan rute Malang–Batu telah beroperasi sejak November 2025. Sementara Koridor 2 yang menghubungkan Kabupaten Malang bagian selatan dengan Kota Malang akan mulai beroperasi pada 12 Oktober 2026.
“Untuk Koridor 3 Malang Raya kemungkinan beroperasi tahun depan bersamaan dengan pengembangan Trans Jatim wilayah Pasuruan,” imbuhnya.
Pemprov Jatim juga merencanakan pengembangan layanan Trans Jatim di lima wilayah Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil). Rencana itu mengacu pada hasil feasibility study yang dilakukan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa), dengan realisasi yang disesuaikan pada kemampuan fiskal daerah. Guna mendukung pengembangan jaringan transportasi tersebut, DPRD Jatim tengah menyiapkan payung hukum berupa Peraturan Daerah (Perda) tentang Transportasi Publik Terintegrasi.
Sementara itu, terkait peluncuran angkutan pengumpan (feeder) penunjang bus Trans Jatim di Kota Malang, Kadishub Kota Malang Widjaja menyampaikan pengadaannya masih terus dimatangkan dengan skema alokasi anggaran dari Pemprov Jatim.
“Anggarannya kalau untuk pengadaan armada baru sebagai feeder mungkin cukup untuk 10 unit. Namun, apabila memanfaatkan angkutan kota (angkot) Kota Malang, jumlahnya bisa lebih banyak,” jelas Widjaja.
Terkait program angkot sebagai transportasi pelajar, Widjaja menyebut saat ini masih menunggu audit koperasi yang menaungi angkot. Dari empat koperasi angkot yang ada, baru satu koperasi yang dinyatakan layak.
“Harapan saya, program ini secepatnya berjalan. Sebab, anggarannya sudah ada,” tegas Widjaja.
Di sisi lain, rencana pengoperasian bus Trans Jatim Koridor 2 ini masih mendapat penolakan dari para sopir angkot Kota Malang yang menolak kehadiran rute baru tersebut. (*/Eka Nurcahyo)




