MALANG POST – Antusiasme generasi muda Kota Batu, untuk menempuh pendidikan tinggi melonjak tajam. Hingga penutupan pendaftaran pada 30 April 2026, tercatat sedikitnya 700 pendaftar telah masuk dalam sistem Dinas Pendidikan Kota Batu, untuk memperebutkan Program Beasiswa Seribu Sarjana.
Guna memastikan investasi sumber daya manusia (SDM) ini tepat sasaran, Dinas Pendidikan kini tengah melakukan verifikasi dan validasi ketat. Untuk menyaring sekitar 400 penerima manfaat, yang akan dibiayai oleh Pemerintah Kota Batu pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan, penambahan kuota tahun ini merupakan langkah konkret Pemkot Batu, dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Terutama bagi keluarga kurang mampu dan kelompok masyarakat berprestasi.
“Tahun 2026 ini target kami meningkat menjadi 400 penerima, jauh lebih besar dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 273 mahasiswa. Kami ingin memastikan bantuan ini menjadi investasi riil Pemkot Batu untuk masa depan,” ujar Alfi Nurhidayat kepada Malang Post, Rabu (6/5/2026).
Kategori Luas: Dari Hafiz Hingga Perangkat Desa
Program Beasiswa Seribu Sarjana ini, dirancang inklusif dan tidak hanya terpaku pada prestasi akademik di sekolah. Pemerintah membuka pintu lebar bagi berbagai kategori masyarakat, agar tidak ada lagi hambatan finansial dalam meraih gelar sarjana.

SERIBU SARJANA: Wali Kota Batu Nurochman didampingi Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto saat menyerahkan secara simbolis beasiswa Seribu Sarjana beberapa saat lalu, tahun inu sedikitnya ada 700 pendaftar berebut 400 kuota yang tersedia. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kategori penerima meliputi jalur prestasi akademik dan non-akademik, keluarga kurang mampu (ekonomi lemah), hafiz Al-Qur’an, penyandang disabilitas, hingga guru non-ASN dan perangkat desa yang ingin meningkatkan kualifikasi pendidikannya.
“Setelah proses verifikasi selesai, peserta yang dinyatakan lolos, akan dihubungi langsung oleh admin melalui pesan WhatsApp. Harapannya, program ini mampu menekan angka putus sekolah dan menghilangkan kesenjangan akses pendidikan di Kota Batu,” tambah Alfi.
Bantuan Kedokteran Hingga Rp10 Juta per Semester
Dukungan finansial yang diberikan Pemkot Batu tergolong signifikan. Besaran bantuan bersifat proporsional, tergantung pada program studi yang ditempuh. Untuk mahasiswa program studi kedokteran, Pemkot Batu menyiapkan bantuan hingga Rp10 juta per semester.
Namun, beasiswa ini memiliki aturan kedisiplinan yang ketat. Bantuan hanya diberikan maksimal selama delapan semester atau masa studi normal.
“Ini bertujuan mendorong mahasiswa agar lulus tepat waktu. Jika masa studi melebihi batas tersebut, maka biaya selanjutnya menjadi tanggung jawab pribadi. Kami ingin mencetak sarjana yang kompeten sekaligus disiplin,” tegas Alfi.
Wujudkan Visi Mbatu SAE dan Indonesia Emas 2045
Selain fokus pada pembiayaan, Alfi juga mengingatkan pentingnya ekosistem pendidikan yang sehat. Ia menekankan agar lingkungan sekolah dan kampus bersih dari praktik perundungan (bullying) maupun cyberbullying. Menurutnya, kualitas intelektual harus dibarengi dengan kesehatan mental yang baik.
Program Beasiswa Seribu Sarjana ini, merupakan instrumen strategis dari visi pembangunan “Mbatu SAE”. Melalui program ini, Pemkot Batu berupaya menyiapkan generasi muda agar memiliki daya saing tinggi, baik di level nasional maupun internasional, guna menyongsong Indonesia Emas 2045.
Bagi pendaftar yang belum lolos tahun ini, Alfi berpesan agar tetap optimistis. Pemerintah akan terus mencari solusi dan skema alternatif sesuai regulasi agar hak pendidikan seluruh warga Kota Batu tetap terpenuhi secara bertahap. (Ananto Wibowo/Ra Indrata)




