KEPALA Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, resmi merilis hasil Survei Konsumen periode Mei 2026, yang menunjukkan tingkat keyakinan masyarakat terhadap kondisi ekonomi lokal dan nasional tetap terjaga kuat di zona optimistis, Sabtu (23/5/2026). Hal tersebut tecermin dari angka Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Kota Malang, yang bertengger kokoh di level 134,5—jauh di atas ambang batas parameter optimistis (indeks lebih dari 100)—meski sedikit mengalami moderasi tipis jika dibandingkan dengan capaian bulan April lalu yang sempat menyentuh angka 138,8.
Dinamika ekonomi global boleh saja naik-turun tidak menentu. Tapi bagi warga Malang, hidup harus terus berjalan. Belanja harus tetap jalan.
Hasil jepretan data terbaru dari Bank Indonesia Malang berbicara lantang: konsumen di bumi Arema ini masih sangat pede alias optimistis menghadapi situasi ekonomi saat ini maupun enam bulan ke depan.
Mengapa mereka bisa se-pede itu?
Logikanya sederhana. Kalau dompet masih tebal dan dapur masih ngebul, konsumen pasti tenang. Ketengan data dari BI membuktikan hal itu, melalui Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) yang nangkring di angka 122,8.
Ingat, dalam rumus statistik BI, jika angka indeks berada di atas level 100, itu artinya masyarakat sedang semringah. Optimistis.

Mari kita bedah tiga tiang penyangga kekuatan IKE Malang bulan ini. Pertama, indeks pembelian barang tahan lama (durable goods) tercatat sukses menyentuh angka 120,5. Artinya, toko-toko elektronik dan diler motor di Malang masih ramai pembeli.
Kedua, indeks penghasilan saat ini berada di level 125,5. Ketiga, indeks ketersediaan lapangan kerja mantap di angka 122,5. Sinkron. Lapangan kerja ada, penghasilan aman, aksi belanja pun lancar.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, membenarkan potret segar perekonomian Malang Raya ini. Menurutnya, daya beli masyarakat yang kokoh menjadi benteng pertahanan yang kuat.
“Optimisme konsumen di Kota Malang pada bulan Mei 2026 ini masih sangat kuat dan solid. Fondasinya disokong oleh stabilitas harga barang di pasar serta terus berlanjutnya denyut aktivitas ekonomi lokal, terutama perputaran roda usaha di sektor perdagangan, jasa, pendidikan, dan pariwisata yang menjadi ceruk utama ekonomi Malang,” ujar Indra Kuspriyadi, dalam rilisnya yang diterima Malang Post, Sabtu (23/5/2026).
Lalu, bagaimana dengan teropong masa depan ekonomi kita?
Anda sudah tahu: ekspektasi adalah motor penggerak investasi. Ternyata, ramalan konsumen untuk enam bulan ke depan jauh lebih menggila optimisnya. Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) Mei 2026 melonjak hingga menyentuh level 146,2.
Sumbangan terbesar datang dari komponen indeks ekspektasi penghasilan yang meroket di angka 157,0. Disusul ekspektasi ketersediaan lapangan kerja sebesar 142,5 dan ekspektasi kegiatan usaha di angka 139,0. Warga Malang yakin betul, akhir tahun nanti kondisi finansial mereka bakal jauh lebih paten.
Kepercayaan diri warga Malang ini tentu tidak lahir di ruang hampa. Ada cantolan makronya. Sinyal ekonomi nasional memang sedang bagus-bagusnya.
Tengok saja rapor pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2026 yang baru saja dirilis: mampu tumbuh solid di angka 5,61 persen (year on year).
Kombinasi antara konsumen yang doyan belanja, daya beli yang terjaga, serta aktivitas ekonomi riil yang terus bergerak membuktikan bahwa ekonomi Kota Malang memiliki daya tahan (resilience) yang jempolan.
Badai dinamika eksternal dari luar negeri terbukti belum mampu menggoyahkan kekuatan konsumsi domestik di Malang Raya.
Angka-angka statistik BI ini memberikan pesan yang sangat cerah: Kota Malang sedang berada di jalur ekonomi yang aman, sehat, dan penuh gairah. (Ra Indrata)




