Farid Faletehen, Kepala OJK Malang. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
MALANG POST – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang mengingatkan masyarakat agar hati-hati dan lebih waspada. Karena angka korban penipuan di Malang sangat tinggi.
Berdasarkan data pengaduan yang masuk ke OJK Malang, hingga April 2026 lalu sudah sebanyak 1.385 pengaduan atau naik 60 persen dibanding tahun lalu. Dari angka ini 25 persennya ternyata penipuan.
“Di Pasuruan dan sebagian ada di Malang, itu ada penipuan investasi Rp 3,6 miliar. Sistemnya pakai member get member, dan biasanya yang dimanfaatkan adalah tokoh-tokoh masyarakat, termasuk para guru,” ungkap Farid Faletehan, Kepala OJK Malang, Selasa (30/6/2026).
Investasi penipuan itu, lanjut Farid, sudah dilaporkan ke OJK dan kini sudah ditutup. “Jadi bapak dan ibu, apabila ada yang menawarkan investasi atau apapun jangan mudah terpengaruh. Jadi ini sangat riskan sekali karena saat ini penipuan begitu marak sekali,” kata Farid.
Farid pun mengungkapkan tren baru penipuan yang kini marak dengan modus memanfaatkan toko-toko online. Hampir setiap hari, pengaduan penipuan seperti ini masuk ke OJK. Karena itu, Farid berpesan agar masyarakat tidak mudah memberi nomor rekening bank dan nomor PIN kepada siapapun. “Karena itu jika ada penelepon minta nomor rekening dan PIN jangan diberi. Bank itu tidak pernah meminta PIN,” pesan Farid.
Pesan Farid ini disampaikan pada acara program ‘Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) dan Rajin Menabung (Rabu)’ di Satuan Pendidikan Kabupaten Malang. Acara digelar di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Selasa (30/6/2026), dengan dihadiri Bupati Malang, HM Sanusi, para guru dan siswa SD/SMP/MI/MTs, serta para pejabat terkait. (Eka Nurcahyo)




