MALANG POST – Peningkatan kualitas layanan kesehatan terus dilakukan RSUD Karsa Husada Kota Batu. Salah satunya melalui penyelenggaraan Forum Konsultasi Publik (FKP) yang digelar Kamis (16/4/2026) di Aston Inn Batu.
FKP tahun ini mengangkat tema “Rehabilitasi Jantung dan Vaksinasi untuk Kesehatan Optimal Bersama RSUD Karsa Husada Batu”. Kegiatan tersebut dihadiri berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, birokrasi, organisasi masyarakat, LSM, hingga praktisi kesehatan.
Direktur RSUD Karsa Husada Kota Batu, dr Muhammad Rizal menjelaskan, bahwa forum tersebut merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebagai ruang dialog antara rumah sakit dengan masyarakat.
“FKP rutin kami gelar setiap tahun. Ini juga sesuai arahan pimpinan di Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta berdasarkan Surat Edaran Menteri PANRB Nomor 19 Tahun 2022 tentang Forum Konsultasi Publik di lingkungan instansi pemerintah,” ujarnya.
Menurut Rizal, forum tersebut menjadi wadah evaluasi terbuka bagi rumah sakit untuk menilai pelayanan dari berbagai perspektif. Baik dari sisi internal maupun eksternal.
Melalui forum tersebut, seluruh pemangku kepentingan diberikan kesempatan menyampaikan masukan, kritik, maupun saran konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.
“Dalam forum ini seluruh stakeholder bisa memberikan masukan. Apa saja kekurangan dan kelebihan layanan kami. Ini penting sebagai bahan evaluasi agar pelayanan RSUD Karsa Husada semakin baik,” jelasnya.
Selain sebagai ruang evaluasi, forum ini juga menjadi momentum bagi manajemen rumah sakit untuk menyampaikan rencana pengembangan layanan baru.

FKP: RSUD Karsa Husada Kota Batu saat menggelar FKP 2026, dengan dihadirkan berbagai instansi dan lapisan masyarakat. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Sesuai dengan tema yang diusung, RSUD Karsa Husada Batu akan membuka dua layanan baru, yakni poli vaksin dan poli rehabilitasi jantung.
Poli vaksin disiapkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif guna melindungi masyarakat dari berbagai penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.
“Poli vaksin ini juga akan mendukung kebutuhan vaksinasi bagi masyarakat, termasuk calon jemaah haji dan umrah,” kata Rizal.
Sementara itu, poli rehabilitasi jantung akan menjadi layanan lanjutan bagi pasien dengan penyakit kardiovaskular. Layanan ini diharapkan membantu proses pemulihan pasien setelah menjalani perawatan atau tindakan medis.
“Layanan rehabilitasi jantung ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup pasien, mempercepat pemulihan, serta menurunkan risiko komplikasi dan kekambuhan,” tambahnya.
Menurut Rizal, kehadiran dua layanan tersebut tidak hanya sekadar pengembangan fasilitas, tetapi juga menjadi bentuk komitmen RSUD Karsa Husada Batu dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang komprehensif dan berkesinambungan.
Ia menegaskan bahwa peningkatan kualitas layanan kesehatan tidak bisa dilakukan sendiri oleh rumah sakit. Dukungan berbagai pihak sangat diperlukan, mulai dari tenaga medis, keluarga pasien, institusi pendidikan, hingga masyarakat luas.
“Kami menyadari keberhasilan layanan ini tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Karena itu melalui forum ini kami sangat mengharapkan saran, kritik dan rekomendasi yang konstruktif demi penyempurnaan pelayanan ke depan,” pungkasnya.
Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, dr. Ninis Herlina Kiranasari yang mewakili Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa forum ini memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan.
“Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyelaraskan kebijakan pemerintah dengan kebutuhan riil masyarakat. Melalui Forum Konsultasi Publik, diharapkan layanan kesehatan, khususnya di RSUD Karsa Husada Batu, semakin responsif, transparan, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pasien,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




