PENGHARGAAN: Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar, M.Ag memberikan sertifikat penghargaan berpredikat madrasah unggulan nasional kepada Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H Samsudin, M.Pd, di Serpong Tangerang Selatan, Jumat (22/05/2026). (Foto: Istimewa).
MALANG POST – Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.Ag., memberikan penghargaan tertinggi sekaligus menyanjung keberhasilan Kepala Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., atas komitmennya mencetak ribuan prestasi global dalam acara resmi Kementerian Agama di MAN Insan Cendekia Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (22/5/2026) kemarin. Penghargaan ini diberikan menyusul keberhasilan madrasah yang terletak di Jalan Bandung, Kota Malang tersebut, dalam mempertahankan predikat Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dua tahun berturut-turut serta meloloskan belasan lulusannya ke universitas top dunia.
Madrasah itu sering kali diidentikkan hanya dengan urusan mengaji dan ilmu agama. Jalurnya dianggap konvensional.
Tetapi, Anda harus melihat apa yang terjadi di Jalan Bandung, Kota Malang.
Ada satu madrasah yang prestasinya sudah bukan lagi level jago kandang. Levelnya sudah keterlaluan: menembus batas global.
Namanya MAN 2 Kota Malang.
Menteri Agama RI, Prof. Nasaruddin Umar, sampai geleng-geleng kepala dibuatnya. Pria yang juga Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta itu tidak tanggung-tanggung dalam memberikan pujian. Baginya, MAN 2 Kota Malang adalah potret masa depan pendidikan Indonesia.
“Kami memotret kualitas itu ada di MAN 2 Kota Malang. Prestasi nasional dan internasional sukses diraihnya.”
“Ini harus menjadi percontohan terbaik di Indonesia. Madrasah menopang terwujudnya pusat calon generasi yang berprestasi,” ujar Menag RI, Jumat kemarin.

BERPRESTASI: Menag RI, Nasaruddin Umar, bersama Kepala MAN 2 Kota Malang, Samsudin serta Kepala MAN lainnya yang berprestasi mendapatkan sertifikat penghargaan. (Foto: Istimewa)
Nasaruddin Umar yakin, aura sarat prestasi dari MAN 2 Kota Malang kian mengukuhkan posisinya sebagai kiblat madrasah unggulan nasional.
Sekolah ini sukses melahirkan generasi yang komplet: berintegritas, berwawasan global, kaya inovasi, tapi jiwanya tetap santri.
Menerima penghargaan langsung dari tangan menteri, Kepala MAN 2 Kota Malang, Dr. H. Samsudin, M.Pd., tampak semringah namun tetap membumi. Mantan Kepala MAN 1 Kota Malang ini menyebut penghargaan itu sebagai suntikan energi baru.
“Kami pastinya bersyukur dan lebih termotivasi lagi. Prestasi yang sudah kami torehkan bersama semua dewan guru dan siswa ini akan dijadikan bekal untuk mewujudkan prestasi baru di berbagai kejuaraan mendatang,” kata Samsudin.
Lantas, sedahsyat apa sebenarnya rapor prestasi MAN 2 Kota Malang?
Samsudin kemudian membeberkan deretan datanya. Angkanya bikin silau.
Bayangkan. Sepanjang kurun waktu tahun 2023 hingga awal 2026 ini saja, akumulasi prestasi yang berhasil diboyong anak didiknya mencapai 2.791 prestasi. Baik nasional maupun internasional. Akademik maupun non-akademik.
Khusus untuk tingkat internasional, ada 174 medali yang sukses dikantongi.
Sekolah ini seperti hobi memborong piala Juara Umum.
Sebut saja Juara Umum Olimpiade Sains Nasional (OSN) dua tahun berturut-turut.
Mereka juga menjadi penyumbang medali internasional terbanyak bagi Indonesia selama tiga tahun beruntun lewat delegasi Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Belum cukup? Tambah lagi: Juara Umum Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) dua tahun berturut-turut, Juara Umum Kompetisi Sains Madrasah (KSM) 2024, Juara Umum Olimpiade Bahasa Arab (OBA) 2025, hingga yang terbaru Juara Umum Kompetisi Sains Siswa Muslim Indonesia (KOSSMI) 2026.
Maka, wajar jika lulusan angkatan ke-34 yang baru saja diwisuda kemarin langsung menjadi rebutan perguruan tinggi.
Sebanyak 130 lulusan tahun 2026 ini sudah mengamankan tiket kuliah, bahkan sebelum ijazah resmi mereka keluar.
Rincian jalurnya mentereng: 81 siswa lolos jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), 15 siswa menembus International Undergraduate Program (IUP), 7 siswa menyabet Golden Ticket, dan 3 siswa masuk jalur SPAN-PTKIN.
Bagaimana dengan luar negeri?
“Anak-anak kami sebanyak 26 siswa sudah lolos di berbagai perguruan tinggi luar negeri melalui jalur kedinasan. Sementara 6 siswa lainnya masuk lewat jalur mandiri luar negeri sesuai minat kampus pilihan mereka,” beber Samsudin taktis.
Pendidikan yang berhasil itu memang bukan yang hanya pintar berteori di dalam kelas.
Pendidikan yang berhasil adalah yang mampu membuka jalan selebar-lebarnya bagi masa depan anak didiknya untuk menjelajah dunia, tanpa melupakan akar nilai budayanya.
MAN 2 Kota Malang sudah membuktikannya. Mereka membuat nama madrasah kini tidak bisa lagi dipandang sebelah mata di panggung internasional. (Iwan Kaconk/Ra Indrata)




