MALANG POST – Aula Ya Matin Pondok Pesantren An-Nur 2 Al-Murtadlo, Bululawang, menjadi saksi bisu berkumpulnya ratusan kader berbaju hijau khas Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Minggu (19/4/2026) malam.
Suasana khidmat menyelimuti prosesi Pengukuhan Pengurus Majelis Dzikir dan Sholawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Malang, yang digelar bertepatan dengan momentum sakral Peringatan Hari Lahir (Harlah) GP Ansor ke-92.
Bupati Malang, HM Sanusi, hadir langsung di tengah-tengah para kiai dan pemuda nahdliyin tersebut.
Mengenakan busana muslim lengkap dengan peci hitam, pria yang akrab disapa Abah Sanusi ini memberikan apresiasi mendalam atas dedikasi GP Ansor yang telah hampir satu abad mengabdi untuk negeri.
Dalam sambutannya, Abah Sanusi menekankan bahwa jabatan dalam organisasi keagamaan, bukanlah sekadar formalitas struktur, melainkan amanah langit.
Pihaknya berharap pengurus MDS Rijalul Ansor yang baru dilantik mampu menjadi motor penggerak spiritualitas di wilayah Kabupaten Malang.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Malang, saya menyampaikan selamat dan sukses kepada para pengurus MDS Rijalul Ansor yang baru saja dikukuhkan. Semoga amanah ini dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Jadikan ini ladang pengabdian yang membawa keberkahan bagi umat,” ujar Abah Sanusi dengan nada tegas namun menyejukkan.
Bagi politisi asal Gondanglegi ini, usia 92 tahun bagi GP Ansor adalah bukti kematangan sejarah. Ansor telah bertransformasi menjadi garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai keislaman moderat (wasathiyah) serta benteng kokoh bagi keutuhan NKRI.
Kehadiran MDS Rijalul Ansor sebagai lembaga semi-otonom di bawah naungan Ansor, menurut Sanusi, memiliki peran strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Terutama dalam menghadapi derasnya arus informasi dan degradasi moral di era digital.
“Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, keberadaan majelis dzikir dan sholawat harus menjadi oase penyejuk hati. Ini adalah penguat iman sekaligus sarana mempererat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, melalui lantunan dzikir, karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia akan terbentuk dengan sendirinya. Hal ini selaras dengan visi Kabupaten Malang yang ingin mewujudkan masyarakat yang maju dan berdaya saing, namun tetap berpijak pada fondasi spiritual yang kuat.
Selain aspek spiritual, Bupati Sanusi juga menyoroti pentingnya peran pemuda Ansor dalam membentengi generasi muda Malang dari pengaruh negatif, seperti peredaran narkoba dan paham radikalisme.
Ia mengajak pengurus baru untuk lebih masif turun ke akar rumput (grassroot), memastikan kegiatan dzikir dan sholawat menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
“Saya berharap Rijalul Ansor bisa bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Jadilah benteng moral bagi pemuda-pemuda kita. Tantangan ke depan bukan lagi fisik, melainkan perang pemikiran dan ideologi,” imbuhnya.
Abah Sanusi juga berpesan agar organisasi ini tetap adaptif. Menurutnya, menjadi nahdliyin tidak berarti kaku terhadap perkembangan teknologi. Justru, nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah harus disebarkan melalui berbagai platform agar tetap relevan dengan selera zaman.
Acara yang berlangsung hingga larut malam tersebut, ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kemakmuran warga Kabupaten Malang.
Kehadiran para tokoh agama dari Ponpes An-Nur 2 juga memberikan bobot tersendiri pada acara pengukuhan ini, menegaskan kemanunggalan antara ulama, umaro (pemerintah), dan pemuda.
“Mari kita jadikan momentum Harlah ke-92 ini sebagai penguat komitmen untuk terus menebar kebaikan. Dengan kebersamaan dan sinergi yang kuat antara pemerintah dan organisasi kepemudaan seperti Ansor, Insya Allah Kabupaten Malang akan semakin makmur dan berkeadilan,” pungkas Abah Sanusi sebelum meninggalkan lokasi acara.
Pengukuhan ini sekaligus menandai dimulainya rangkaian agenda panjang MDS Rijalul Ansor di tingkat kecamatan (PAC) hingga desa (Ranting) di seluruh wilayah Kabupaten Malang untuk satu masa khidmah ke depan. (*/PKP/Ra Indrata)




