MALANG POST – Kontingen Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Kota Batu memulai perjuangannya di tingkat Jawa Timur dengan hasil menggembirakan. Pada pertandingan cabang renang, Selasa (30/6/2026), atlet putri jenjang SD berhasil meraih juara 2 nomor gaya kupu-kupu sekaligus menyabet Juara Harapan 3 kategori perenang terbaik Jawa Timur. Hasil itu menjadi pembuka yang mengangkat optimisme kontingen untuk menghadapi cabang olahraga lainnya.
Setiap kontingen selalu membutuhkan pemecah kebuntuan. Kota Batu mendapatkannya dari kolam renang. Medali pertama akhirnya datang. Bukan sekadar menambah koleksi prestasi, tetapi juga mengangkat kepercayaan diri seluruh atlet yang masih melanjutkan perjuangan di O2SN Jawa Timur 2026.
Awal manis itu dipersembahkan atlet renang putri Kota Batu yang finis sebagai Juara 2 nomor gaya kupu-kupu jenjang SD. Penampilan impresifnya belum berhenti di sana. Atlet tersebut juga dinobatkan sebagai Juara Harapan 3 kategori perenang terbaik tingkat Jawa Timur.
Raihan tersebut menjadi suntikan semangat bagi kontingen Kota Batu yang masih bertanding di sejumlah cabang olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menyampaikan apresiasi atas perjuangan atlet, pelatih, dan dukungan orang tua yang mengantarkan prestasi perdana tersebut.
“Alhamdulillah, ini awal yang sangat positif. Prestasi di cabor renang putri pada Selasa (30/6/2026) membuktikan pembinaan atlet usia dini di Kota Batu berjalan di jalur yang tepat. Kami bangga atas kerja keras anak-anak, pelatih, dan dukungan luar biasa dari orang tua,” ujarnya saat mendampingi atlet di Surabaya.
Menurut Alfi, medali perdana itu diharapkan menjadi pemantik semangat bagi atlet Kota Batu yang masih akan berlaga di cabang olahraga lainnya.

NAIK PODIUM: Salah satu atlet Kota Batu yang berlaga di O2SN tingkat Jatim berhasil meraih peringkat ke dua cabor renang gaya kupu-kupu. (Foto: Istimewa)
Pada O2SN Jawa Timur 2026, Dinas Pendidikan Kota Batu mengirim atlet terbaik dari jenjang SD dan SMP. Setiap cabang olahraga diwakili dua atlet, masing-masing satu putra dan satu putri.
Untuk jenjang SD, Kota Batu mengikuti empat cabang olahraga, yakni renang, pencak silat, atletik, dan bulutangkis. Sementara pada jenjang SMP, kontingen tampil di lima cabang, yaitu panjat tebing, renang, pencak silat, atletik, dan bulutangkis.
Alfi menilai peluang menambah medali masih terbuka lebar. Beberapa cabang olahraga yang belum menyelesaikan pertandingan dinilai memiliki potensi memberikan hasil terbaik.
“Kompetisi masih berjalan. Peluang kita di cabor lain seperti pencak silat, atletik, bulutangkis, hingga panjat tebing tingkat SMP masih sangat terbuka. Fokus kami sekarang menjaga mental bertanding anak-anak agar tetap prima, percaya diri, dan optimistis,” katanya.
Alfi menegaskan, O2SN bukan semata ajang mengejar medali. Kompetisi ini juga menjadi ruang pembentukan karakter melalui sportivitas, disiplin, kerja keras, dan mental bertanding yang sehat.
Karena itu, seluruh atlet diminta tampil maksimal tanpa melupakan nilai-nilai olahraga.
“Anak-anakku adalah duta Kota Batu. Bertandinglah dengan penuh percaya diri, tunjukkan kemampuan terbaik, jaga kekompakan, dan junjung tinggi sportivitas. Prestasi penting, tetapi karakter yang baik jauh lebih utama,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada para pelatih, guru pembina, dan orang tua yang terus mendampingi proses pembinaan hingga para atlet mampu mewakili Kota Batu di tingkat provinsi.
Ajang O2SN Jawa Timur 2026 berlangsung pada 29 Juni hingga 2 Juli 2026 di sejumlah venue di wilayah Surabaya Raya. Dinas Pendidikan Kota Batu memastikan akan terus mendampingi seluruh rangkaian pertandingan hingga selesai dengan harapan kontingen mampu menambah koleksi medali sekaligus mengharumkan nama Kota Batu di tingkat Jawa Timur. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




