MALANG POST – Masjid Raden Patah Universitas Brawijaya (MRP UB) kembali menegaskan perannya sebagai pusat penggerak spiritualitas, keilmuan, dan pemberdayaan masyarakat.
Hal ini ditandai dengan pelaksanaan Kuliah Shubuh bersama Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., serta peluncuran dua program strategis MRP UB pada Ahad (17/5/2026).
Kegiatan berlangsung khidmat sejak pelaksanaan salat Subuh berjamaah dan dihadiri oleh pimpinan universitas, dosen, mahasiswa, serta masyarakat umum.
Dalam tausiyahnya, Prof. Brian Yuliarto mengingatkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah sebagai hari yang sangat dicintai Allah SWT. Ia menekankan bahwa amal ibadah di hari-hari tersebut memiliki kedudukan tinggi, hanya dapat disaingi oleh jihad di jalan Allah.
“Ibadahnya bisa apa saja sesuai kemampuan kita. Bisa puasa, tahajud, membaca Al-Qur’an, sedekah, atau amal-amal lain yang dicintai Allah,” ujarnya.
Menurutnya, ketika seseorang telah meraih cinta Allah, berbagai urusan kehidupan akan dimudahkan. Prof. Brian juga mengaitkan spiritualitas dan sedekah dengan kesuksesan hidup.
Ia mencontohkan Jensen Huang, pendiri NVIDIA, sebagai figur kesuksesan modern yang dikagumi anak muda. Namun dalam sejarah Islam, Abdurrahman bin Auf RA menjadi teladan sukses sekaligus kedermawanan luar biasa.
“Kalau ingin kaya, berilah kepada orang lain. Jangan terlalu banyak berpikir ketika bersedekah. Semakin banyak memberi, semakin banyak menerima,” pesannya kepada jamaah.

Pada kesempatan yang sama, MRP UB secara resmi meluncurkan dua program strategis baru.
Program pertama adalah Gerakan Subuh Berjamaah, yakni pembinaan spiritual sivitas akademika UB melalui salat Subuh berjamaah dan kajian inspiratif rutin yang direncanakan berlangsung setiap bulan dengan menghadirkan tokoh nasional.
Gerakan ini diharapkan memperkuat budaya spiritual di lingkungan kampus, serta menjadi ruang penguatan karakter, kesehatan mental, kepemimpinan, dan produktivitas sivitas akademika.
Program kedua adalah, Manajemen Pengembangan Ternak Kurban Holistik, hasil kolaborasi antara MRP UB, Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan, serta Fakultas Kedokteran Hewan UB.
Program ini dirancang sebagai sistem pengelolaan ternak berbasis syariah yang mengintegrasikan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, teknologi, dan profesionalisme di bidang peternakan dan pertanian.
Program ini diarahkan untuk mendukung penguatan UB Science Techno Park dan sistem pertanian berkelanjutan (sustainable farming system) yang dapat dimanfaatkan untuk pendidikan, penelitian, inovasi, serta pengabdian kepada masyarakat.
Melalui program ini, UB diharapkan mampu menghadirkan model pengelolaan ternak dan kurban yang modern, profesional, produktif, berkelanjutan, serta berkontribusi terhadap penguatan ketahanan pangan nasional.
Peluncuran kedua program tersebut ditandai dengan pemukulan rebana secara simbolis oleh Rektor UB, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI Prof. Brian Yuliarto, Ketua Yayasan UB Prof. Moch. Sasmito Djati, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Peternakan Prof. Dr. Muhammad Halim Natsir, serta Wakil Ketua Takmir MRP UB Ratno Bagus Edy Wibowo, Ph.D.
Dalam kegiatan tersebut, MRP UB juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Wali Amanat UB melalui Prof. Saifur Rohman atas kontribusi satu ekor sapi kurban untuk mendukung program pengembangan ternak dan pengelolaan kurban holistik.
Melalui berbagai inisiatif ini, MRP UB berharap dapat terus menjadi pusat penggerak ekosistem spiritual-intelektual kampus yang terintegrasi dengan pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, serta kebermanfaatan sosial bagi masyarakat luas. (M. Abd. Rachman. Rozzi-Januar Triwahyudi)




