MALANG POST – Setiap hari Senin, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) selalu menggelar Rakor Pengendalian Inflasi bersama para gubernur, bupati dan walikota se Indonesia. Dalam rakor, Mendagri menekankan agar para kepala daerah proaktif turun mengecek harga-harga sembako.
Karena itu, Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, saat berkunjung ke Kota Malang, dengan didampingi Walikota Malang, Wahyu Hidayat, merealisasi imbuan itu dengan mengecek harga sembako di beberapa pasar tradisional, Jumat (29/5/2024).
Menurut Khofifah, tujuan sidaknya ke pasar tradisional saat ini untuk update harga sembako. Karena itu, begitu tiba di Kota Malang, dia dan rombongan langsung mendatangi Pasar Klojen yang saat ini terkenal dan menjadi jujukan wisatan.
Para wisatan dari berbagai daerah betah nongkrong di Pasar Klojen untuk ngopi, berburu jajaran dan kuliner khas Malangan. Selain itu juga berburu sembako dan aneka sayuran.
Perpaduan antara kafe-kafe, toko-toko jajanan dan kuliner serta para pedagang sembako itu dinilai Gubernur Khofifah sangat bagus dan menarik. Terbukti, perpaduan ini membuat Pasar Klojen menjadi Pasar wisata dan selalu menjadi daya tarik wisatawan. Karena itu, Khofifah akan menjadikan Pasar Klojen sebagai contoh untuk pasar -pasar tradisional lain di Jatim.
Dalam sidak harga sembako di Pasar Klojen, Khofifah berbelanja di beberapa pedagang. Komoditas yang dibeli di antaranya lombok, bawang merah, tomat dan kencur. Dia juga membeli kue weci pada seorang pedagang.
Para pedagang yang disapa dan dagangannya dibeli Khofifah pun merasa gembira. Seperti Isnaini, pedagang sembako mengatakan bahwa di tokonya gubernur beli cabai rawit, lalu sian dan tomat seharga Rp 100 ribu.
Ditanya kenaikan harga sembako, menurut Isnaini, hampir semua komoditas naik. Cabai rawit naik dari Rp 90 ribu jadi Rp 100 ribu/kg, bawang merah dari Rp 55 ribu jadi Rp 60 ribu/kg. “Sayur-sayuran juga naik. Tomat juga naik, kemarin Rp 12 ribu per kg sekarang jadi Rp 17.00 per kg,” jelas Isnaini.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, bersama Walikota Malang, Wahyu Hidayat, berbagi bantuan kepada para tukang becak di Pasar Klojen. (Foto: Eka Nurcahyo/Malang Post)
Menurutnya, komoditas yang harganya paling melejit adalah cabai rawit merah. Untuk cabai merah besar harganya juga naik, dari Rp 60 ribu per kg menjadi kini Rp 80 ribu per kg,” ungkap Isnaini.
Di kios lain, yaitu kios Bu Sulis, yang juga sempat disinggahi Khofifah, harga cabai rawit merah juga mengalami kenaikan. Kini dia menjual cabai rawit merah Rp 90 ribu per kg. Sebelum Idul Adha, harga cabai rawit merah berkisar Rp 60 ribu per kg. Bawang merah juga naik dari Rp 45 ribu per kg jadi Rp 58 ribu per kg. Di kos Bu Sulis, Khofifah beli bawang merah dan kencur.
“Saya merasa senang dikunjungi Bu Gubernur. Saya nggak nyangka Bu Gubernur mampir dan beli weci kami,” jelas Aa, penjual weci di Pasar Klojen. Menurutnya, Khofifah beli 11 biji weci seharga Rp 88 ribu, varian ayam dan rumput laut.
Usai sidak, Gubernur Khofifah menjelaskan bahwa sejumlah komoditas memang mengalami kenaikan harga. Di antaranya bawang merah dari semula Rp 35 ribu sampai Rp 45 ribu per kg, tergantung ukurannya, kini naik jadi Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kg.
Cabai rawit merah di pasar ini (Klojen-red) ada yang jual Rp 100 ribu dan ada pula yang Rp 120 ribu per kg. Tetapi di pasar lain bisa Rp 80 ribu per kg. “Apa artinya ini? Ternyata kerjasama antar daerah itu menjadi penting. Dan apa yang menjadi penyebab kemungkinan potensi inflasi dihindari, lha itu yang bisa dilakukan langkah-langkah mitigasi dan antisipasi,” pungkas Khofifah.
Terpisah Kabid Perdagangan Diskopindag Kota Malang, Luh Putu Eka Wilantri, mengatakan guna menekan laju kenaikan harga cabai rawit merah, pihaknya mulai Jumat (29/5/2026) mengaktifkan kembali Warung Tekan Inflasi (WTI) yang ada di Pasar Blimbing. Menurutnya, dari tiga WTI yang ada, sementara satu dulu yang diaktifkan kembali. Seperti diketahui, Kota Malang punya tiga WTI, yaitu di Pasar Blimbing, Pasar Dinoyo dan Pasar Besar.
“Saat ini yang dijual di WTI hanya cabai. Karena, baru komoditas ini yang harganya melonjak. Untuk komoditas lain, seperti bawang merah, belum disediakan di WTI. Kami lihat dulu perkembangan harganya,” jelas Luh Putu Eka.
Dia juga menjelaskan, saat ini harga cabai rawit merah antara di pasar satu dengan pasar lain di Kota Malang tidak sama. Namun, rata-rata harganya berkisar Rp 80 ribu per kg. “Untuk cabai di WTI Pasar Blimbing itu kami ambil dari Pasar Induk Gadang,” jelasnya. (Eka Nurcahyo)




