MALANG POST – Ada yang berbeda saat foto tim sebelum laga pekan ke-28, antara Arema FC vs Persis Solo, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang. Starting eleven Singo Edan, terlihat berfoto sembari membentangkan jersey bernomor punggung 32.
Betinho Filho yang kebagian memenang jersey milik Pablo Oliveira itu, memperlihatkan raut muka yang cukup serius. Pun dengan Rio Fahmi yang ikut membantu memegang dengan tangan kirinya.
Ternyata kehadiran jersey utama Arema milik gelandang asal Brasil itu, sebagai bentuk dukungan moral pemain Arema, kepada pemain bernama lengkap Gildson Pablo de Oliveira Silva.
Gelandang 30 tahun tersebut, kembali mendapatkan cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL) dan Medial Collateral Ligament (MCL). Yang berpotensi memaksa Pablo Oliveira harus absen hingga akhir musim.
“Sayangnya Pablo (Oliveira) mengalami cedera lutut untuk kedua kalinya. Sekali lagi dia harus menjalani proses operasi. Seperti Luiz Gustavo yang juga telah menjalani operasi lutut.
“Mereka adalah dua pemain yang merupakan bagian dari kelompok ini yang kami kehilangan sepanjang musim,” kata Marcos Santos, Pelatih Arema FC, seusai laga.
Itulah sebabnya, Marcos membenarkan apa yang dilakukan pemain dengan membawa jersey Pablo Oliveira, sebagai bentuk penghormatan. Karena bagi pemain sepak bola, cedera yang dialami pemain yang baru tiga kali bermain di musim 2025/2026 ini, sangat buruk.
“Pablo adalah pemain yang berdedikasi, bekerja keras dan banyak membantu kami.”
“Kemenangan ini juga merupakan penghormatan untuknya. Atas dedikasi yang selalu dia tunjukkan setiap hari dan memberikan yang terbaik dalam latihan. Baik saat dia bermain maupun tidak,” sebut pelatih asal Brasil tersebut.

Terkait cedera yang dialami Pablo Oliveira, General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menjelaskan, dari hasil pemeriksaan MRI oleh tim medis Arema, pemain yang baru didaftarkan pada 22 Januari 2026 itu, divonis cedera MCL dan ACL, hingga membuatnya harus segera naik meja operasi.
“Rencananya Selasa (21/4/2026) nanti, Pablo akan kembali ke Brasil untuk menjalani proses. Kami harus rela kembali kehilangan Pablo,” tandasnya.
Cedera itu sendiri, tambah Inal -panggilan akrab General Manager Arema FC- disebabkan karena kekuatan kaki kiri Pablo, melebihi batas normal. Sebagai dampak dari masalah ACL yang menimpa di kaki kanan pada pertengahan musim lalu.
Kondisi itu, masih katanya, membuat otot lutut Pablo menjadi tidak seimbang. Hingga menyebabkan ligamen di bagian ACL dan MCL kirinya terputus.
Sebelumnya pada pekan ke-30 Liga 1 musim 2024/2025 lalu, Pablo Oliveira diturunkan saat Arema FC menjamu Persebaya Surabaya, di Stadion Kapten I Wayan Dipta. Tapi hanya sampai menit ke-39, setelah Pablo terpaksa ditarik keluar karena cedera.
Dari hasil pemeriksaan kala itu, Pablo divonis cedera ligamen lutut kiri. Hingga harus mengakhiri musim 2024/2025 lebih cepat. Serta langsung menjalani operasi serta pemulihan di Brasil, sekitar 10 bulan.
Pemain yang saat ini punya nilai pasar Rp1,7 miliar itu, secara resmi baru kembali meruput bersama Arema, pada pekan ke-23 Super League musim 2025/2026. Kala ini, dia turun sebagai pemain pengganti, ketika Arema dijamu Borneo FC.
Sayangnya, gelandang bertahan Arema itu, hanya bisa turun dalam tiga laga. Dengan total 118 menit waktu bermain. Karena dari tiga laga tersebut, Pablo Oliveira tidak pernah turun lebih dari 45 menit.
“Mungkin untuk saat ini, proses pemulihannya memakan waktu cukup lama. Karena Pablo harus menjalani dua operasi di bagian lutut.”
“Kami tetap akan bertanggung jawab, karena kontraknya bersama Arema, masih tersisa hingga akhir musim ini.”
”Kalaupun kontraknya sudah habis dan semisal tidak kami perpanjang, kami tetap akan menanggung biaya pemulihannya,” sebut manajer asal Bogor ini. (*/Ra Indrata)




