MALANG POST – Jagat media sosial Aremania, sempat digegerkan oleh rumor panas kesepakatan transfer (done deal) penyerang serbabisa asal Brasil, Carlos Franca, untuk memperkuat Arema FC, dalam mengarungi kompetisi Super League musim 2026/2027. Kabar kepindahan striker andalan Persijap Jepara berumur 31 tahun itu, pertama kali ditiupkan oleh akun gosip transfer @transfernews_ft pada Rabu (10/6/2026). Namun, setelah melakukan evaluasi internal yang mendalam terhadap kebutuhan taktis tim, manajemen Arema FC secara mengejutkan memutuskan untuk menghentikan negosiasi dan batal merekrut sang pemain.
Dunia bursa transfer sepak bola kita itu sering kali lucu. Mirip panggung sandiwara. Di media sosial, suporter sudah telanjur bersorak-sorai merayakan kedatangan pemain baru. Sudah ucap selamat datang. Tapi begitu pintu ruang rapat manajemen diketuk, ceritanya bisa berubah total dalam hitungan menit.
Itulah drama mutakhir yang baru saja melanda Bhumi Arema pekan ini.
Singo Edan memang sedang super aktif. Mereka giat berburu pasokan mesin perang baru menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026/2027. Maklum, Arema sedang melakukan perombakan besar-besaran, setelah musim lalu tampil melempem dan gagal memenuhi ekspektasi tinggi Aremania. Banyak pemain lama yang didepak keluar.
Maka, begitu ada nama legiun asing yang moncer sedikit saja, radar suporter langsung menangkap sinyalnya.
Nama yang sempat santer disebut bakal berbaju biru-biru adalah Carlos Franca. Striker asal Brasil.
Musim lalu, Franca adalah roh penting di lini depan Persijap Jepara sepanjang kompetisi 2025/2026. Dia bukan striker manja yang hanya diam menunggu bola di kotak penalti. Franca adalah pemain serbabisa. Dia lincah beroperasi sebagai penyerang tengah, tapi juga sama ganasnya jika digeser ke sektor sayap kiri maupun kanan.
Sumbu rumor ini mendadak meledak menjadi perbincangan liar setelah akun Instagram yang biasa mengulik gosip transfer pemain, @transfernews_ft, mengunggah sebuah informasi, Rabu (10/6/2026) kemarin.
Tulisannya tegas, memakai huruf kapital di depannya: DONE Deal.
Akun itu mengklaim bahwa proses perpindahan sang pemain dari Kota Ukir ke Malang sudah memasuki tahap final.
“Arema FC telah mencapai kesepakatan untuk mendatangkan sayap kiri asing asal Brazil, Carlos França (31), untuk Super League Indonesia musim 2026/2027 mendatang. Carlos França sebelumnya bermain untuk Persijap Jepara Indonesia (1tier) dan telah mencatatkan 10 Gol, 3 Assist dalam 30 Pertandingan,” tulis akun gosip itu meyakinkan.
Aremania langsung merespons positif. Kolom komentar penuh sesak oleh harapan. Mereka mengira manajemen Arema telah berhasil mengamankan tanda tangan penyerang yang kaya pengalaman di iklim sepak bola Indonesia.
“Alhamdulillah semoga gacorr di Arema,” tulis akun @fan41 penuh harap. Suporter lain, @mamad_segaf_fabregas, ikut menimpali: “Mantap pemain yg sudah berpengalaman di liga indonesia.”
Secara profil, Carlos Franca memang bukan pemain kemarin sore. Pemain kelahiran Negeri Samba pada 9 Februari 1995 ini punya CV yang lumayan mentereng. Posturnya tidak terlalu raksasa, hanya 1,73 meter. Tapi kelebihannya ada pada mobilitas yang tinggi, lari yang cepat, dan fleksibilitas taktis di lapangan.
Di Persijap, statistiknya musim lalu juga tidak bisa dibilang jelek. Dari 30 pertandingan di berbagai ajang, dia sukses melesakkan 10 gol dan 3 assist. Kinerganya di lapangan juga disukai pelatih karena etos kerjanya tinggi.
Franca tercatat melahap 2.678 menit bermain sepanjang musim. Angka yang membuktikan bahwa dia adalah pemain utama yang jarang duduk di bangku cadangan.
Bagi Arema yang baru saja kehilangan penyerang-penyerang andalannya, profil Franca di atas kertas tentu adalah solusi instan yang sangat seksi.
Tapi, di sinilah letak plot twist-nya. Drama bermula di titik ini.
Begitu euforia di media sosial memuncak, manajemen Arema FC justru bertindak dingin. Bisik-bisik dari balik dinding Kandang Singa di Mayjen Panjaitan menyebut, manajemen melakukan evaluasi internal yang mendalam. Mereka menghitung ulang skema kebutuhan taktis tim dan kecocokan karakter pemain dengan rencana besar pelatih kepala untuk musim depan.
Kesimpulan rapat manajemen ternyata mengejutkan: Carlos Franca diputuskan tidak sesuai dengan cetak biru skuad yang sedang dibangun.
Manajemen Arema FC resmi mengetok palu untuk tidak melanjutkan proses negosiasi dengan sang pemain. Mereka memilih mundur teratur dari perburuan. Fokus berburu Singo Edan kini langsung dialihkan ke target asing lain yang dianggap lebih pas dan sesuai kebutuhan tim.
Keputusan dingin manajemen ini otomatis langsung memadamkan api rumor yang telanjur membakar lini masa media sosial Aremania selama beberapa hari terakhir. Carlos Franca batal menjadi bagian dari keluarga besar Singo Edan. (Ra Indrata)




