SALAM SUBUH: Bupati Malang, HM Sanusi, saat memberikan sambutan dalam momen Suling putaran ke-5 di Masjid Nurul Ikhlas, Dusun Gading, Desa Gadingkembar, Kecamatan Jabung. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
MALANG POST – Bupati Malang, HM Sanusi, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Malang, kembali menggelar program Safari Shalat Subuh Keliling (Suling) putaran ke-5 di Masjid Nurul Ikhlas, Dusun Gading, Desa Gadingkembar, Kecamatan Jabung, Minggu (28/6/2026) pagi. Agenda taktis keagamaan yang dihadiri Ketua DPRD Darmadi hingga jajaran BEM Malang ini, sengaja digulirkan sebagai instrumen pembangunan batiniah masyarakat, sekaligus mendekatkan berbagai pelayanan publik gratis mulai dari pengurusan adminduk hingga pemeriksaan kesehatan di tingkat desa.
Mengurus daerah itu tidak bisa hanya sibuk membangun infrastruktur fisik. Tidak boleh hanya mengejar target jembatan beton atau gedung-gedung dinas yang megah. Jika jiwanya kosong, tatanan masyarakat bisa rapuh.
Harus ada keseimbangan. Pembangunan lahiriah dan batiniah wajib berjalan beriringan.
Rumus keseimbangan hidup itulah yang dibawa oleh Bupati Malang, H. M. Sanusi. Minggu subuh (28/6/2026), saat udara Jabung masih menusuk tulang, Sanusi sudah berada di barisan saf depan Masjid Nurul Ikhlas, Dusun Gading, Desa Gadingkembar. Ini adalah Safari Shalat Subuh Keliling—populer disebut Suling—putaran kelima.
Rombongan birokrasi yang ikut tidak main-main. Di belakang bupati ada Ketua DPRD Kabupaten Malang Darmadi, Ketua TP PKK Anis Zaidah Sanusi, para Kepala Perangkat Daerah, jajaran Ketua MUI, Baznas, DMI, Forkopimcam Jabung, tokoh agama, hingga anak-anak muda dari organisasi BEM Malang. Komplet.

SAYURAN: Seusai Suling, Bupati Sanusi menyempatkan bertemu masyarakat Dusun Gading, sembari membagikan hasil pertanian. (Foto: Prokopim Sekda Kab Malang)
Bagi Sanusi, forum Suling ini bukan sekadar urusan ritual ibadah formalitas. Ada misi besar kebangsaan di dalamnya. Tanpa keseimbangan batin, manusia mudah kehilangan kendali diri. Akibatnya buruk: bisa mengancam kedamaian kehidupan bertetangga.
Dari mimbar masjid, Sanusi menyoroti tantangan zaman modern. Dia meminta masyarakat cerdas melawan gempuran berita bohong (hoax) dan menghargai perbedaan. Fokus utamanya: mendesak penguatan karakter generasi muda.
“Pendidikan karakter sangatlah penting bagi generasi muda. Karena pintar saja tidak cukup, tetapi juga harus dibarengi dengan budi pekerti yang baik,” tegas Sanusi.
Siasat pembangunan yang ditawarkan Sanusi dimulai dari tatanan iman yang kokoh di tingkat akar rumput. Dari iman yang baik, kebaikan kolektif akan lahir. Pemkab Malang pun membeberkan bukti realisasi program “Malang MAKMUR”. Mulai dari kucuran bantuan operasional masjid, proyek jalan mulus antardesa, santunan anak yatim, hingga jaminan berobat gratis bagi warga prasejahtera.
Sanusi mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada warga yang istikamah menghidupkan majelis zikir dan selawat. Tradisi langit inilah yang diyakini menjaga Kabupaten Malang tetap aman. “Insyaallah Allah SWT tidak akan menurunkan musibah dan kesulitan kepada kita semuanya,” tandasnya.
Hebatnya program Suling zaman sekarang: urusan akhirat didapat, urusan duniawi didekatkan.
Begitu jamaah melangkah keluar dari pintu masjid, pelataran langsung disulap menjadi pusat pelayanan publik. Ada pemeriksaan kesehatan gratis dari UPT Puskesmas Jabung. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil juga menerjunkan program “Suling Sakti Adminduk” untuk mengurus kartu identitas warga secara terintegrasi di tempat.
Tidak ketinggalan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan menggelar bazar sembako murah. Suasana kian meriah karena ada aksi pembagian sayuran segar secara gratis untuk ibu-ibu yang hadir.
Shalat subuhnya berjamaah, urusan dokumen kependudukannya beres, pulangnya membawa sayur gratis. Siasat birokrasi gaya Suling ini terbukti efektif merekatkan hati rakyat dengan pemimpinnya. (PKP / Ra Indrata)




