MALANG POST – Kualitas infrastruktur permukiman di Kota Batu masih menyisakan pekerjaan rumah. Sebab itu, tahun ini Pemkot Batu kembali menggenjot program pavingisasi jalan lingkungan dengan alokasi anggaran mencapai Rp12,5 miliar.
Program tersebut menyasar 81 titik jalan dan gang permukiman yang tersebar di tiga kecamatan. Melalui perbaikan ini, bertujuan agar akses mobilitas warga menjadi lebih nyaman, aman, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal.
Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Batu, Ferly Syahrudin menjelaskan, saat ini program tersebut telah memasuki tahap perencanaan. Tahapan ini menjadi dasar sebelum proyek masuk ke proses pengadaan hingga pelaksanaan fisik di lapangan.
“Bulan ini masih tahap perencanaan. Kalau sesuai jadwal, bulan depan sudah mulai proses pengadaan,” ujar Ferly, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, sebagian besar titik pavingisasi merupakan usulan dari pokok pikiran (pokir) anggota DPRD. Aspirasi tersebut dihimpun dari kebutuhan masyarakat di tingkat lingkungan, terutama di kawasan permukiman yang kondisi jalannya dinilai belum memadai.
Total terdapat 81 paket pekerjaan yang akan dilaksanakan sepanjang tahun anggaran 2026. Meski dikerjakan secara bertahap, jadwal pengerjaan kemungkinan akan saling beririsan agar seluruh proyek dapat diselesaikan dalam tahun yang sama.

PAVINGISASI: Sebanyak 81 titik gang di Kota Batu masuk dalam program pavingisasi tahun ini, dengan total anggaran mencapai Rp12,5 miliar. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Untuk mempercepat progres pekerjaan, Disperkim tidak hanya melibatkan satu penyedia jasa. Pemerintah menerapkan skema multikontraktor agar distribusi pekerjaan lebih merata dan waktu pengerjaan lebih efisien.
“Dengan beberapa kontraktor, pengerjaan bisa dilakukan bersamaan di banyak titik sehingga target penyelesaian lebih realistis,” jelasnya.
Dari sisi anggaran, program pavingisasi tahun ini juga mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya. Pada 2025, anggaran yang dialokasikan berada di kisaran Rp12 miliar, sementara tahun ini naik menjadi Rp12,5 miliar.
Tambahan anggaran sebesar Rp500 juta tersebut diharapkan mampu memperluas jangkauan perbaikan, khususnya pada jalan lingkungan yang selama ini masih berupa tanah atau paving yang sudah rusak.
Disisi lain, Ketua DPRD Kota Batu, M Didik Subiyanto menambahkan, besarnya anggaran tersebut menuntut efektivitas pelaksanaan di lapangan. Pemerintah dituntut memastikan bahwa proyek tidak sekadar terserap secara administratif, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Jalan lingkungan merupakan infrastruktur yang paling sering digunakan warga dalam aktivitas sehari-hari. Mulai dari akses menuju rumah, kegiatan ekonomi skala kecil, hingga mobilitas anak-anak menuju sekolah,” paparnya.
Karena itu, program pavingisasi diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin pembangunan tahunan. Lebih dari itu, perbaikan akses jalan lingkungan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus menciptakan kawasan permukiman yang lebih tertata, nyaman dan aman bagi warga. (Ananto Wibowo)




