MALANG POST – Peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dinilai semakin strategis di tengah tantangan perkembangan zaman. Selain mengajarkan materi pelajaran, guru agama juga memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk karakter dan menjaga moral generasi muda.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto saat mengukuhkan pengurus organisasi guru PAI Kota Batu periode 2026–2031 di Graha Pancasila, Balai Kota Among Tani, Kota Batu, kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi Kementerian Agama Kota Batu itu sekaligus menjadi momentum pengukuhan pengurus Forum Kelompok Kerja Guru (FKG), Kelompok Kerja Guru (KKG), serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) PAI dari berbagai jenjang pendidikan.
Tak kurang dari 400 guru dari tingkat SD hingga SMA/SMK se-Kota Batu dilantik dalam kegiatan yang juga dirangkai dengan halal bihalal dan sarasehan pendidikan tersebut.
Heli menegaskan, bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama. Menurutnya, guru PAI memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral dan spiritual kepada generasi muda.
“Guru PAI adalah ujung tombak dalam membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga santun dalam perilaku. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, bapak dan ibu guru menjadi penolong bagi anak-anak kita agar tetap memiliki pegangan nilai yang kuat,” ujar Heli.
Ia juga mengapresiasi dedikasi para guru yang selama ini konsisten menumbuhkan budaya religius di lingkungan sekolah, mulai dari jenjang TK hingga SMA/SMK.
Wawali Heli menilai inovasi pembelajaran menjadi kunci agar nilai-nilai agama dapat diterima dengan baik oleh generasi muda, khususnya kalangan milenial dan Gen Z. “Pemkot Batu berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kompetensi serta kesejahteraan para guru,” imbuhnya.

PERKUAT KARAKTER: Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto meminta kepada para Guru PAI di Kota Batu untuk memperkuat karakter para generasi muda. (Foto: Ananto Wibowo/Malang Post)
Menurutnya, pemerintah daerah terus mengawal percepatan sertifikasi melalui program profesi guru, serta memberikan insentif sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.
“Kami ingin para guru fokus meningkatkan kualitas pembelajaran. Karena itu, dukungan terhadap kesejahteraan dan fasilitas pendidikan agama terus kami prioritaskan. Jika guru tenang dan sejahtera, ilmu yang diberikan kepada anak didik pun akan lebih berkah,” tambahnya.
Kegiatan tersebut juga mendapat apresiasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur. Kota Batu dinilai aktif menghadirkan berbagai inovasi dalam pengembangan pendidikan agama.
Beberapa program seperti gerakan One Day One Juz serta Expo PAI disebut menjadi contoh praktik baik yang mulai menginspirasi daerah lain di Jawa Timur.
Melalui pengukuhan pengurus baru ini, organisasi profesi guru PAI di Kota Batu diharapkan semakin solid dalam membangun kolaborasi dan memperkuat ekosistem pendidikan yang religius, harmonis, serta mampu melahirkan generasi unggul bagi masa depan daerah.
Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui jalur keagamaan adalah kunci utama untuk menjaga keseimbangan antara kemajuan sektor pariwisata dengan nilai-nilai religiusitas warga lokal.
“Kita ini kota wisata, jangan sampai ada stigma jelek yang menyertai perkembangan anak-anak kita. Maka, penguatan SDM melalui guru PAI maupun guru keagamaan lainnya harus dikuatkan. Termasuk peran guru-guru ngaji di kampung hingga para takmir masjid sebagai garda terdepan di masyarakat,” tutupnya. (Ananto Wibowo)




