KETUA Panitia Pelaksana Pertandingan Arema FC, Erwin Hardiyono. (Foto: Ra Indrata/Malang Post)
MALANG POST – Laga panas Derby Jawa Timur yang mempertemukan Arema FC kontra Persebaya Surabaya, dipastikan batal digelar di Stadion Kanjuruhan.
Berdasarkan rekomendasi Polres Malang nomor B/666/IV/YAN.2.1./2026 dan surat regulator PT Liga Indonesia Baru (LIB) nomor 371/LI-KOM/IV/2026 pada Rabu (22/4/2026), venue pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026 tersebut, resmi dipindahkan ke Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.
Keputusan pahit ini diambil demi menjaga stabilitas Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di wilayah Malang Raya.
Manajemen dan Panitia Pelaksana (Panpel) Arema FC menyatakan tunduk pada arahan otoritas keamanan meski sebelumnya ada keinginan besar untuk menggelar laga klasik ini di rumah sendiri.
”Melihat dinamika dan rekomendasi yang ada, besar kemungkinan laga Arema FC vs Persebaya kami boyong ke Bali.”
“Kami segera melakukan koordinasi cepat dengan pengelola Stadion I Wayan Dipta dan otoritas keamanan setempat agar laga tetap berjalan sesuai jadwal,” ungkap Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hardiyono, Kamis (23/4/2026).
Kecewa Namun Tetap Ikhtiar
Erwin tidak menampik adanya gurat kekecewaan di internal tim, maupun publik sepak bola Malang. Pasalnya, laga kontra Persebaya awalnya diharapkan menjadi momentum kembalinya gairah atmosfer Stadion Kanjuruhan.
Namun, pihaknya memilih bersikap moderat dan mendahulukan kepentingan yang lebih besar.
“Secara emosional tentu ada rasa kecewa. Keinginan kami membuktikan kesiapan Kanjuruhan sangat besar. Namun, kami memilih tidak larut dalam emosi dan sepenuhnya mengikuti regulasi serta arahan kepolisian,” tambah pria yang akrab disapa Erwin tersebut.
Puji Kedewasaan Presidium Aremania
Di balik perpindahan venue ini, Panpel Arema FC memberikan apresiasi tinggi kepada Presidium Aremania. Langkah diplomasi dan komunikasi elegan yang dilakukan perwakilan suporter dengan Kapolda Jatim maupun Kapolres Malang dinilai sebagai bukti nyata transformasi kedewasaan Aremania.
“Kami melihat kedewasaan luar biasa. Langkah Presidium yang berkomunikasi secara elegan adalah wujud kecintaan tulus pada klub. Kami sangat menghargai ikhtiar mereka yang berbesar hati menerima situasi ini tanpa aksi destruktif,” tegasnya.
Erwin juga menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan moral agar Kanjuruhan bisa kembali menggelar derby.
Meski izin belum turun untuk laga kali ini, upaya semua pihak dianggap sebagai modal berharga untuk masa depan klub.
Imbau Aremania Tetap Tenang
Menutup keterangannya, Panpel mengimbau seluruh Aremania agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh narasi-narasi negatif di media sosial terkait pemindahan lokasi pertandingan ini.
Fokus utama saat ini adalah memberikan dukungan moral agar Singo Edan mampu meraih poin maksimal meski harus bermain jauh dari rumah.
“Mari kita tunjukkan bahwa Aremania adalah suporter yang taat hukum dan mengutamakan kondusifitas. Tetaplah bersatu, jangan terprovokasi demi menjaga nama baik klub dan Malang Raya,” pungkas Erwin. (Ra Indrata)




