MALANG POST– Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi berdaya saing global melalui pengembangan jejaring internasional yang mengintegrasikan pendidikan, riset, inovasi dan kewirausahaan.
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui kunjungan resmi delegasi UNISMA ke ILG Food Group B.V., perusahaan importir dan distributor pangan multinasional yang berbasis di Netherlands, pada 4 Juni 2026.
Delegasi UNISMA dipimpin langsung oleh Rektor, Prof. Drs. Junaidi Mistar, M.Pd., Ph.D., didampingi Ketua Umum Yayasan UNISMA Prof. Dr. Ir. Agus Sugianto, S.T., M.P., Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Sumber Daya Manusia, dan Keuangan Dr. H. Ronny Malavia Mardani, S.E., M.M., MOS, serta Ketua Lembaga Urusan Internasional Dr. Imam Wahyudi Karimullah, S.S., M.A.
Delegasi diterima langsung oleh Mr. Abed Ichoh, Founder and Owner of ILG Food Group B.V., bersama Mr. Peter Aaftink, Senior Buyer ILG Food Group B.V.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan produktif dengan fokus pada pengembangan kerja sama di bidang perdagangan internasional, ekspor-impor, pengembangan startup, hilirisasi produk unggulan Indonesia, serta penguatan ketahanan pangan global.
ILG Food Group B.V. dikenal sebagai salah satu perusahaan importir dan distributor pangan yang memiliki jaringan bisnis di berbagai negara Eropa.
Perusahaan ini melayani distribusi berbagai produk pangan internasional dan menjadi penghubung antara produsen, eksportir, distributor, serta pasar ritel dan grosir di kawasan Eropa.
Dengan jaringan bisnis yang luas, ILG Food Group B.V. dinilai sebagai mitra strategis dalam membuka akses pasar internasional bagi berbagai produk unggulan Indonesia.
Salah satu hasil penting dari pertemuan tersebut adalah pembahasan mengenai inisiasi pengembangan International Start-Up and Export Import Hub UNISMA.
Sebuah pusat pengembangan kewirausahaan internasional yang dirancang untuk mempertemukan mahasiswa, dosen, alumni, investor, pelaku usaha, dan mitra industri global dalam satu ekosistem kolaboratif.
Hub ini diharapkan menjadi motor penggerak lahirnya startup berbasis inovasi sekaligus pusat pengembangan perdagangan internasional yang mendukung transformasi UNISMA menuju Entrepreneurial University.
Rektor UNISMA, Prof. Junaidi Mistar, Ph.D., menegaskan. Bahwa perguruan tinggi masa depan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik. Tetapi juga harus mampu menciptakan inovasi yang memberikan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
“Kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan pendidikan, penelitian, inovasi, dan kewirausahaan. International Start-Up and Export Import Hub menjadi salah satu milestone penting dalam perjalanan UNISMA menuju Entrepreneurial University dan World Class University,” ujarnya.
Menariknya, pembahasan kerja sama tidak berhenti pada aspek akademik dan kewirausahaan. Dalam komunikasi lanjutan setelah pertemuan, pihak ILG Food Group B.V menyampaikan ketertarikannya terhadap peluang pengembangan industri pengolahan singkong (cassava) untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional.
Melalui komunikasi yang disampaikan oleh Mr. Abed Ichoh, pihak ILG menanyakan kemungkinan ketersediaan fasilitas atau mitra industri pengolahan singkong dengan kapasitas produksi sekitar 100 ton per bulan.
Ketertarikan tersebut membuka peluang nyata bagi Indonesia untuk memperluas ekspor produk berbasis singkong sekaligus memperkuat posisi komoditas pertanian nasional di pasar global.
UNISMA melihat peluang ini sebagai momentum untuk menghubungkan petani, UMKM, industri pengolahan, investor, dan pasar internasional dalam rantai nilai yang saling menguntungkan.
Peluang pengembangan industri pengolahan singkong tersebut juga memiliki keterkaitan erat dengan Food Security Project yang saat ini sedang dikembangkan UNISMA bersama Madonna University, Nigeria dan SBDI Center Foundation, Netherlands.
Program internasional ini berfokus pada penguatan ketahanan pangan, pengembangan pertanian berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, serta hilirisasi komoditas pangan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Menurut Rektor UNISMA, ketertarikan ILG terhadap komoditas singkong menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang sedang dikembangkan UNISMA memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan industri dan pasar global.
“Kolaborasi ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi dapat menjadi katalis yang mempertemukan inovasi, riset, masyarakat, dan dunia usaha.”
“Ketahanan pangan tidak hanya berbicara tentang produksi, tetapi juga tentang bagaimana hasil produksi tersebut memiliki nilai tambah, akses pasar, dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.
Selain peluang ekspor produk pangan, kedua pihak juga membahas kemungkinan penyelenggaraan program magang internasional, business matching, pelatihan ekspor-impor, pendampingan UMKM berbasis ekspor, pengembangan startup mahasiswa, serta promosi produk unggulan Indonesia ke pasar Eropa.
Kunjungan ke ILG Food Group B.V. merupakan bagian dari rangkaian misi internasional UNISMA di Eropa yang bertujuan memperluas jejaring strategis dengan perguruan tinggi, industri, dan lembaga internasional.
Melalui kolaborasi ini, UNISMA berharap dapat memperkuat kontribusinya dalam pembangunan ekonomi berbasis pengetahuan, inovasi, kewirausahaan, dan ketahanan pangan global.
Langkah ini sekaligus menegaskan komitmen UNISMA untuk menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghasilkan dampak nyata melalui inovasi, kolaborasi internasional, dan pengembangan kewirausahaan yang berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia dan dunia. (*/M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




