MALANG POST – Jajaran Satlantas Polres Malang bersama Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Timur, resmi menggelar operasi pembinaan, penyuluhan, hingga inspeksi keselamatan (ramp check) armada logistik di kawasan padat kendaraan Pasar Karangploso, Kabupaten Malang, Senin (25/5/2026). Langkah taktis yang dipimpin langsung oleh Kasatlantas Polres Malang, AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, ini sengaja membidik para sopir angkutan sayur, pedagang, dan pengunjung pasar tradisional, sebagai langkah preventif mahapenting untuk memotong grafik angka kecelakaan lalu lintas di jalur logistik Malang Barat sepanjang tahun 2026.
Urusan lalu lintas di Malang Raya itu rumitnya bukan main. Jalurnya padat. Kendaraannya beragam. Mulai dari motor matik pelancong, mobil pribadi, hingga truk-truk besar bermuatan berat.
Salah satu titik paling krusial dan berdenyut 24 jam adalah kawasan Karangploso. Anda sudah tahu: ini adalah urat nadi distribusi logistik sayur-mayur dari lereng Gunung Arjuno dan Kota Batu menuju seluruh penjuru Jawa Timur.
Di sinilah hukum kecepatan dan beban sering kali bergesekan dengan maut. Sopir sayur dikejar waktu agar dagangannya tiba dalam kondisi segar di pasar induk. Akibatnya? Kadang mereka abai pada kelaikan armada. Ban botak dipaksa jalan. Rem blong baru ketahuan setelah menabrak pembatas jalan.
Tragedi jalan raya sepanjang 2026 inilah yang ingin distop oleh AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska. Dia tidak mau sekadar duduk diam menerima laporan kecelakaan di atas meja dinasnya.

Senin pagi tadi, Alif Chelvin membawa pasukannya merangsek ke dalam riuhnya Pasar Karangploso. Mereka tidak datang untuk menilang atau membuat para pedagang ketakutan. Sebaliknya, polisi membawa misi penyelamatan nyawa.
“Kami sengaja menyasar kawasan Pasar Karangploso karena aktivitas lalu lintas di sini sangat tinggi. Edukasi ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar lebih tertib berlalu lintas dan mengutamakan keselamatan berkendara,” ujar AKP Alif Chelvin Arliska, Senin (25/5/2026).
Strateginya di lapangan dibuat sangat taktis. Petugas langsung mencegat truk dan pikap muatan sayur yang hendak bongkar muat. Bukan diperiksa surat Tilangnya, melainkan dilakukan ramp check.
Satu per satu komponen vital kendaraan diperiksa di tempat. Mulai dari fungsi pengereman, ketebalan ban, hingga lampu penanda bodi truk. Ini urusan nyawa, tidak boleh ada kompromi atas nama mengejar setoran pasar.
Tak hanya urusan mesin, personel Satlantas juga melakukan pendekatan humanis dari lapak ke lapak. Sopir yang sedang ngopi di warung didekati, pedagang yang hendak pulang disapa.
Petugas memberikan wejangan sederhana yang sering dilupakan: pentingnya mengunci klik helm berstandar SNI, menolak mengemudi saat kantuk menyerang, dan patuh pada batas kecepatan di jalur padat.
Mengubah watak jalanan memang butuh seni tersendiri. Polisi paham, kalau hanya modal ceramah, lewat kuping kanan pasti langsung keluar kuping kiri.
Maka, Satlantas Polres Malang membawa “oleh-oleh” taktis sebagai perangsang simpati. Bagi sopir dan warga pasar yang kedapatan tertib atau berani menjawab kuis interaktif, petugas langsung menghadiahi mereka sarana kontak berwujud helm gratis, kaos bermotif pelopor keselamatan, hingga topi.
“Melalui pembinaan langsung seperti ini, kami berharap tumbuh kesadaran kolektif. Selamat di jalan itu bukan tanggung jawab polisi sendirian, tetapi tanggung jawab bersama seluruh pengguna jalan,” tegas pria dengan pangkat tiga balok emas di pundaknya itu.
Operasi di Karangploso ini barulah permulaan. Alif Chelvin memberikan garansi bahwa gerakan serupa akan digulirkan secara maraton di titik-titik keramaian dan pasar tradisional lain di wilayah Kabupaten Malang sepanjang tahun ini.
Jalur logistik dan pariwisata Malang Barat harus tetap aman dijalani. Para sopir sayur silakan tetap mengais rezeki dengan kecepatan tinggi, tapi keselamatan armada dan nyawa pengguna jalan lain tetap menjadi harga mati yang tidak boleh ditawar sepeser pun. Truk harus sehat, sopir harus waras, dan jalan raya tidak boleh lagi menjadi tempat kepulangan yang tragis. (HmsResma/Ra Indrata)




