MALANG POST – Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Provinsi Jawa Timur melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Malang mengebut proyek pemasangan pagar pengaman di Jembatan Cangar I dan II, Kota Batu, yang ditargetkan rampung akhir Juni 2026. Langkah taktis preventif ini diambil setelah progres fisik menyentuh angka 70 persen, sebagai respons cepat pemerintah untuk mendongkrak aspek keselamatan sekaligus menangkal terulangnya aksi nekat bunuh diri di jalur penghubung strategis Kota Batu-Kabupaten Mojokerto tersebut.
Membangun infrastruktur itu bukan sekadar urusan memuluskan aspal atau mempercantik estetika bentang beton.
Ada kalanya, urusan keselamatan nyawa manusia harus ditempatkan di atas segalanya. Jauh lebih mendesak. Apalagi jika sebuah jembatan telanjur dicap sebagai lokasi rawan aksi tragis.
Itulah yang kini sedang dikerjakan secara maraton oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur di perbatasan Kota Batu.
Mereka sedang mengebut proyek penting: pemasangan pagar pengaman di Jembatan Cangar I dan II. Proyek kemanusiaan ini ditargetkan harus rampung total pada akhir Juni 2026 ini.
Pekerjaan di lapangan dikoordinasi langsung oleh Dinas PU Bina Marga Jatim melalui Unit Pelaksana Teknis Pengelolaan Jalan dan Jembatan (UPT PJJ) Malang. Hasilnya mulai terlihat. Nyata.

PENGAMAN: Pemasangan pagar pengaman di Jembatan Cangar l dan ll terus dikebut, akhir Juni ini ditargetkan pengerjaan rampung. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kepala UPT PJJ Malang, Aryo Yudhanto Wijokongko, mengungkapkan bahwa pasukannya sudah bekerja keras hingga progres fisik pemasangan pagar telah menyentuh angka 70 persen. Sejumlah cetakan struktur utama sudah berdiri kokoh.
“Kami optimistis seluruh pemasangan pagar pengaman di Jembatan Cangar I dan II dapat diselesaikan paling lambat akhir Juni,” tegas Aryo.
Bagi Aryo, proyek ini adalah langkah preventif mutlak. Jalur Cangar ini bukan jalur sepi. Ini adalah urat nadi penghubung penting antara Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto.
Mobilitas kendaraannya sangat tinggi. Terutama saat akhir pekan atau musim liburan panjang tiba. Ini jalur favorit para wisatawan yang ingin menikmati hawa dingin pegunungan.
Lalu, seperti apa bentuk pagarnya
Koordinator Wilayah Kota Batu UPT PJJ Malang, Yoshua, membeberkan detail teknisnya. Pagar besi yang dipasang dirancang tidak main-main. Tingginya mencapai 2,5 meter. Pagar raksasa ini membentang panjang di kedua sisi jembatan.
Desain tinggi ini sengaja dipilih demi memberikan perlindungan maksimal bagi pengguna jalan. Sekaligus—ini yang paling penting—menutup rapat ruang gerak bagi siapa pun yang punya niat buruk.
“Selain meningkatkan rasa aman, keberadaan pagar juga diharapkan dapat mencegah aksi nekat seperti yang pernah terjadi sebelumnya,” jelas Yoshua.
Harus diakui, langkah kilat pemerintah ini dipicu oleh sejarah kelam di lokasi tersebut. Dua peristiwa tragis terjadi dalam waktu berdekatan di atas jembatan kembar ini.
Pertama, pada 31 Maret 2026, seorang pemuda asal Mojokerto ditemukan tewas mengenaskan di dasar jurang.
Tak lama setelah itu, kejadian serupa terulang. Seorang pemuda asal Lumajang juga ditemukan tak bernyawa setelah melompat dari titik yang sama.
Rentetan horor itulah yang membuat Jembatan Kembar Cangar mendadak jadi sorotan nasional.
Pemprov Jatim pun sadar, mereka tidak boleh abai. Birokrasi harus bergerak cepat agar lokasi indah ini tidak berubah menjadi titik pencabut nyawa di masa depan.
Kini, dengan sisa waktu beberapa hari menuju akhir Juni, pagar besi setinggi 2,5 meter itu akan segera mengurung seluruh sisi jembatan. Jalur Cangar tidak hanya akan nyaman dilalui, tapi juga jauh lebih aman.
Pemerintah sudah modal besar membangun pagar, sekarang tinggal masyarakat ditantang: bisa tidak ikut menjaga fasilitas umum ini dan tidak merusaknya? Nyawa manusia taruhannya. (Ananto Wibowo / Ra Indrata)




