MALANG POST – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) mulai bergulir di Kota Batu. Sebanyak 200 rumah milik masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapat alokasi bantuan dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), masing-masing senilai Rp20 juta. Program itu tak hanya menyasar perbaikan rumah, tetapi juga diperkuat dengan sertifikasi tanah gratis dan akses pembiayaan usaha agar kesejahteraan penerima manfaat ikut meningkat.
Rumah yang layak belum tentu cukup mengubah hidup. Karena itu, pemerintah ingin memperbaiki dua hal sekaligus: tempat tinggal dan kekuatan ekonomi penghuninya. Gagasan itu mulai dijalankan melalui Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di Kota Batu.
Tahun ini, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengalokasikan 200 unit BSPS bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di tiga kecamatan di Kota Batu. Masing-masing penerima memperoleh bantuan Rp20 juta untuk memperbaiki rumahnya.
Salah satu penerima manfaat adalah Suharminingsih, warga Jalan Dewi Sartika RT 003 RW 009, Kelurahan Temas, Kecamatan Batu. Sejumlah calon penerima lainnya juga telah lolos verifikasi administrasi dan lapangan.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan pemerintah terus mempercepat pembangunan rumah layak huni melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah. Peningkatan kuota BSPS tahun ini, menurutnya, menunjukkan komitmen pemerintah yang semakin besar.
“Kenaikannya luar biasa. Tahun lalu di Jawa Timur hanya 4.165 unit, tahun ini menjadi 33 ribu unit. Naik 692 persen,” ujar Maruarar usai mengunjungi rumah Suharminingsih bersama Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan Hashim Djojohadikusumo, Rabu (1/7/2026).
Program tersebut tidak berhenti pada renovasi rumah. Pemerintah juga menyiapkan sertifikasi tanah gratis bagi MBR yang belum terjangkau program Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, khususnya melalui Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).
“Ini program yang sangat pro-rakyat. Bukan hanya rumah yang dibedah, tapi juga ada sertifikasi tanah gratis untuk MBR,” katanya.

PAPARKAN: Menteri PKP, Maruarar Sirait (Ara) saat memaparkan peta penerima BSPS kepada Ketua Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Hashim Djojohadikusumo di Kelurahan Temas Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Maruarar menegaskan, rumah yang telah diperbaiki harus diikuti dengan peningkatan kemampuan ekonomi keluarga. Tanpa itu, rumah yang telah direnovasi berpotensi kembali tidak terawat.
Pemerintah menyiapkan dua pilihan pembiayaan. Pertama melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) dengan bunga yang disebut turun dari 22 persen menjadi 8 persen. Kedua melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan di bawah Rp100 juta tanpa agunan, dengan bunga sekitar 0,5 persen per bulan atau setara 6 persen per tahun.
“Ada dua solusi, bisa memakai PNM atau KUR Perumahan. Targetnya jelas, masyarakat berpenghasilan rendah. Jadi jangan hanya membangun atau merenovasi rumah, tetapi juga membangun ekonominya,” tegasnya.
Maruarar mencontohkan kondisi rumah Suharminingsih yang memang membutuhkan perbaikan. Namun, keberhasilan program, menurutnya, bukan hanya diukur dari perubahan fisik bangunan, melainkan juga meningkatnya kesejahteraan keluarga penerima.
“Kalau rumahnya diperbaiki tetapi ekonominya tidak diperkuat, dikhawatirkan akan kumuh lagi. Indikator keberhasilan program ini adalah rumah yang semula tidak layak huni menjadi layak huni, dan penghuninya juga lebih sejahtera,” ujarnya.
Ia juga menyebut pelaksanaan BSPS tahun ini lebih cepat dibandingkan tahun lalu. Jika pada 2025 program baru berjalan pada September, kini sudah dimulai sejak Mei.
Sementara itu, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo mengatakan program bedah rumah akan diperkuat dengan sertifikasi tanah gratis sebagai bentuk perlindungan aset masyarakat kecil. Pemerintah menargetkan 2 juta kepala keluarga setiap tahun menerima sertifikat tanah gratis, terutama bagi kelompok MBR.
“Pemerintah, dalam hal ini Menteri Agraria, sudah mulai memberikan sertifikat gratis,” katanya.
Hashim mengapresiasi dukungan Kementerian PKP dan Pemerintah Kota Batu terhadap program tersebut. Menurutnya, program ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang belum memiliki hunian layak.
“Saya senang ada program yang terbuka, bersih, dan jujur sehingga benar-benar bisa dinikmati masyarakat. Kalau ada kekurangan, sampaikan kepada kami. Kalau di sini sukses, ini bisa menjadi contoh yang baik bagi daerah lain,” tegasnya.
Hashim berjanji akan kembali ke Kota Batu untuk melihat hasil renovasi rumah Suharminingsih.
“Saya berharap pada 10 Oktober nanti ketika rumah ini selesai, saya bisa kembali lagi ke sini untuk melihat hasilnya,” pungkasnya. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




