MALANG POST – Manajemen Arema FC secara resmi mengumumkan berakhirnya ikatan kerja sama dengan penjaga gawang mudanya, Andrian Casvari (26), untuk kompetisi musim depan. Keputusan melepas kiper kelahiran Jakarta yang telah berbaju Singo Edan selama hampir dua musim ini, dikonfirmasi langsung oleh General Manager Arema FC, Yusrinal, di Malang, Senin (8/6/2026), setelah sang pemain mencatatkan 21 kali masuk Daftar Susunan Pemain (DSP) di skuad senior namun lebih banyak menghabiskan menit bermain bersama tim Arema FC U-20 di Elite Pro Academy (EPA).
Nasib seorang kiper cadangan itu memang sunyi. Dia harus latihan paling keras, siap setiap saat, tapi kesempatan tampil sering kali baru datang kalau kiper utama cedera atau kena kartu merah.
Sunyinya malam di bangku cadangan itulah yang dirasakan oleh Andrian Casvari. Hampir dua musim lamanya.
Hari ini, kebersamaan yang sunyi itu resmi berakhir. Manajemen Arema FC sudah mengetok palu keputusan. Kerja sama dengan penjaga gawang berusia 26 tahun itu tidak dilanjutkan untuk musim depan. Casvari harus berkemas. Pamit dari Malang.
Padahal, mari kita urut kembali sejarahnya. Bocah kelahiran Jakarta ini datang ke Malang pada awal musim 2024 dengan semangat menyala. Dia ingin menaklukkan kerasnya tekanan di bawah mistar gawang Singo Edan.
Tapi level tertinggi Liga 1 memang kejam bagi pemain yang minim jam terbang. Selama dua musim berseragam Arema, Casvari gagal mengudeta posisi kiper utama.
Walhasil, demi menjaga sentuhan bola dan membantu adik-adik tingkatnya, Casvari harus rela turun kasta. Dia diperbantukan memperkuat tim Arema FC U-20 yang bertarung di Elite Pro Academy (EPA) Super League musim 2024/2025.
Di level junior itu, dia sempat unjuk gigi. Casvari mencatatkan enam kali penampilan sepanjang kompetisi. Menjadi mentor sekaligus pilar penting di barisan pertahanan Arema muda.
Lalu bagaimana catatannya di level senior?
Ini yang bikin hati agak terenyuh. Angkanya banyak, tapi menit bermainnya nol.
Sepanjang musim 2024/2025 dan 2025/2026, nama Andrian Casvari sebenarnya tercatat sebanyak 21 kali masuk dalam Daftar Susunan Pemain (DSP). Berarti, sebanyak 21 kali pula dia duduk rapi mengenakan jersey latihan di bench pemain. Menonton jalannya pertandingan dari pinggir lapangan tanpa pernah sedetik pun dipercaya mengawal gawang secara riil.
Meski lebih banyak mengisi kesepian di bangku cadangan, manajemen Arema ternyata tipe yang tahu cara menghargai keringat orang. Dedikasi, loyalitas, dan sikap profesional Casvari selama berada di skuad utama mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh elemen tim. Dia tidak pernah mengeluh. Tetap berlatih seolah besok akan diturunkan bertanding.
General Manager Arema FC, Yusrinal, langsung memasang wajah respek saat menyampaikan ucapan perpisahan.
“Kami mengucapkan terima kasih atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen yang telah ditunjukkan Andrian Casvari sebagai penjaga gawang selama menjadi bagian dari Arema FC. Dalam setiap kesempatan, baik bersama tim senior maupun saat membantu tim U-20, Casvari selalu menunjukkan sikap profesional,” kata Inal, sapaan akrab Sang GM.
Bagi Arema, melepas Casvari bukan berarti membuangnya. Ini adalah taktik memberikan jalan keluar demi masa depan sang pemain sendiri.
Usia Casvari saat ini baru 26 tahun. Untuk ukuran seorang penjaga gawang, itu adalah usia yang masih sangat muda. Sangat ranum untuk diasah kembali. Matangnya seorang kiper biasanya baru muncul di atas kepala tiga.
“Kami berharap Casvari mendapatkan kesempatan bermain yang lebih banyak di klub barunya sehingga mampu menunjukkan kualitas terbaik yang dimiliki. Atas nama keluarga besar Arema FC, kami mendoakan semoga sukses dalam perjalanan karier berikutnya,” tambah Inal.
Materi kontrak boleh saja selesai, tapi tali silaturahmi tidak boleh putus. Pihak pemain dan manajemen Singo Edan berharap hubungan baik yang terlanjur terbangun selama dua musim terakhir ini tetap terjaga.
Aswin sudah dilepas kemarin, hari ini giliran Casvari yang melangkah keluar dari mes Arema.
Pengalaman berharga selama dua tahun digembleng dalam tekanan mental ala Malang tentu menjadi modal berharga bagi Casvari untuk mencari panggung utama di tempat lain. Selamat berjuang di klub baru, Casvari! (Ra Indrata)




