MALANG POST – Setelah sempat “mati suri” selama hampir enam bulan, jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang akhirnya resmi dibuka kembali, mulai Kamis (7/5/2026).
Pembukaan jalur pendakian favorit di kawasan Tahura Raden Soerjo ini, disambut antusias oleh para pencinta alam setelah ditutup sejak 16 November 2025, akibat cuaca ekstrem dan upaya pemulihan ekosistem.
Salah satu akses paling diminati, yakni jalur pendakian via Sumberbrantas di Kota Batu, kini kembali siap menyambut ransel-ransel carrier para pendaki, yang ingin menaklukkan puncak berketinggian lebih dari 3.000 mdpl tersebut, dengan sistem pemesanan tiket yang sepenuhnya terintegrasi secara daring.
Kepala UPT Tahura Raden Soerjo, Agustiningtyas Marini, menjelaskan, keputusan pembukaan jalur ini diambil setelah serangkaian monitoring intensif, terhadap kondisi jalur dan stabilitas cuaca di kawasan hutan konservasi.
“Hasil monitoring menunjukkan, jalur sudah aman dilalui dan proses pembersihan jalur pasca-cuaca ekstrem telah tuntas.”

DIBUKA LAGI: Para pendaki saat berada di puncak gunung Arjuno, jalur pendakian tersebut kini kembali dibuka pasca ditutup sementara sejak November 2025 lalu. (Foto: Istimewa)
“Cuaca di kawasan pegunungan juga mulai stabil seiring menurunnya intensitas hujan,” ujar Agustiningtyas kepada Malang Post, Kamis (7/5/2026).
Wajib Booking Online via SiPenerang
Meski telah dibuka, pihak pengelola menerapkan aturan ketat guna menjaga kelestarian kawasan Tahura Raden Soerjo.
Salah satu aturan utama adalah kewajiban reservasi tiket secara daring melalui aplikasi SiPenerang.
Sistem ini telah dibuka sejak Minggu (4/5/2026) lalu, untuk mengatur kuota harian pendaki agar tidak terjadi penumpukan di pos pendakian maupun area perkemahan.
“Sistem online ini diterapkan untuk mempermudah pengawasan sekaligus mendukung proteksi kawasan konservasi.”
“Kami tegaskan, pendaki wajib memahami dan mematuhi SOP pendakian yang berlaku tanpa pengecualian,” tambahnya.
Status Jalur Bersifat Situasional
Pihak Tahura Raden Soerjo, juga mengingatkan bahwa status pembukaan jalur Arjuno-Welirang bersifat situasional.
Pengelola tidak segan untuk menutup kembali jalur pendakian sewaktu-waktu, apabila terjadi anomali cuaca atau kondisi darurat yang mengancam keselamatan jiwa pendaki.

Kepala RPH 04 Tahura Raden Soerjo, Choir Maulana, menambahkan, pembukaan ini merupakan momentum yang sangat dinantikan.
Jalur Sumberbrantas, menurutnya, memiliki daya tarik tersendiri, karena menawarkan panorama hutan tropis yang asri dan lembah yang memukau, meski medannya tergolong menantang.
“Ini adalah saat yang ditunggu-tunggu setelah penutupan panjang sejak November lalu untuk pemulihan jalur. Namun, kami minta pendaki tidak meremehkan kondisi gunung,” kata Choir.
Imbauan Keselamatan dan Persiapan Fisik
Mengingat jalur baru saja dibuka setelah masa pemulihan yang lama, pendaki diimbau untuk melakukan persiapan ekstra.
Mulai dari kesiapan fisik yang prima, kelengkapan perlengkapan standar pendakian, logistik yang mencukupi, hingga pemahaman mendalam terhadap medan yang akan dilalui.
Pembukaan kembali jalur pendakian via Sumberbrantas diharapkan mampu menggerakkan kembali roda ekonomi kreatif dan wisata alam di Kota Batu.
Sekaligus menjadi ajang edukasi bagi para pendaki, untuk tetap menjaga kebersihan dan kelestarian hutan selama beraktivitas di puncak Arjuno maupun Welirang. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




