MALANG POST – Sebanyak 227 calon jemaah haji (CJH) asal Kota Batu dijadwalkan berangkat ke Tanah Suci pada musim haji 2026. Mereka telah dilepas Pemkot Batu dalam seremoni di Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Senin (20/4/2026).
Ratusan jemaah tersebut tergabung dalam kelompok terbang (kloter) empat Embarkasi Surabaya, yang masuk gelombang pertama keberangkatan haji Indonesia tahun ini.
Dari ratusan jemaah itu, ada satu sosok paling mencuri perhatian. Ia adalah Dewi Marijah (85) warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji. Perempuan kelahiran April 1941 itu tercatat sebagai CJH tertua dari Kota Batu tahun ini.
Usia senja tak menyurutkan semangat Dewi Marijah untuk menunaikan rukun Islam kelima. Ia telah menunggu kesempatan berhaji sejak mendaftar pada 2018. Setelah delapan tahun menanti, kesempatan itu akhirnya datang melalui prioritas keberangkatan jemaah lanjut usia.
Meski kemampuan penglihatan dan pendengarannya mulai menurun, Dewi Marijah masih menjalani aktivitas sehari-hari dengan penuh semangat. Ia tetap merawat kebun bunga miliknya di Sidomulyo, kawasan yang dikenal sebagai sentra tanaman hias Kota Batu.
“Yang penting sehat,” ujarnya singkat.
Merawat bunga sudah menjadi bagian dari hidupnya selama puluhan tahun. Aktivitas itu pula yang mengisi hari-harinya dengan kesederhanaan.
Perjalanan menuju Tanah Suci juga menyimpan kisah haru. Biaya keberangkatannya sebagian besar merupakan dukungan dari anak-anaknya. Dari enam orang anak, salah satunya merupakan anggota marinir yang pernah bertugas di Sudan.
Salah satu putrinya, Siti Rohmah, yang akan mendampingi selama perjalanan haji, mengatakan sang ibu memang sudah lama menyimpan keinginan berhaji.
“Dulu sudah pernah umrah, tapi keinginan berhaji selalu ada. Alhamdulillah sekarang bisa terwujud,” ujarnya.
Dewi Marijah dijadwalkan mulai masuk asrama pada Rabu (22/4/2026). Menjelang keberangkatan, ia rutin menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi sebagai bagian dari persiapan.
Secara keseluruhan, para jemaah haji Kota Batu akan mulai berkumpul di Masjid Sultan Agung Kota Batu pada Rabu (22/4/2026) pukul 02.00 WIB. Setelah proses pengecekan administrasi dan pelepasan, rombongan bertolak menuju Asrama Haji Embarkasi Surabaya dan diperkirakan tiba sekitar pukul 07.00 WIB.
Selanjutnya, para jemaah akan diterbangkan menuju Madinah, Arab Saudi, pada Kamis (23/4) sekitar pukul 02.55 WIB.

BERI SELAMAT: Wali Kota Batu Nurochman saat memberikan ucapan selamat kepada CJH tertua asal Kota Batu, Dewi Marijah. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Batu, Basuki Rachmad menjelaskan, dalam kloter empat Embarkasi Surabaya jemaah asal Kota Batu tidak berangkat sendiri. Mereka bergabung dengan jemaah dari sejumlah daerah lain di Jawa Timur.
Rinciannya, 73 jemaah dari Kabupaten Probolinggo, 53 jemaah dari Kota Surabaya, 12 jemaah dari Kota Malang, delapan jemaah dari Kabupaten Malang, serta masing-masing satu jemaah dari Kabupaten Sidoarjo dan Kota Probolinggo.
“Sehingga total satu kloter mencapai 380 orang dalam satu penerbangan,” jelasnya.
Basuki memastikan seluruh jemaah maupun petugas haji dari Kota Batu telah siap diberangkatkan. Persiapan administrasi, kesehatan hingga manasik haji telah rampung.
“Insyaallah persiapannya baik jemaah maupun petugas sudah siap semuanya. Kami berharap keberangkatan berjalan lancar,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Batu Nurrochman juga dijadwalkan berangkat haji tahun ini bersama rombongan kloter emoat. Ia mengungkapkan bahwa keberangkatannya merupakan buah dari penantian panjang selama 14 tahun sejak mendaftar pada 2012.
“Inilah bukti bahwa ibadah haji mengajarkan kita arti kesabaran dan ketundukan kepada Allah,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cak Nur sapaan akrabnya juga menitipkan doa kepada para jemaah agar mendoakan kemajuan Kota Batu di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci.
Ia berharap para jemaah turut mendoakan kelancaran pembangunan daerah, integritas aparatur sipil negara (ASN) dalam melayani masyarakat, serta kesejahteraan warga Kota Batu.
“Termasuk mendoakan agar generasi muda Kota Batu mendapat akses pendidikan terbaik dan kelak menjadi pemimpin yang berakhlak mulia,” pungkasnya. (Ananto Wibowo)




