MALANG POST – Hindari kemacetan siang hari di jalur wisata, Dinas PUPR Kota Batu berlakukan sistem kerja malam (20.00–04.00 WIB) untuk proyek trotoar Jalan Abdul Gani senilai Rp1,7 miliar.
Pengerjaan trotoar di Jalan Abdul Gani bawah, Kota Batu, mulai dikebut. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Batu memilih sistem kerja malam untuk proyek tersebut. Langkah ini diambil agar pembangunan tidak menambah kepadatan lalu lintas pada siang hari.
Pekerjaan perdana dimulai Rabu malam (12/8/2026). Alat berat mulai masuk dan menggali sisi kanan Jalan Abdul Gani. Aktivitas proyek dijadwalkan berlangsung setiap hari mulai pukul 20.00 hingga 04.00 WIB.
Kepala Dinas PUPR Kota Batu Esty Dwiastuti mengatakan, pola kerja malam dipilih karena Jalan Abdul Gani merupakan salah satu akses utama yang cukup padat. Kondisi tersebut semakin menjadi perhatian karena sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut juga tengah menjalani pekerjaan konstruksi.
“Mulai tadi malam kami sudah melakukan penutupan pekerjaan karena alat berat sudah datang. Kenapa kami kerjanya malam, karena di situ kan jalan utama, sering macet kalau pagi hingga siang,” ujar Esty, Kamis (13/8/2026).
Menurutnya, penggunaan alat berat saat jam sibuk berpotensi membuat badan jalan semakin menyempit. Kondisi itu dikhawatirkan memicu antrean kendaraan yang lebih panjang.

DIGARAP: Proyek pengerjaan trotoar di Jalan Abdul Gani Bawah mulai digarap, pengerjaan dilakukan malam hari untuk menghidari macet. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Terlebih, ruas Jalan Hasanuddin saat ini juga ditutup akibat pengerjaan rigid beton dalam proyek pelebaran Simpang Patih. Oleh karena itu, pengaturan waktu pengerjaan menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga kelancaran arus kendaraan.
“Kalau misalkan kami kerja pagi, lalu lintas pasti akan jauh lebih padat. Apalagi kalau alat berat kami datang sudah memenuhi separuh jalan sendiri. Maka dari itu, kami mengantisipasi dan memilih kerja malam,” jelasnya.
Proyek trotoar tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp1,7 miliar. Pekerjaan membentang dari kawasan pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP) Suropati hingga pertigaan Museum Angkut.
Untuk tahun ini, pengerjaan difokuskan pada sisi kanan jalan. Sementara pembangunan trotoar di sisi kiri direncanakan berlanjut pada 2027, menyesuaikan perencanaan dan ketersediaan anggaran.
“Titik nolnya dari atas, pertigaan Museum Angkut. Untuk yang sebelah kanan itu sampai Suropati. Namun, untuk sebelah kiri yang ada warung-warung itu, titik nolnya sama tetapi finish-nya tidak sama karena menyesuaikan perencanaan dan anggaran,” terang Esty.
Pembangunan trotoar Abdul Gani bukan satu-satunya proyek pedestrian yang dikerjakan Dinas PUPR Kota Batu tahun ini. Sejumlah titik lain juga mendapat penanganan, antara lain pedestrian Jalan Diran, ruas Sumberejo–Ngaglik, serta Sisir–Pandanrejo.
Esty menargetkan seluruh proyek pedestrian tersebut dapat diselesaikan pada November 2026. Khusus Jalan Abdul Gani, pola kerja yang hanya dilakukan pada malam hingga dini hari membuat pengerjaan tidak bisa berlangsung penuh selama 24 jam.
“Karena kami kerjanya tidak bisa full, mungkin ada yang bertanya-tanya. Sebab, Jalan Abdul Gani ini titik kemacetan dan jalannya sempit,” katanya.
Dinas PUPR berharap pembangunan trotoar nantinya tidak sekadar memperbaiki tampilan estetika kawasan, melainkan juga memberikan ruang yang lebih aman dan nyaman bagi pejalan kaki. Apalagi Jalan Abdul Gani menjadi salah satu perlintasan yang ramai dilalui wisatawan menuju sejumlah destinasi wisata favorit di Kota Batu.
Esty menyadari aktivitas proyek tetap berpotensi mengganggu kenyamanan pengguna jalan. Oleh karena itu, pihaknya berupaya mengatur pekerjaan agar dampaknya dapat ditekan seminimal mungkin.
“Untuk kenyamanan pasti sedikit terganggu karena ada proyek, tetapi kami upayakan untuk meminimalisasi. Kami memohon maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini,” pungkasnya. (*/Ananto Wibowo/Ra Indrata)




