MALANG POST — Teka-teki siapa yang akan menduduki kursi jenderal aparatur sipil negara (ASN) di Kota Batu, segera terjawab. Proses Seleksi Terbuka (Selter) Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Batu kini resmi memasuki babak akhir. Pemerintah Kota Batu memastikan tiga nama terbaik hasil godokan panitia seleksi (Pansel) akan diumumkan ke publik pada Jumat (5/6/2026) mendatang.
Saat ini, tim pansel sedang pusing-pusingnya. Mereka harus menuntaskan rekapitulasi dan finalisasi nilai dari enam kandidat yang tersisa.
Padahal, seluruh ujian berat sudah dilewati para peserta. Mulai dari assessment center, uji gagasan, wawancara, hingga tes kesehatan jasmani dan rohani.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Batu, Santi Restuningsasi, menegaskan bahwa proses penilaian sudah di ujung jalan. Tinggal menunggu akumulasi akhir.
“Seluruh tahapan sudah selesai dilaksanakan. Saat ini tinggal proses rekapitulasi dan finalisasi penilaian oleh tim pansel,” ujar Santi, kemarin.
Sistemnya ketat. Tiga nama dengan nilai tertinggi—dan rapor paling bersih—yang akan diserahkan kepada kepala daerah. Dari tiga nama itulah nanti dipilih satu nama sebagai Sekda definitif.
“Rencana tanggal 5 Juni diumumkan tiga besar. Setelah itu hasilnya disampaikan ke kepala daerah,” tambahnya.
Siapa saja enam ksatria birokrasi eselon II yang sedang berdebar-debar itu?

BERSAING: Deretan Kepala OPD di lingkungan Pemkot Batu, beberapa dari mereka akan bersaing berebut kursi Sekda Kota Batu. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Ini dia daftarnya: Akhmad Dahlan (Kepala Bakesbangpol), Alfi Nurhidayat (Kepala Dinas Pendidikan), Arief As Siddiq (Kepala Disperum), Bangun Yulianto (Kepala Bappelitbangda), Endro Wahjudi (Inspektur Kota Batu), dan Mohammad Nur Adhim (Kepala Bapenda).
Hebat-hebat semua. Jam terbangnya tinggi.
Santi mewanti-wanti, penilaian ini sifatnya menyeluruh. Konprehensif. Tim pansel tidak hanya silau oleh kemampuan teknis birokrasi semata. Rekam jejak, integritas, kapasitas kepemimpinan, hingga kesiapan mental menjalankan roda pemerintahan ikut dihitung.
Semua harus transparan. Harus objektif. Menggunakan sistem merit yang baku. Tidak boleh ada titip-titipan.
Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, bahkan memberi julukan khusus untuk para kandidat terkuat yang nanti lolos tiga besar. Dia menyebut mereka sebagai skuad “Triple A”.
“Ketiganya ini bisa dibilang kandidat triple A. Integritas dan kemampuan mereka bagus,” puji Heli.
Lalu, siapa yang akan memegang pena penentu?
Di sinilah seninya. Keputusan akhir harus menunggu Wali Kota Batu, Nurochman. Saat ini, sang wali kota masih berada di tanah suci untuk menunaikan ibadah haji.
Sesuai jadwal, Wali Kota Nurochman akan mendarat di Indonesia pada 2 Juni 2026 melalui Asrama Haji Sukolilo Surabaya, sebelum bertolak kembali ke Kota Batu.
Heli memastikan tidak mau terburu-buru. Diskusi penentuan Sekda baru akan digelar setelah wali kota beristirahat dan kembali memegang kemudi pemerintahan.
“Tiga nama terbaik itu nanti bagus semua. Kami akan berdiskusi dan memilih yang terbaik dari tiga pilihan tersebut,” tegas Heli.
Posisi Sekda memang bukan jabatan main-main. Sangat strategis. Sekda adalah motor penggerak utama birokrasi. Dialah jembatan, sekaligus dirigen yang menyelaraskan gerak antarorganisasi perangkat daerah (OPD) agar program pembangunan tidak berjalan sendiri-sendiri.
“OPD dan masyarakat tentu berharap roda pemerintahan berjalan maksimal. Sekda menjadi figur penting dalam koordinasi ASN,” tandas Heli.
Enam nama sudah di meja. Tanggal 5 Juni nanti tiga nama akan dicoret. Kita tunggu saja, siapa sosok triple A pilihan akhir duet Nurochman-Heli yang akan memimpin barisan ASN Kota Batu. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




