MALANG POST — Tugas perlindungan masyarakat (Linmas) di Kota Batu, tidak lagi sekadar modal pentungan dan ronda malam. Kini sudah naik kelas. Berbasis teknologi. Guna memperkuat keamanan di level desa dan kelurahan, Plt Wali Kota Batu, Heli Suyanto, resmi meluncurkan aplikasi SAE Linmas sekaligus mengukuhkan Satuan Tugas Perlindungan Masyarakat (Satgas Linmas) Kota Batu di Gedung Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, pada Jumat, 29 Mei 2026.
Langkah ini menjadi babak baru transformasi digital pelayanan ketertiban di kota wisata ini.
Prosesi pengukuhan hari itu berjalan takzim. Heli menyematkan langsung ban lengan kepada tiga perwakilan anggota Linmas dan tiga Kasi Trantib kecamatan. Itulah simbol komitmen baru.
Bagi Heli, SAE Linmas bukan sekadar gaya-gayaan. Bukan sekadar bikin aplikasi lalu ditinggal. Ini bagian penting dari ekosistem besar pelayanan mBatu SAE yang sedang digarap serius oleh Pemkot Batu.
Lalu, apa hebatnya aplikasi ini?
Kecepatan. Melalui sistem ini, segala laporan gangguan ketertiban umum, kondisi darurat, hingga informasi bencana bisa masuk secara real-time. Laporan dari warga langsung terhubung ke gawai petugas di lapangan. Respons bisa lebih cepat. Praktis. Terintegrasi.
“SAE Linmas ini bentuk komitmen pemerintah menghadirkan pelayanan digital yang cepat dan akurat. Inovasi ini harus dimanfaatkan secara optimal agar koordinasi semakin solid,” ujar Heli, Jumat (29/5/2026)

PELUNCURAN: Plt Wali Kota Batu Heli Suyanto saat melakukan peluncuran aplikasi SAE Linmas, kini respon gangguan keamanan makin cepat. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Heli memang sedang getol mendigitalisasi Kota Batu. Sebelum SAE Linmas lahir, Pemkot Batu sudah punya Simpul SAE untuk mengurusi sektor ekonomi. Ada lagi SIP Mobile SAE untuk mempermudah urusan pajak daerah. Kini, urusan keamanan kampung ikut masuk ekosistem digital.
Batu ini kota wisata. Stabilitas keamanan adalah harga mati. Karena itu, Heli meminta sinergi lintas sektor diperketat. Satpol PP, Linmas, TNI, Polri, BPBD, hingga pemadam kebakaran harus satu komando di lapangan.
Ada momen mengharukan dalam acara tersebut. Heli memberikan apresiasi khusus kepada para personel Satlinmas. Mereka, kata Heli, adalah garda terdepan yang dedikasinya kerap luput dari sorot kamera. Padahal, saat ada bencana atau ketegangan di kampung, merekalah yang paling awal datang.
“Mereka adalah pahlawan di lingkungan masyarakat. Siaga 24 jam menjaga keamanan kampung, memastikan warga bisa beristirahat dengan tenang,” puji Heli.
Apresiasi itu diwujudkan dalam bentuk nyata. Pemkot Batu menyerahkan Piagam Penghargaan Kategori Pengabdian 20 Tahun kepada 24 anggota Satlinmas se-Kota Batu. Dua dasawarsa. Bukan waktu yang pendek untuk sebuah kesetiaan menjaga kampung halaman.
Bukan hanya personel gaek yang diganjar penghargaan. Desa Punten dan Desa Beji ikut kecipratan penghargaan sebagai pelopor Satlinmas digital. Dua desa ini dinilai paling sukses mengadopsi sistem pengaduan digital. Heli ingin desa-desa lain di Kota Batu segera meniru langkah Punten dan Beji. Jangan mau kalah.
Acara yang mengusung tema “Trantibumlinmas Tangguh untuk Pembangunan Berkelanjutan” ini ditutup dengan pesan mendalam dari Heli kepada para anggota Satgas yang baru dikukuhkan.
“Seragam yang saudara kenakan bukan sekadar atribut, tetapi simbol kesiapsiagaan. Jaga kehormatan satuan,” pungkasnya.
Malam ini, warga Batu boleh tidur lebih nyenyak. Di luar sana, ada Linmas digital yang siap siaga menjaga mereka. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




