MALANG POST – Warga Dusun Jubel, Desa Bantur, Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang mendadak gempar, setelah sebuah ledakan keras menghantam rumah seorang petani setempat, Senin (27/4/2026) pagi.
Ledakan yang diduga berasal dari bom ikan (bondet) atau molotov tersebut merusak bagian depan rumah milik Sumpaji (59), hingga mengakibatkan kaca pecah dan tiang teras hancur. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini karena hunian tersebut sedang dalam kondisi kosong.
Peristiwa mencekam ini terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Suara ledakan yang menggelegar membuat para tetangga berhamburan keluar rumah untuk mencari sumber suara. Saat itulah, warga mendapati kepulan asap dan kerusakan di bagian teras rumah korban.
“Saksi mata mendengar suara ledakan yang sangat keras dari arah rumah korban. Begitu dilakukan pengecekan, bagian depan rumah sudah dalam kondisi rusak berantakan,” ungkap Kasihumas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar, saat dikonfirmasi, Senin (27/4/2026).
Olah TKP Tim Inafis Polres Malang
Mendapat laporan adanya aksi dugaan teror tersebut, Polres Malang langsung menerjunkan tim Inafis Satreskrim ke lokasi kejadian. Petugas melakukan penyisiran dan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh untuk mencari sisa-sisa material peledak.
Di lokasi kejadian, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa pecahan kaca, sisa material yang terbakar, serta sampel serpihan yang diduga kuat berasal dari bahan peledak rakitan.
“Dugaan sementara, pelaku sengaja melempar benda yang diduga bom ikan ke arah depan rumah korban. Tim Inafis sudah mengambil beberapa sampel untuk memastikan jenis bahan kimia yang terkandung serta penyebab pasti ledakan,” jelas Bambang.
Polisi Buru Pelaku
Berdasarkan data di lapangan, kerusakan meliputi kaca depan yang hancur, lantai teras yang retak, hingga kerusakan pada tiang penyangga. Sumpaji, pemilik rumah yang saat kejadian sedang tidak di lokasi, ditaksir mengalami kerugian material sebesar Rp2,5 juta.
Hingga berita ini diturunkan, motif di balik aksi pelemparan benda peledak ini masih menjadi misteri. Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas serta keberadaan pelaku.
“Kami sudah mengamankan barang bukti dan memeriksa saksi-saksi di sekitar lokasi. Kasusnya saat ini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut oleh tim Satreskrim untuk mengungkap siapa pelakunya,” tegas AKP Bambang. (HmsResma/Ra Indrata)




