MALANG POST – Arema FC Women Academy, membuktikan ketajaman pembinaannya dengan merengkuh gelar juara Turnamen U-14 1st Anniversary Persisac Pertiwi 2026, yang berlangsung di Lapangan Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang, Minggu (14/6/2026). Prestasi gemilang anak asuh Head Coach Nanang Habibi ini terasa sangat istimewa, lantaran diraih saat usia akademi di Kota Lumpia tersebut belum genap satu tahun. Sekaligus menjadi sinyal kuat lahirnya kekuatan baru sepak bola putri di Jawa Tengah.
Membangun akademi sepak bola itu bukan soal gaya-gayaan. Bukan juga soal pamer jersi. Ini soal napas panjang. Soal ketelatenan mengolah bakat yang masih mentah menjadi permata.
Dan Arema FC Women Academy di Semarang baru saja menunjukkan kelasnya.
Padahal, usia mereka di Kota Lumpia itu masih seumur jagung. Belum genap setahun. Tapi, Singo Edan Putri tidak mau berlama-lama sekadar jadi penggembira. Mereka langsung ingin jadi penguasa.
Minggu kemarin, Lapangan Sambiroto di Kecamatan Tembalang menjadi saksinya. Di turnamen U-14 bertajuk 1st Anniversary Persisac Pertiwi, Arema menurunkan dua tim sekaligus: AFCW Academy dan Arema FC Women. Semuanya murni hasil didikan sendiri di Semarang.
Jalannya tidak mudah. Berat.
Setelah lolos dari babak grup yang ketat, mereka harus berhadapan dengan Djatayu di perempat final. Menang tipis 1-0. Masuk semifinal, lawannya Ratanika. Skornya sama: 1-0. Menang efektif. Itulah ciri khas tim yang punya mental juara.

Puncaknya di partai final. Mereka harus berhadapan dengan tuan rumah, Persisac Yellow. Alih-alih gemetar, anak-anak muda ini justru tampil tenang. Dingin. Mereka memastikan diri keluar sebagai yang terbaik.
Head Coach Nanang Habibi tidak bisa menyembunyikan rasa bangganya.
“Alhamdulillah. Anak-anak menunjukkan semangat, disiplin, dan kemauan belajar yang luar biasa. Bagi kami, ini bukti bahwa proses pembinaan mulai menunjukkan hasil,” ujar Nanang, Selasa (16/6) hari ini.
Bagi Nanang, trofi itu bonus. Yang paling utama adalah fondasi. Dia ingin membangun struktur sepak bola putri usia dini yang kuat agar anak-anak ini punya tangga untuk melompat ke level profesional di masa depan.
Kebahagiaan Arema makin lengkap. Gelar individu pun diborong habis. Janeeta Alodya dinobatkan sebagai top skor turnamen. Tajam sekali. Sementara di bawah mistar, Ayuningtyas Rahma terpilih sebagai kiper terbaik. Gawangnya sulit sekali ditembus.
Semarang kini punya warna baru. Bukan cuma soal lumpia atau lawang sewu. Kini ada Singa Betina muda yang mulai mengaum di sana. Dalam waktu kurang dari setahun, mereka sudah berani menantang dominasi klub-klub lama di Jawa Tengah.
Selamat, Arema FC Women Academy Semarang! Perjalanan masih panjang, tapi langkah awal ini sudah sangat manis. (Ra Indrata)




