ATAS NAMA: Koordinator Presidium Aremania Utas, Ali Rifki, ketika menyampaikan permohonan maaf Aremania, karena masih ada oknum suporter yang membawa dan mengkonsumi miras. (Foto: Humas Resma)
MALANG POST – Polres Malang mengamankan puluhan calon penonton Arema, yang diduga membawa dan mengonsumsi minuman keras (miras) saat pengamanan laga Arema FC vs Persis Solo, di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Sabtu (18/4/2026).
‘Operasi miras’ tersebut, merupakan bagian dari komitmen bersama Polres Malang, panitia pelaksana, manajemen Arema FC, serta Presidium Aremania, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif selama pertandingan berlangsung.
Dalam pers rilis di Mapolres Malang, Sabtu (18/4/2026) malam, Kapolres Malang, AKBP Muhammad Taat Resdi menyampaikan, pengamanan dilakukan dengan skema pemeriksaan lebih ketat dan diperluas hingga luar area stadion.
“Kami bersepakat melakukan pemeriksaan secara lebih teliti dan tegas, dengan perimeter yang lebih luas. terutama terhadap potensi penonton membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol,” ujar AKBP Taat Resdi.
Saat bertemu puluhan wartawan tersebut, Kapolres didampingi Ketua Presidium Aremania Utas, Ali Rifki; Ketua Panpel Arema FC, Erwin Hariyono dan Manajer Bisnis Arema FC, Munif Bagaskara Wakid. Termasuk Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinajar.
AKBP Taat menjelaskan, pemeriksaan dilakukan di dua titik utama. Yakni Simpang Empat Zipur dan Kedungpendaringan. Petugas bersinergi dengan Aremania, melakukan pengecekan terhadap penonton. Baik melalui pemeriksaan badan maupun kendaraan.
“Hasilnya kami mengamankan 54 calon penonton, yang diduga membawa minuman keras. Barang bukti 33 botol minuman beralkohol, serta 28 unit sepeda motor, berhasil kami amankan,” ungkapnya.
Dari total tersebut, terdata 27 orang berasal dari wilayah Kabupaten Malang dan 27 lainnya dari luar daerah. Di antaranya Kota Malang, Kota Batu, Kabupaten Kediri dan Kabupaten Blitar.
Kapolres menegaskan, langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperbaiki budaya suporter dan memastikan keamanan pertandingan sepak bola di Kabupaten Malang.
“Skema ini akan terus kami lakukan ke depan secara berkelanjutan, untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta iklim pertandingan yang aman, tertib dan nyaman,” tegasnya.
Pihaknya bersama Manajemen Arema, Panpel Aerma dan Presidium Aremania, telah berkomitmen memperketat pengamanan. Terutama terkait larangan membawa dan mengonsumsi minuman keras.
“Kami bersepakat melakukan pemeriksaan secara lebih teliti dan tegas dengan perimeter yang lebih luas. Utamanya terhadap potensi penonton membawa dan mengonsumsi minuman beralkohol,” ujar AKBP Taat Resdi.
Kapolres juga mengingatkan, upaya ini bukan semata penegakan aturan. Melainkan bagian dari komitmen bersama, menciptakan atmosfer pertandingan yang aman dan nyaman bagi semua pihak.
“Ini adalah komitmen kita bersama untuk menciptakan situasi kamtibmas yang kondusif serta iklim pertandingan yang aman, tertib, dan nyaman,” tegasnya.
Kapolres Malang AKBP Muhammad Taat Resdi, menegaskan pentingnya peran seluruh suporter dalam menjaga situasi tetap aman dan kondusif, khususnya saat pertandingan sepak bola di Stadion Kanjuruhan.

KETAT: Petugas gabungan bersama Aremania, ketika melakukan pemeriksaan seluruh kendaraan yang akan menuju Stadion Kanjuruhan. Skema pemeriksaan lebih ketat dan diperluas hingga luar area stadion. (Foto: Humas Resma)
Ali Rifki yang berada di samping Kapolres Malang, benar-benar menyayangkan masih adanya suporter, yang membawa minuman keras ke stadion. Meski berbagai upaya edukasi telah dilakukan.
“Kami mohon maaf yang sebesar-besarnya atas nama adik-adik saja atau nawak-nawak saya, atas kejadian tersebut.”
“Kami sudah selalu imbau dalam momen apapun, harus tanpa miras, tanpa flare, tanpa anarkis dan rasis. Imbauan tersebut bukan tamplate yang hanya sekadar dibaca. Tapi merubahan imbauan yang benar-benar kita tekankan,” sebut Ali Rifki.
Di sisi yang lain, mantan Manajer Arema ini juga menyebut, sesuai komitmen Aremania yang ingin berbenah dan berubah, apa yang dilakukan Polres Malang, adalah bagian dari komitmen untuk mengurangi hal-hal yang bisa merugikan dirinya sendiri.
“Yang dilakukan adik-adik atau nawak-nawak kita ini, akan merugikan dirinya sendiri. Harusnya mereka bisa menonton bola di stadion, tapi akhirnya mereka harus berada di aula Polres Malang.”
“Kami akan terus mengingatkan nawak-nawak, agar tidak membawa miras, sajam, atau melakukan tindakan yang merugikan. Ini bagian dari komitmen perubahan ke arah yang lebih baik,” ujarnya.
Munif Wakid mewakili Manajemen Arema, juga meyayangkan hal ini terjadi. Karena manajemen sudah berusaha semaksimal mungkin mengedukasi Aremania dan Aremanita, untuk tidak membawa miras dan mengkonsumsi alkohol di area stadion atau yang terdekat. Baik lewat media sosial maupun flyer.
“Ini adalah kebiasaan buruk, yang tidak harus diterus-teruskan. Kita harus menciptakan habbit yang baru. Nonton bal-balan gak mabuk iku yo mbois.”
“Ke depannya, kami sangat mendukung upaya pihak keamanan, untuk memperluas area (razia) di ring tiga dan empat. Agar kondusivitas pertandingan, lawan siapapun nanti, semakin baik. Karena pertandingan sepak bola itu harus dilaksanakan dengan aman, nyaman dan tertib,” tambahnya. (Ra Indrata)




