KALAH-LOLOS: Arema FC Women (kostum warna putih) harus mengakui keunggulan Mojang Priangan U-15, dalam Hydroplus Soccer League 2025/2026, Kamis (9/7/2026) pagi di Kudus. (Foto: Istimewa)
MALANG POST – Tim sepak bola putri Arema FC Women U-15, dipaksa mengakui keunggulan Mojang Priangan U-15 asal Regional Bandung, dengan skor telak 0-3 pada pertandingan ketiga fase grup yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Kamis (9/7/2026) pagi. Kendati kehilangan poin penuh dalam perebutan status juara grup ini, skuad Ongis Kodew muda tetap berhak melaju ke babak semifinal berbekal koleksi enam poin dari tiga laga yang telah dilakoni.
Turnamen dengan jadwal yang padat itu selalu menguras energi. Di sinilah kedalaman skuad sebuah tim diuji. Ketika fisik pemain mulai terkuras, pelatih harus berani mengambil keputusan ekstrem: melakukan rotasi. Taruhannya bisa kehilangan poin, tapi itu harus diambil demi napas tim di babak yang lebih krusial.
Pilihan sulit itulah yang baru saja dihadapi oleh Arema FC Women U-15 dalam gelaran Hydroplus Soccer League 2025/2026. Melakoni laga ketiga fase grup di lapangan Kudus, Kamis (9/7/2026) pagi ini, langkah bersih mereka akhirnya terganjal.
Menghadapi musuh bebuyutan, Mojang Priangan U-15 asal Regional Bandung, skuad Ongis Kodew muda kalah telak 0-3. Impian untuk mengunci status juara grup pun melayang.
Pelatih Arema FC Women U-15, Nanang Habibi, tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Pelatih yang akrab disapa Coach Pepe itu mengakui hasil pertandingan pagi ini kurang beruntung.
“Sebenarnya di pertandingan ketiga ini kami tetap mengejar target kemenangan. Namun sayang, hasilnya kurang beruntung. Mungkin memang belum rezekinya di laga pagi hari ini,” ujar Nanang.
Mengapa bisa kalah mencolok? Nanang membeberkan dapurnya. Menghadapi wakil Bandung, ia sengaja merombak barisan pertahanan. Strategi rotasi dijalankan. Beberapa pilar utama diistirahatkan agar kondisinya bugar saat babak semifinal nanti. Di menit awal, Nanang hanya menyisakan Lintang dan Kezia sebagai pemain inti yang mengawal lini belakang.
Sialnya, rencana itu berantakan di tengah jalan. Kezia mendadak dihantam cedera. Pincangnya lini belakang langsung berimbas domino. Aliran bola terganggu, dan support system di lini tengah ikut-ikutan kurang maksimal.
Meski kalah di laga penutup grup, Arema tetap tersenyum. Tiket babak semifinal sudah aman di dalam saku. Total enam poin dari dua kemenangan di laga awal sudah cukup meloloskan mereka dari fase grup. Target awal manajemen terpenuhi.
Bagi Nanang, grafik permainan anak asuhnya sebenarnya terus naik. Ia mencontohkan performa luar biasa di laga kedua kemarin. Setelah dievaluasi pasca-laga pembuka yang kaku, para pemainnya tampil jauh lebih berkembang.
“Di pertandingan kedua anak-anak terlihat bermain lebih lepas. Dari hasil evaluasi pertandingan pertama, kami menilai mereka masih kurang berani menguasai bola secara organisasi. Namun di laga kedua, perkembangan mereka sangat baik. Bermain lebih tenang, berani mengalirkan bola, serta organisasi menyerang, transisi, dan bertahan berjalan dengan baik. Mereka juga berani melakukan spekulasi tembakan dari luar kotak penalti,” urai Nanang panjang lebar.
Kini, fokus Arema FC Women U-15 langsung beralih ke babak hidup mati. Waktu istirahat yang mepet akan dipakai untuk memulihkan kondisi fisik. Tiga pertandingan berturut-turut jelas membuat otot-otot para pesepak bola belia ini kelelahan.
Malam ini, tim kepelatihan bakal berkumpul di ruang evaluasi. Membedah rekaman tiga pertandingan, sambil mengintip peta kekuatan calon lawan di grup sebelah yang masih menghitung rapor juara grup dan runner-up.
“Siapa pun lawannya, insyaallah kami siap,” tegas Nanang.
Amunisi mental kini jadi fokus utama yang disuntikkan ke kepala para pemain. Target tim belum berubah: menembus partai puncak. Laga pagi ini sudah dilupakan. Pintu semifinal sudah terbuka, sekarang tinggal bagaimana Ongis Kodew muda menyiapkan nyali untuk bertarung memperebutkan tiket ke final. (M. Abd. Rachman. Rozzi)




