MALANG POST – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Malang, resmi memperketat sistem keamanan wilayah, dengan meningkatkan intensitas patroli gabungan taktis. Khusus menyasar kawasan pemukiman dan rumah kosong yang ditinggal pemiliknya bepergian menjelang perayaan Hari Raya Iduladha 2026, Senin (25/5/2026). Langkah preventif bermodel sambang dialogis, yang diinstruksikan langsung oleh Kapolres Malang melalui Kasihumas AKP Bambang Subinajar ini, sengaja digencarkan di seluruh wilayah hukum Kabupaten Malang, guna memotong ruang gerak pelaku kriminal spesialis pembobol rumah. Sekaligus menjamin kekhusyukan masyarakat dalam menjalankan ibadah kurban.
Lebaran itu momen bahagia. Baik Idulfitri maupun Iduladha. Jutaan orang bersiap mudik, berkumpul dengan keluarga, atau sibuk di masjid mengurus hewan kurban.
Namun, di balik kegembiraan itu, ada satu kecemasan yang selalu berulang: rumah yang ditinggal pergi. Kosong. Tanpa penghuni.
Para pelaku kejahatan spesialis pembobol rumah itu sangat paham psikologi kelengahan ini. Bagi mereka, momentum hari raya adalah waktu panen raya. Saat pemilik rumah sedang asyik memotong daging kurban di masjid, di situlah gembok pagar mulai diincar.
Logika kerawanan menahun inilah yang ingin dipotong habis oleh Polres Malang. Mereka tidak mau membiarkan warga beribadah dengan perasaan waswas.
Senin pagi tadi, cetak biru pengamanan mulai digelar. Pasukan gabungan dikerahkan ke lapangan. Mereka tidak hanya menyisir jalur protokol yang macet, pusat perbelanjaan yang diserbu pembeli baju baru, atau objek vital daerah. Fokus utamanya justru digeser: masuk ke dalam gang-gang sunyi kawasan perumahan dan perkampungan penduduk.

Pola operasinya dibuat dinamis. Mobile dan sambang dialogis. Artinya, polisi tidak sekadar lewat menggunakan mobil sirine, lalu pergi. Mereka turun dari kendaraan. Berdialog dengan satpam perumahan. Menyapa warga yang tidak mudik.
“Polres Malang meningkatkan intensitas patroli di seluruh wilayah. Termasuk patroli khusus di kawasan pemukiman dan rumah-rumah yang ditinggal pemiliknya, agar masyarakat dapat menyambut Hari Raya Iduladha dengan aman dan nyaman,” ujar Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, Senin (25/5/2026).
Bambang memberikan tips sederhana yang sering kali dilupakan karena warga terburu-buru hendak berlibur.
Sebelum mengunci pintu pagar, pastikan semua lapis keamanan sudah terpasang. Pintu utama dikunci, jendela dipalang, aliran gas dicabut, dan lampu teras dinyalakan sewajarnya.
Satu hal yang paling penting: jangan pelit berkomunikasi. Titipkan kunci atau minimal beri tahu tetangga sebelah rumah atau petugas keamanan siber setempat bahwa rumah Anda sedang kosong.
“Sinergi antara kepolisian dan masyarakat itu kunci utamanya. Kehadiran personel di lapangan bertugas mempersempit ruang gerak pelaku, tapi sistem pengamanan mandiri dari pemilik rumah juga harus kuat,” tegas Bambang dengan nada bertenaga.
Anda sudah tahu: menjaga wilayah Kabupaten Malang yang luasnya segini raksasa tidak akan pernah bisa maksimal jika hanya mengandalkan jumlah personel polisi yang terbatas. Perlu ada mata dan telinga dari warga itu sendiri.
Maka dari itu, posko pengamanan Polres Malang membuka pintu pengaduan 24 jam penuh. Jika warga yang sedang meronda atau melintas melihat ada gerak-gerik manusia asing yang mencurigakan di sekitar rumah kosong—terutama pada jam-jam rawan malam hingga dini hari—jangan mengambil tindakan spekulatif. Jangan main hakim sendiri.
Segera gunakan jempol Anda. Telepon layanan darurat kepolisian di nomor 110. Gratis. Petugas piket terdekat dipastikan akan langsung meluncur ke lokasi untuk melakukan penindakan hukum secara tegas.
Hari raya kurban harus tetap berjalan dengan sakral, aman, dan kondusif. Warga silakan berangkat beribadah dengan tenang, biar urusan mengawal gembok-gembok rumah yang ditinggal pergi menjadi urusan patroli senyap Polres Malang yang setia berjaga di luar pagar. (HmsResma/Ra Indrata)




