Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
MALANG POST – Manajemen Jatim Park Group mengeluarkan peringatan keras, kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, menyusul temuan situs tidak resmi atau palsu bermodus penjualan tiket, yang mengatasnamakan perusahaan pengelola destinasi wisata terbesar di Indonesia tersebut. Langkah antisipatif yang dikonfirmasi langsung oleh Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, di Kota Batu, Jumat (19/6/2026) hari ini, sengaja diledakkan demi melindungi jutaan calon wisatawan dari potensi kerugian finansial akibat transaksi ilegal di kanal tiruan jelang musim libur panjang sekolah.
Zaman digital ini memang bikin segalanya jadi mudah. Mau beli apa saja tinggal klik di layar gawai. Termasuk urusan beli tiket wisata. Tapi, kemudahan ini juga disukai oleh para bajingan digital. Mereka pintar membuat jebakan batman. Membikin situs tiruan yang tampilannya mirip sekali dengan yang asli. Tujuannya satu: menguras isi dompet Anda yang kurang teliti.
Penyakit tipu-tipu digital inilah yang kini sedang dikepung oleh manajemen Jatim Park Group di Kota Batu.
Menjelang tibanya musim libur panjang sekolah, sebuah situs mencurigakan mendadak muncul di jagat maya. Alamatnya: jtpgroup.ltd. Sekilas pandang, penampilannya menipu mata. Identitas dan logonya dibuat sangat mirip dengan milik Jatim Park Group. Padahal, manajemen menegaskan dengan sekai ketukan palu: situs itu seratus persen palsu. Bukan bagian, apalagi afiliasi resmi dari raksasa wisata tersebut.
Temuan ini jelas bikin cemas. Kalau dibiarkan liar, bisa memicu kebingungan publik. Wisatawan yang tergiur iming-iming promo atau diskon murah di situs bodong itu bisa langsung mentransfer uangnya. Hasilnya? Zonki. Tiket tidak bisa diverifikasi, uang melayang, rencana liburan keluarga pun berantakan.
Maka, manajemen langsung pasang barikade. Semua informasi valid soal wahana, harga tiket, hingga keluhan pengunjung hanya dikeluarkan lewat pintu resmi. Pintu itu bernama website jtp.id, platform penjualan ticket.jtp.id, serta akun media sosial resmi yang sudah centang biru alias terverifikasi.
Manager Marketing and Public Relations Jatim Park Group, Titik S. Ariyanto, bergerak taktis. Jajarannya kini tengah melakukan penelusuran mendalam. Menyelidiki siapa di balik situs palsu itu untuk diambil tindakan hukum yang diperlukan.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu melakukan pembelian tiket melalui kanal resmi yang telah kami sediakan, baik melalui website Jatim Park Group, platform ticketing resmi, maupun Online Travel Agent (OTA) yang bekerja sama dengan kami seperti Traveloka dan Tiket.com,” tegas Titik, Jumat (19/6).
Logika Titik sederhana: bertransaksi di jalur resmi adalah garansi tunggal agar pembayaran aman dan datanya tercatat di sistem gerbang masuk wahana.
Jatim Park Group juga membuat pernyataan tegas di atas kertas: mereka emoh bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian, transaksi, atau informasi sesat yang dilakukan di luar kanal resmi mereka. Adil.
Tak hanya mengimbau, Jatim Park juga mengajak Aremania dan masyarakat luas untuk ikut menjadi detektif. Jika di media sosial atau grup WhatsApp menemukan ada akun atau situs mencurigakan yang mencatut nama Jatim Park, segera laporkan. Ini urusan keroyokan demi menjaga ekosistem wisata Kota Batu tetap bersih dari nama amis penipuan.
Kewaspadaan adalah kunci utama di era serbadigital ini. Niat mulia ingin membahagiakan anak dan istri saat liburan jangan sampai berubah menjadi dongkol di dada hanya karena kita terburu-buru mengklik tautan palsu. Ingat, sebelum jari Anda menekan tombol transfer, pastikan alamatnya adalah jtp.id. Jangan yang lain. Selamat berlibur dengan aman dan cerdas! (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




