MALANG POST – Polemik hasil Olimpiade Sains Nasional (OSN) Kota Batu, menjadi perbincangan luas, setelah unggahan di media sosial menuding Dinas Pendidikan (Disdik), lalai mengunggah administrasi peserta sehingga tak satu pun siswa lolos ke tingkat Provinsi. Disdik membantah tudingan tersebut dan menegaskan seluruh persyaratan telah dipenuhi sesuai prosedur, sembari menunggu penjelasan resmi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Jagat media sosial dibuat riuh setelah muncul tudingan bahwa kelalaian administrasi Dinas Pendidikan Kota Batu, menjadi penyebab tidak adanya peserta asal Kota Batu yang lolos ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi.
Isu itu mencuat dari unggahan akun Threads @indah_sulistiyowati23 yang viral pada Sabtu (27/6/2026). Dalam unggahannya disebutkan, kelalaian Disdik telah “mengubur mimpi” para siswa yang selama berbulan-bulan mempersiapkan diri menghadapi ajang bergengsi tersebut.
Unggahan itu segera memancing reaksi warganet. Maklum, OSN merupakan kompetisi prestisius yang menjadi pintu bagi pelajar berprestasi untuk melangkah ke jenjang yang lebih tinggi.
Disdik Kota Batu pun langsung memberikan klarifikasi. Mereka membantah keras adanya kelalaian administrasi.
Kepala Bidang SMP Disdik Kota Batu, Cahyawisesa Sri Rama Atmaja, menegaskan seluruh persyaratan telah diunggah melalui aplikasi resmi OSN, mulai tautan video, berita acara hingga dokumen pendukung lainnya.
“Semua sudah kami unggah sesuai ketentuan. Kami memiliki bukti unggah dan seluruh persyaratan di sistem juga sudah tercentang lengkap,” ujarnya.

Pria yang akrab disapa Sesa itu menjelaskan, apabila terdapat dokumen yang kurang atau bermasalah, sistem maupun panitia pusat seharusnya memberikan notifikasi kepada daerah. Namun, hingga seluruh tahapan administrasi berakhir, tidak pernah ada pemberitahuan mengenai kekurangan berkas.
“Kalau memang ada kekurangan, pasti ada pemberitahuan dari penyelenggara. Faktanya, kami tidak pernah menerima informasi bahwa dokumen peserta Kota Batu bermasalah,” tegasnya.
Persoalan justru muncul ketika hasil seleksi OSN tingkat Provinsi diumumkan pada Jumat (26/6/2026). Saat daftar peserta yang lolos dirilis, tidak satu pun nama siswa asal Kota Batu tercantum.
Kondisi itu membuat Disdik langsung melakukan pengecekan internal sekaligus berkoordinasi dengan panitia dan operator OSN.
“Kami juga kaget saat hasil keluar. Kok tidak ada nama peserta asal Kota Batu. Karena itu kami langsung melakukan penelusuran,” katanya.
Menurut Sesa, komunikasi dengan Kemendikdasmen sebenarnya telah dilakukan sejak Jumat, bahkan sebelum persoalan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.
“Bahkan sebelum kami dikirimi unggahan dari Threads, saya sudah mencoba berkomunikasi dengan kementerian. Kami juga bertanya-tanya mengapa data siswa tidak muncul,” jelasnya.
Namun, karena bertepatan dengan akhir pekan, respons dari pemerintah pusat belum maksimal. Hingga Sabtu malam, jawaban yang diterima Disdik masih sebatas bahwa persoalan tersebut sedang dalam proses pengecekan.
Sesa juga mengungkapkan, kondisi serupa ternyata tidak hanya dialami Kota Batu. Sekitar 12 kabupaten/kota lain disebut menghadapi persoalan yang sama. Karena itu, dugaan adanya kendala teknis pada sistem maupun proses rekapitulasi di tingkat pusat tidak dapat dikesampingkan.
“Ini bukan hanya dialami Kota Batu. Ada sekitar 12 daerah yang juga mengalami hal yang sama. Karena itu, provinsi juga ikut mendorong kementerian agar segera memberikan penjelasan,” ungkapnya.
Kepala Disdik Kota Batu, Alfi Nurhidayat, meminta peserta OSN dan orang tua siswa tetap tenang serta tidak terburu-buru menyimpulkan penyebab persoalan tersebut. Disdik, kata dia, masih terus berkoordinasi dengan Kemendikdasmen untuk memperoleh kejelasan.
Alfi kembali menegaskan seluruh tahapan administrasi telah dijalankan sesuai prosedur.
“Mohon bersabar. Kami terus berupaya berkoordinasi dengan teman-teman di pusat,” ujarnya.
Menurut Alfi, fokus Disdik saat ini bukan mencari siapa yang benar atau salah, melainkan memperoleh penjelasan resmi dan kepastian tindak lanjut dari penyelenggara pusat.
“Kami tidak ingin mencari salah dan benar. Yang kami butuhkan adalah penjelasan yang jelas dan tindak lanjut untuk OSN Kota Batu ini,” tegasnya.
Disdik berharap polemik tersebut segera menemukan titik terang sehingga lima peserta terbaik pada setiap mata pelajaran tetap dapat ditetapkan sebagai wakil Kota Batu menuju OSN tingkat Provinsi (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




